AHSANUL KALAM

August 6, 2008

Frame Relay

Filed under: Telco for Stupid

Lagi-lagi gak ngerti istilah…

Frame Relay is a packet switching methodology that is designed in the late 1980s and widely deployed in the 1990s. Frame Relay uses virtual circuits. These virtual circuits can be set up for each session (switched virtual circuits) or set up permanently (permanent virtual circuits). Frame Realy is designed for fiber optic cables with a very low bit error rate. Frame Realy has no error recovery and no flow control. Whenever a Frame Relay switch detects an error in a packet, it just discard the data. This results in a network with a low processing overhead and high transmission rates. The end system will have to take care of the data integrity.

Frame Relay is extensively used today in large corporations to interconnect the LANs between buildings. Frame Relay offers a corporation an alternative to sending its intra IP traffic over the public Internet, for which the corporation may have concerns about the reliability or the security. In this case the virtual circuits will be permanent.

sumber: http://www.telecomabc.com/f/frame-relay.html 

July 31, 2008

Packet switching

Filed under: Telco for Stupid

Packet switching is a method for sending data whereby the data is divided in packets. Each packet is given a header containing information of the destination. Each packet is forwarded through the network to the destination using this information. At the destination the data has to be reassembled from the received packages.

There are two common packet switching methods in use:

  • Datagram Packet Switching:
    Each packet is forwarded independently based on the destination address. Routing decisions are made dynamically, so each packet may follow a different route and thus the packages may arrive out of order.
  • Virtual Circuit Packet Switching:
    A route is set up prior to packets being sent. The packets will all follow this route. This makes the routing through the network very easy and the packages will be received in the correct order.

Packet-switched networks were originally designed to overcome the inherent weakness of sending data over the analogue circuit switched network. Circuit switching is not very efficië for small messages and the analogue circuits make the data subject to noise and errors.

The biggest packet switched network is the internet. The internet uses the datagram packet switching method.

sumber : http://www.telecomabc.com/p/packet-switching.html 

July 29, 2008

ME!!???

Filed under: Pembelajar

http://www.itb.ac.id/news/2167

TFT SSDK 2008 : Kriteria Sukses Ditentukan Diri Sendiri

kristiono
Jumat, 25 - Juli - 2008, 13:56:09

BANDUNG, itb.ac.id – Bisakah mahasiswa tetap aktif diberbagai kegiatan namun tetap berprestasi cemerlang di bidang akademik? Jawabannya BISA. Hal ini dibuktikan oleh dua sosok mahasiswa ITB – kini sudah lulus – Djunaedi, Informatika 1997, dan Detri, Elektro 2002.

Kang Djunaedi dan Teh Detri, Kamis, 24 Juli 2008, meluangkan waktu berbagi pengalaman mereka bersama 97 mahasiswa ITB calon trainer Strategi Sukses di Kampus (SSDK) 2008, di Ruang Multimedia GKU Timur ITB. Uniknya, Ketua panitia SSDK 2008, Julian (IF’04), mengundang Kang Djunaedi melalui facebook! Padahal, sesama mahasiswa Informatika ini tak saling kenal sebelumnya.

Panitia TFT SSDK mengundang Kang Djunaedi dan Teh Detri sebagai role model mahasiswa/i yang berhasil menjalani kuliah. Kehidupan akademik seimbang dengan kegiatan ekstrakulikuler.
Djunaedi baru kembali ke Indonesia setelah belum lama ini memperoleh gelar master dari Harvard Business School, Amerika Serikat. Selain sudah master pada usia muda, Djunaedi juga langsung diterima bekerja di Boston Consulting Group, Jakarta, segera setelah lulus dari Informatika ITB. Teh Detri, perempuan aktivis dari Teknik Elektro yang Juli lalu mendapat gelar master dari program studi yang sama kini bekerja di PT Telkom.

Menurut Kang Djunaedi, kunci sukses dirinya adalah dia telah menetapkan tujuan hidupnya selama kuliah di ITB. Kang Djunaedi mematok jatah kiriman uang bulanan dari orang tuanya pada kisaran yang wajar. Konsekuensinya, ungkap Djunaedi, dia harus pandai mengatur keuangan bulanan bahkan kreatif mencari sendiri uang saku tambahan.

Dalam paparannya, Kang Djunaedi membagi resep suksesnya kedalam empat poin, Drive your own success, Have faith, Develop yourself, dan Continuous improvement. Namun, dengan rendah hati, Ia menekankan bahwa kisahnya di kampus ITB, jika kemudian di kategorikan sukses, tidak lepas dari peranan orang tua dan teman–temannya. “Kita tidak bisa sukses sendirian”, katanya. Pertemanan sangat penting untuk memberikan feedback dan saling berbagi. Sebagai penutup, Kang Djunaedi berpesan Don’t compromise your integrity!

Teh Detri, baru saja menjuarai lomba baca Qur’an antar karyawan Telkom se–Indonesia, bercita–cita menggapai sukses yang hakiki, sukses dunia dan akhirat. Perempuan yang siang itu memakai jilbab lebar warna putih ini menekankan pentingnya menjalin hubungan dengan semua kalangan. “Ketika memasuki dunia kerja, saya jadi tau banyak orang yang hebat, dan tidak harus selalu alumni ITB, jadi kita harus terbuka sama orang lain”. Pentingnya menjalin hubungan dan relasi dirasakan Teh Detri ketika dia mengurus kelengkapan dokumen menjelang keberangkatannya ke Belanda beberapa waktu lalu. Ketika itu sudah sangat mepet, namun karena pembimbingnya memiliki hubungan yang baik, proses mengurus dokumen yang sedianya memakan waktu tujuh hari dapat diselesaikan hanya dalam waktu dua hari saja. “Ini bukan kolusi lho”, katanya. Dalam kesempatan ini Teh Detri berpesan kepada semua peserta untuk mulai mengurangi waktu tidur dan bengong!

Mengenai kriteria sukses, kedua pembicara sepakat setiap orang haruslah memiliki kriteria sukses masing–masing yang sesuai dengan visi hidupnya. “Bagi saya ketika kita bahagia, kita sukses”, kata Kang Djunaedi.

Sebelum sesi experience sharing dengan Kang Djunaedi dan Teh Detri, Para calon trainer SSDK 2008 telah mendapatkan sesi pelatihan menjadi trainer dasyat, yang dibawakan oleh Kang Arfi, Trainer Muda mantan Ketua Himpunan Teknik Sipil ITB.

Pelatihan SSDK (Strategi Sukses Di Kampus) adalah salah satu program Tim Percepatan Transformasi ITB untuk meningkatkan prestasi akademik mahasiswa ITB. Pada awalnya, Tim Percepatan Transformasi ITB menerbitkan sebuah buku “Strategi Sukses di Kampus” yang isinya memaparkan kiat–kiat untuk meraih kesuksesan di bidang akademis dan nonakademis. Dari buku tersebut, disusun sebuah pelatihan yang awalnya diutamakan bagi mahasiswa baru. Akan tetapi dalam perkembangannya, pelatihan ini juga diberikan pada mahasiswa tingkat 2 dan tingkat 3

Survei tahun 2004 menunjukkan hanya 23,4% mahasiswa S1 ITB yang lulus tepat waktu. Hal ini cukup mengejutkan karena secara logika mahasiswa ITB memiliki potensi akademik yang baik. Timbul pemikiran, perlu dicari cara untuk melejitkan potensi akademik tersebut dengan tetap memberi kesempatan untuk berorganisasi dan bersosialisasi

Pelaksanaan SSDK 2008 akan berlangsung pada tanggal 16 Agustus 2008 dan merupakan yang kelima sejak SSDK mulai diadakan pada Tahun 2004

 

June 22, 2008

Maraaaaaaaaaaah!!!!!!!!!!!

Filed under: Uneg-uneg

Jika anda marah, berarti anda telah melanggar 3 sunnah sekaligus. Rasulullah pernah berpesan: La taghdhab La taghdhab La taghdhab  (artinya : jangan marah jangan marah jangan marah)

June 17, 2008

bener-bener uneg-uneg

Filed under: Uneg-uneg

Speechless

lagi liat-liat fs nya orang-orang. Moga aja jadi ibadah. Men-testi orang-orang yang kusayang dan udah lama gak ketemu T_T

trus… liat-liat google… penasaran dengan istilah-istilah di lab transmisi. gak ngerti banget dah. secara kuliahnya biomedika. yang dipelajarin anatomi fisiologi. skrg bergaul sama STM, E1, radio link, modem, MSAN …. tulatit abiz… untungnya masih bisa bertahan hidup sampai sekarang (lebaaaaaaaai …)

apa kabar teman-temanku? pada nikah dan pada melahirkan. heuheu ….semua pada pasang foto nikah, semua pajang foto bayi

dan aku masih tetap ilfeel alias ilang feeling berkepanjangan. hidup hopeless dan berada diantara orang-orang hopeless (menurut my big boss)

yang pasti dlm waktu dkt akan senang-senang di Banda Aceh (eer.. senang-senang gak ya?) dan next journey will be IIT Delhi India. Cihuuuuuuuy ke luar negeri euy (kalo jadi… hehehe…)

sebenarnya bimbang nih, jadi sidang apa gak ya? kalau iya terkesan memaksa, kalo tidak banda aceh ku kan menjadi siksaan (lebaaaaaaaaaai lageeeeeeeee…) gak lah, bakal gak tenang aja di banda aceh kayaknya. padahal pgn liburan euy dan menjauhi lingkungan yang sudah mulai membosankan.

Bener-bener ngomong gak jelas –> gak ahsanul kalam! tidak sesuai judul blognya

June 14, 2008

Belajar Bahasa Persia

Filed under: Pembelajar

Kata guru tahfiz ana, kalau pengen pinter belajarlah bahasa persia.

Kenapa?

Kata beliau banyak manuskrip ilmu pengetahuan yang gak diterjemahin ke bahasa lain. Kemungkinan sengaja dilakukan untuk memelihara kejayaan bangsa Persia. Tahu kan zaman dahulu kala Persia dan Romawi pernah menjadi pusat peradaban dunia. Pada saat itu Persia masih menjadi bangsa penyembah matahari.

Iseng-iseng ana cari-cari di internet free lesson bahasa persia. Ana dapat yang satu ini nih:

http://www.easypersian.com/index.html

Lumayan juga. Baru lihat lesson 1-10. Isinya tentang alfabet Persia. Mirip alfabet arab, tapi ada huruf ze, pa dan che.

 

June 6, 2008

Harga BBM dan Rokok

Filed under: Uneg-uneg

Gue punya ide lain (yang agak gila :p) mengenai masalah kenaikan harga BBM.

Pemerintah tidak perlu mencabut subsidi BBM, tapi naikkan saja cukai rokok dan buat perjanjian agar menaikkan harga rokok dan tidak memperkecil gaji karyawan pabrik rokok. Kenaikan cukai rokoknya dimasukkan untuk APBN.

Perhatikan fakta ini :

Jumlah perokok aktif di Indonesia yang pada tahun 1990-an sekitar 22,5 persen naik menjadi 60 persen dari jumlah penduduk pada tahun 2000 (kompas.com, 21/7/2005).

Lebih mencengangkan lagi adalah fakta bahwa Indonesia mencetak rekor yakni sebagai negara dengan jumlah perokok remaja tertinggi di dunia. Hakim Sorimuda Pohan seusai acara peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2006 menuturkan bahwa saat ini tak kurang dari 13,2 persen anak-anak di Indonesia menjadi penghisap rokok. (republika.co.id, 1/6/2006).

Menurut KORAN TEMPO hari ini, dari total populasi pria Indonesia, sebanyak 69% merokok. Angka ini paling tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya seperti Cina yang 53.4%, India 29.4% dan Thailand 39.3%. (jalansutera.com)

Orang merokok kan gak sekonyong-konyong bisa berhenti tuh? Kalau pun mereka mau pada berhenti merokok, itu pertanda bagus. Pemerintah Indonesia tidak lagi dibebani dengan orang-orang yang sakit paru-paru karena rokok. Di samping itu juga, remaja yang merokok cenderung lebih mudah terjerumus pada narkoba. Artinya jika remaja berhenti merokok, peluang mengkonsumsi narkoba menjadi lebih kecil. Manfaat ini dapat meringankan beban anggaran kesehatan negara. Betul gak? Sama saja kan efeknya dengan pencabutan subsidi BBM yang katanya akan juga disalurkan untuk subsidi kesehatan rakyat miskin? Dengan cara seperti ini tidak ada peluang korupsinya kan?

Upaya yang perlu dilakukan adalah mengawasi produsen rokok agar menaikkan harga rokok dan agar tidak memangkas gaji dan tunjangan kesejahteraan para karyawannya.

(Buat saya sendiri sih merokok itu adalah HARAM hukumnya. Secara, dia udah jelas bikin badan gak sehat dan menzhalimi orang lain (kalau merokok dilakukan dimuka umum atau di hadapan bayi dan anak-anak). Seorang muslim diharamkan untuk menzhalimi diri sendiri apalagi menzhalimi orang lain.)

Allahu ‘alam

May 22, 2008

Gak Zakat lebih buruk dari Perampok!

Filed under: Uneg-uneg

Begitulah perumpamaan yang disampaikan oleh salah seorang seniorku di kantor (eeeeeer… aneh juga nyebut kantor! merasa g layak punya kantor emoticon)

Kok bisa? kenapa gak sama dgn perampok?kenapa lebih buruk?

Ada dua jawaban:

1. Perampok mengambil harta dari orang kaya, sementara perampok itu sendiri miskin. Orang yang tidak berzakat pada dasarnya dia mampu/kaya. Pada hartanya ada hak orang miskin dan mustahik zakat lainnya yang wajib dikeluarkannya. Menahan zakat sama aja dengan nyolong harta orang miskin padahal dia sendiri kaya!

2. Perampok itu tidak akan merampok kalau dia mendapat bantuan dari zakat. Artinya orang yang gak berzakat udah menjadi penyebab orang lain merampok!

Nah sekarang, heboh kenaikan harga BBM bikin semua orang panik. Semua sibuk mencari kambing hitam. Pemerintah sendiri seperti gak punya solusi selain BLT yang justru membuka peluang baru untuk korupsi!!!!!! Semua orang merasa jadi orang miskin karen ingin kebagian BLT. Sama persis seperti kasus pembagian kompor gas. Masa tetanggaku yang bermobil dan hidup layak dapat jatah kompor gas sih???!!! emoticon kok gue gak dapat? hahaha…. bercanda ding! Parahnya lagi tetanggaku ini menerima dengan senang hati dan tidak ada itikad untuk menyumbangkan kompor gas itu pada yang lebih butuh. Padahal ya… menurutku mah itu tuh penghinaan! Berarti dia dianggap orang miskin donk. Astaghfirullah.

Menurutku sih simple aja penyebabnya. Kekayaan di dunia ini gak terdistribusi secara adil. Yang kaya, sangat-sangat kaya yang miskin super duper extra ultra tera miskin bangettttttttttttttssssssssssssss. Udah males nyebutin contohnya emoticon.Pada pernah nonton reality show : Tolong, Andai aku menjadi , Uang Kaget, Bedah Rumah???? pasti pernah lah. Pada pernah nonton infotainment kan? pernah liat sinetron kan? sadar gak bahwa kedua tayangan ini memperlihatkan dua sisi kehidupan yang kedanya teramat ekstrim. Kehidupan slebrtitis yang penuh kenikmatan duniawi dan kehidupan rakyat jelata yang penuh keterbatasan. Di snap shoot nya Metro TV juga pernah ditayangkan betapa mewahnya kehidupan pada anggota dewan yang terhormat! Subsidi 80 juta untuk kendaraan, uang tunjangan reses yang diselewengkan, belum lagi amplop-amplop yang beterbangan di seluruh penjuru gedung dewan. Gedung dewan menyerupai show room mobil mewah. Rasa sakit hati rakyat makin menjadi dengan adanya mafia proyek-proyek pembangunan yang menyedot dana APBN dan APBD dalam jumlah yang tak sedikit. Dana ini dinikmati oleh segelintir orang saja. Aaaaaaaargh!!!

Pernahkah yang terhormat Bapak Presiden dan Wapres naik bis? metro mini? angkot? merasakan betapa panasnya Jakarta? Pasti belum kan? Alasannya tentu security. Tapi menurutku itu sih masih bisa diusahakan. Secara Ahmadinejad aja yang jadi incaran AS, pernah sholat di pinggir jalan tuh. Ampe sekarnag dia masih hidup tuh! Apalagi Presiden dan Wapres kita yang masih tunduk sama AS, tentu hidupnya tidak se-terancam Ahmadinejad kan? Lagian SBY kan dari kalangan militer tuh. Masa gak pernah belajar teknik penyamaran sih? hahahaa…..

Inilah yang membuat mereka sulit mengerti hati rakyat. Wong gaya hidupnya aja jauuuuuuuuh betul dari hidup rakyat jelata. Ah! sudahlah capek menyalahkan orang lain terus.

Menurutku sih, mudah aja! Gak usah dinaikin tuh harga BBM. Di situs www.eramuslim.com disinyalir kebijakan kenaikan harga BBM ditempuh untuk memberi peluang pada pemain asing! Aaaaaaaargh lagi2 pelanggaran UUD 45! Bukankah kekayaan alam yang penting bagi orang banyak dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk rakyat???! emoticon (Jadi teringat kasus tambang timah di Bangka dan mata air Babakan Pari Sukabumi emoticon)

Wah jadi makin meluas pembicaraan ini. Kemabli ke jalan yang benar ah…

Yang harus dilakukan adalah mendistribusikan kekayaan dengan adil. Caranya? ya dengan zakat itu! Potensi zakat Indonesia mencapai nilai triliunan per tahunnya (CMIIW) Therefore, kalo ini didistribusikan dengan baik, tentu akan menjadi solusi kemiskinan di Indonesia. Jadi… gak usah ada yang namanya BLT.

BLT disalurinnya lewat jalur pemerintah yang sudah sangat tidak dipercaya, sangat diragukan kredibilitasnya! Kenapa pemerintah gak menjadikan zakat ini menjadi gerakan nasional???!!!  Lembaga zakat di Indonesia sudah bekerja dengan baik dan diaudit oleh akuntan publik. Minimal ada tiga lembaga zakat dengan kredibilitas tinggi : Rumah Zakat Indonesia, Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU), Dompet Dhuafa. Seluruh BUMN, Peg. Negeri, TNI, Perusahaan Swasta, Perkebunan, Perternakan, dll wajib menyetorkan zakat. Zakatnya dikelola oleh lembaga zakat nasional yang kredible. Jangan sama Depag yang udah kebukti jadi Departemen terkorup di Indonesia disusul oleh Depertemen Pendidikan. Lemaba-lembag ini udah berhasil melayani umat dengan santunan pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat (ternak qurban, kursus-kursus, modal usaha kecil), rumah bersalin dan pengobatan gratis dll. Jadi mustahik gak cuma terima  uang trus uangnya dihamburin macam BLT itu!!!!!!!! Dengan kata lain menurutku lembaga zakat udah berhasil menyalurkan dana sosial dengan tepat sasaran. Hal ini yang tidak bisa dilakukan oleh pemerintah.

Buat yang non muslim ‘zakatnya’ boleh dikelola ’lembaga zakat’ masing-masing.

Kita sama-sama membebaskan bangsa ini dari belenggu kefakiran. Ingat sabda Rasul : kefakiran lebih dekat dengan kekufuran.

Ayo zakat kawan-kawan!

Perintah zakat senantiasa disandingkan dengan perintah sholat. Therefore, kewajibannya sama dgn kewajiban sholat.

Kita masih bisa hidup dengan 97,5% gaji kita… insya Allah.

Sesungguhnya harta kita adalh milik Allah, mengapa kita pelit pada Allah saat Allah ‘meminjamnya’ sedikit saja?

(Ya Allah, kokohkan integritas dan kejujuranku…)

kodok tuli

Filed under: Uneg-uneg, Pembelajar, Thesis

jadi kodok tuli kadang lebih baik daripada menjadi kodok normal masihkah kawan ingat kisah dua ekor kodok yang terjatuh ke dalam sumur? ternyata yang bisa melompat keluar sumur adalah kodok yang tuli. sementara kodok yang normal malah mati tak sanggup untuk melompot keluar. why? coz, kodok normal kehabisan energi akibat MENDENGAR perkataan kawan2nya di atas sumur. kodok2 di atas sumur mengejeknya bahwa dia tak akan mungkin bisa selamt dan kembali ke atas sumur. sebaliknya, kodok tuli bisa kembali ke daratan karena KETULIANNYA! dia mengira bahwa kawan2 kodok di atas memotivasi dia melompat keluar sumur. akibatnya di aberusaha sekuat tenaga untuk melompat. hasilnya? dia sukses dan selamat. saat ini… aku ingin menjadi kodok tuli! kodok yang selalu berpikiran baik walaupun terhadap kodok yang mengejeknya! subhanallah…Maha Suci Allah yang telah menciptakan kodok

May 9, 2008

Kontribusi Karyawan BUMN terhadap Kebangkitan Bangsa

Filed under: Telkom

Untuk turut membangun bangsa dan negara, para karyawan BUMN seluruh Indonesia harus memiliki keselarasan antara kata dan perbuatan. Hal tersebut dapat mendukung peningkatan daya saing bangsa Indonesia di kancah internasional. Apalagi kini mulai banyak kekuatan ekonomi ngara asing yang masuk ke Indonesia dan menjadi pesaing bagi bisnis perusahaan milik ngara.

Dirut Telkom Rinaldi Firmansyah mengatakan hal tersebut saat membuka kegiatan Forum Silaturahmi Nasional Karyawan BUMN bertema “Membangun Hubungan Industri di Lingkungan BUMN untuk Kemajuan BUMN dan Ketahanan Nasional” di Ruang Infocom Gedung Kantor Perusahaan Telkom di Jl. Japati Bandung , Kamis 8 Mei 2008. Kegiatan yang diikuti perwakilan serikat karyawan dan serikat pekerja BUMN seluruh Indonesia ini masih merupakan rangkaian kegiatan Sewindu Sekar Telkom serta dalam rangka memperingati 100 Tahun Hari Kebangkitan Nasional.

Kita harus satu kata dan perbuatan. Setidaknya, para karyawan BUMN ini harus menggunakan produk-produk yang dihasilkan oleh BUMN di Indonesia. Jadi kalau menggunakan telepon, gunakan Flexi atau produk Telkomsel. Kalau mau akses internet, gunakan Telkom Speedy,” ujar Rinaldi.

Rinaldi juga mengatakan, saat ini mulai bermunculan kekuatan-kekuatan baru dunia di luar Amerika Serikat. Banyak ngara yang mampu bangkit dan melaju pesat ekonominya, termasuk ngara-negara Asia . Para karyawan BUMN harus dapat menjaga perusahaannya agar memberikan kontribusi yang baik kepada negara. Dengan demikian, Indonesia dapat pula bangkit dan memperbaiki tingkat ekonomi masyarakatnya.

Sebelumnya, Ketua Serikat Karyawan (Sekar) Telkom Wartono Purwanto dalam sambutannya mengatakan, karyawan BUMN Indonesia tidak pantas mendapatkan gaji tinggi bila tidak mampu menciptakan nilai tambah yang tinggi bagi perusahaannya. “Serikat pekerja dan serikat karyawan BUMN harus senantiasa mendorong BUMN agar berkemampuan meningkatkan kinerja finansialnya,” tegas Wartono yang akrab dipanggil Ipung.

Selain itu, Ipung mengingatkan bahwa banyak kepentingan global masuk mempengaruhi kondisi di Indonesia termasuk pengelolaan BUMN. Untuk itu, serikat pekerja dan serikat karyawan BUMN harus pula mendorong BUMN agar mampu menjawab tantangan global tersebut.

Setelah dibuka oleh Dirut Telkom, silaturahmi dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan lomba menulis yang untuk pelajar yang diselenggarakan Sekar Telkom. Lalu, kegiatan dilanjutkan dengan seminar yang menghadirkan narasumber Sekretaris Meneg BUMN Said Didu dan Staf Ahli Lemhanas Brigjen TNI Hadi Suprapto. Seminar itu dimoderatori oleh pembawa acara Metro TV Mutia Hafid. *






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Naoko M