Selesai tidak selesai kumpulkan….

July 17, 2007

Kalimat ini sering sekali terdengar saat ujian. Waktu kita terbatas, sementara masih ada banyak soal yang belum terjawab. Makin banyak yang tak terjawab makin kecil kemungkinan kita untuk lulus. Sebaliknya, makin banyak yang terjawab dengan benar, makin besar kemungkinan kita untuk lulus.

Kalau kita renungkan, hidup kita tak jauh berbeda dengan ujian. Ujian-ujian akademik kita seperti sebuah simulasi hidup.

Pertemuanku kemarin siang dengan seorang teteh mengingatkan aku akan cepatnya waktu bergulir. Beliau dulu pernah mengisi acara keputrian Annisa ME, waktu aku masih jadi MPO ME. Sekarang, aku sudah tidak lagi mengelola Annisa ME. Satu tahun kepengurusan terasa begitu cepat dan banyak program yang tidak tereksekusi. Waktulah yang membatasi keberadaanku di ME. Selesai tidak selesai aku harus keluar dari ME dan memberikan kesempatan bagi adik-adik angkatanku mengelola ME.

Waktu hidup kita terbatas. Tiap orang punya jatah hidup dan ujian masing-masing.
“Apakah manusia mengira bahwa mereja akan dibiarkan hanya dengan  mengatakan, “Kami telah beriman”, dan mereka tidak diuji?
(QS Al-Ankabut 29:1)

Hidup ini seperti cerita misteri yang dulu pernah popular: Ghostbumps. Ada pilihan-pilihan jalan yang mengantarkan kita pada akhir cerita.

“maka Dia mengilhamkan jalan kejahatan dan ketaqwaannya“
(QS Asy-syams 91:8).

Ada yang memilih jalan jahat ada yang memilih jalan taqwa. Ada yang berpindah-pindah. Tapi semuanya tetap dibatasi oleh waktu. Inilah yang menentukan keberhasilan seseorang dalam mencapai misinya sebagai manusia: beribadah dan menjadi khalifah di muka bumi.Jika waktu habis, tercapai atau tidak tercapai, habislah kesempatan untuk berusaha. Setelah zaman kita berlalu akan ada orang-orang yang baru yang menggantikan kita.

Alangkah bahagianya orang-orang yang menjadi juara dalam hidup ini…seperti Rasulullah. Beliau diwafatkan sesaat setelah menuntaskan misinya menyebarkan risalah yang telah sempurna secara kuantitatif maupun kualitatif.

Mode: gak bisa ngelawan keinginan buat nulis… padahal h-2 ujian dan masih buanyak tugas kuliah. Caiyo Detri! This is only a little part of your life ;)

Iran battles Israel and US in computer game

sumber: kuwaittimes

TEHRAN:

Iran yesterday launched a computer game with a strong political message that mixes the standoff over its nuclear program, the mystery of missing diplomats in Lebanon and its hatred of Israel. Players of the game “Special Operation 85: Hostage Rescue” play the part of a special agent battling to release captured Iranian diplomats and nuclear scientists from the clutches of his US and Israeli foes.

The game has been produced by the Union of the Islamic Students, which was behind the infamous “World Without Zionism” conference in 2005 where President Mahmoud Ahmadinejad called for Israel to be “wiped from the map”. “In this game we are not promoting terrorism and violence. By freeing Iranian hostages we are promoting selflessness, devotion and defense of our country,” said the group’s secretary general Mohammad Taghi Fakhrian.

The eight-level game starts in Iraq, where a young married couple who are Iranian nuclear scientists have been captured by US forces while making a pilgrimage to the Shiite holy shrine in Karbala. Enter Iranian special operations officer Bahman Nasseri, whose mission it is to save the couple, named Saeed and Maryam, who have now been spirited away to a prison in Iran’s arch-foe Israel. He slips into Israel and locates their prison.

In a twist, here he finds locked away not only the young scientists but also four other Iranians who in real life have been missing since disappearing in northern Lebanon at the height of the civil war in 1982. There has never been any official confirmation over the fate of three Iranian diplomats and one photographer. But Tehran believes they were handed over to Israel by Lebanese Christian forces and are still alive. A successful player completes the eight levels by killing US and Israeli soldiers, stealing their laptops which hold secret information and finally liberating the scientists and the diplomats.

A player operates the Iranian-made AK-47 machine gun of special agent Nasseri, making sure it has enough ammunition and then shooting down enemy soldiers who suddenly pop up in the three-dimensional graphics. The enemy then falls to the ground and Fakhrian then continues his relentless pursuit of his quarry to the sound of pounding electronic music. Anyone who loses their “life” in the game is spurred on to try again with the words: “With resistance and help you can battle the enemy.

An Iranian flag flutters in the top right hand corner throughout. Fakhrian said that the computer game had been inspired by Iran’s supreme leader Ayatollah Ali Khamenei. “The computer games are cultural mediums that have their own positive and negative effects on young people. In our last meeting with the leader he told us to come up with ways to guide our children and students. “So we went and thought about it and found out that it is computer games which have the most influence on the young people.”

*****

Israel Khawatirkan Makin Meluasnya Seruan Boikot di Inggris

July 16, 2007

sumber: eramuslim 

Sejumlah menteri Israel mengungkapkan kekhawatirannya atas seruan boikot terhadap universitas-universitas Israel dan seruan sanksi perdagangan terhadap negara Zionis itu, yang digagas kalangan akademisi dan organisasi perdagangan di Inggris. Menteri Perdagangan dan Industri Israel Eli Yishai mengaku sangat khawatir dengan seruan itu. Begitu juga dengan Menteri Kesejahteraan Isaac Herzog, yang mengatakan bahwa "ada kelompok minoritas Muslim aktif yang menggalang kekuatan dengan elemen-elemen sayap kiri di kalangan publik Inggris", yang menggagas seruan boikot Israel. Seperti diberitakan, organisasi persatuan universitas dan akademi di Inggris (University and College Union-UCU) dalam kongres tahunannya mengeluarkan sebuah mosi. Mosi itu berisi desakan agar para dosen "mempertimbangkan sisi moralitas dalam melakukan hubungan dengan institusi-institusi pendidikan Israel. " Pemerintah Israel dan Inggris mengecam mosi itu, namun UCU tetap menyebarkan ajakan untuk memboikot universitas-universitas Israel ke semua cabangnya untuk pembahasan lebih lanjut. Jika seruan boikot disetujui oleh semua cabang, maka aksi boikot bukan hanya terbatas pada universitas-universitas Israel. Tapi, para akademisi juga diminta untuk menolak permintaan menulis di jurnal-jurnal yang diterbitkan oleh universitas-universitas Israel dan tidak mengizinkan perwakilan dari Israel ikut konferensi. Selain UCU, organisasi perdagangan terbesar di Inggris Unison juga dilaporkan sedang membuka kemungkinan membuat resolusi berisi seruan boikot terdahap Israel, dalam konferensi tahunannya yang akan diselenggarakan bulan ini. Sejauh ini memang belum ada kepastian tentang rencana tersebut. Namun para menteri Israel mengatakan, boikot yang dilakukan organisasi perdagangan akan berdampak besar bagi kerjasama ekonomi kedua belah pihak, yaitu Inggris dan Israel. Yishai menyatakan akan menggelar pertemuan khusus guna membahas dampak boikot tersebut terhadap industri dan kesepakatan dagang Israel. Menlu Israel Tzipi Livni juga menyatakan akan mengumpulkan para menteri kabinet untuk membahas respon Israel terhadap seruan boikot tersebut. Seruan boikot terhadap Israel, sudah sering dilakukan oleh sejumlah organisasi di Inggris. Pada bulan April, organisasi persatuan wartawan nasional di Inggris juga menyatakan akan melakukan boikot terhadap produk-produk Israel dan mendesak pemerintah Inggris serta PBB untuk segera menjatuhkan sanksi pada Israel. Aksi serupa juga dilakukan oleh lebih dari 100 dokter Inggris yang menyerukan boikot terhadap asosiasi pekerja medis Israel. Para analis mengatakan, seruan boikot ini didukung oleh banyak pihak yang meyakini bahwa tanah Palestina bisa segera dibebaskan dari penjajahan Israel lewat cara non-militer dan mereka yang optimis bahwa aksi boikot akan berdampak di dalam negeri Israel, seperti yang dilakukan ketika banyak orang melakukan perlawanan terhadap rejim apartheid di Afrika Selatan. (ln/middleeast-ol)

DOA BULAN RAJAB

alhamdulillah kita sudah memasuki tanggal 1 rajab.

disunnahkan membaca doa di bawah ini: 

“Allahumma barik lana fi Rajab wa Sya’ban wabalighna Ramadhan”

Ya Allah berkahilah kami di bulan rajab dan sya’ban  dan sampaikan kami pada Ramadhan

 

STQ or Ash-Q???

July 15, 2007

Teriring permohonan maaf yang sebesar-besarnya pada sahabat-sahabatku di Ashabul Quran (Ash-Q), terutama ukh Rida yang gak bosen-bosennya buat hadir di halaqoh Ash-Q. Punten pisan…berhubung selalu bentrok dengan jadwal liqo akhirnya saya memutuskan untuk pindah spektrum dan bergabung dengan STQ Habiburrahman. Aduuuuh… punten pisan nya Ukh Rida, Ukh Dika dan semua-mua pejuang Ash-Q.

Keuntungan gabung di Ash-Q adalah tempatnya dekat dan teman-temannya udah kenal semua. 

Tapi… karena teman-teman yang udah dikenal hafalannya udah pada buanyaaaaaaaaaak, jadi minder surinder emoticon . Kalah sama angkatan yang muda-muda emoticon euy. Gak cuma saya aja tapi Ika dan Echa juga merasakan hal yang sama. Maklum sama-sama pemula dan sama-sama punya otak yang susah dimasukin hafalan alquran emoticon. Jadi kita bertiga sama-sama exodus ke STQ.

Keuntungan bergabung dengan STQ adalah dapet temen-temen baru dan dapet materi tambahan: aqidah, tafsir, tahsin dan bahasa arab. Lengkap bukan? Plus dapet qiyamul lail dan shalat bareng-bareng. Dan yang paling seru adalah dapet makan malem dan pagi emoticon… Padahal iurannya cuman 60ribu/bulan. Puas deh…

Di STQ juga semuanya dianggap sama, semua dianggap gak punya hafalan sama sekali. Semua harus nyetor dari juz 30. Fiuhh… ternyata ya… pas setor… eh disuruh ngulang donk emoticon. Padahal udah ngerasa itulah hafalan yang bener2 kepegang dibanding juz-juz lainya emoticon… sedih pisan… berarti emank parah otak nih…

Tapi gak apa-apa sih, kejadian itu bikin saya mengevaluasi diri… emang jarang murajaah, hafalannya jadi pada kabur. Mulai dari nol lagi itu lebih baik daripada kita gak sadar ada yang salah dari diri kita…

Tahfiz di STQ Habiburrahman memang didesain seperti perkuliahan yang serius. Untuk masing-masing materi ada lembar absensinya. Ada penugasan2  dan evaluasi, bahkan ada ujian tengah semester dan ujian akhir semesternya. Administrasinya juga ketat banget, musti pake fotokopi ijazah segala. Minggu depan bakal ada sesi pemotretan (kayak model aja… emoticon) untuk pembuatan ID Card. Pesertanya juga bener-bener dibatasin. Padahal banyak yang pgn ikut… yang telat daftar ada sampe ditolak.

Ya… sebenernya sih pengen membagi kebahagiaan  merasakan pengalaman spiritual yang didapet di pertemuan pertama STQ kemaren. Gak cuman dapet ilmu yang menjadi bekal hidup, semangat untuk maningkatkan ketaatan, tapi juga sebuah suasana yang tidak bisa digantikan. Setiap menginjakkan kaki di masjid raya habiburrahman, yang kurasakan adalah nuansa itikaf yang syahdu, di sepertiga akhir Ramadhan… aduh kangen…

Kalo udah merasa cape (cape hate tepatnya)…pengen nangis dan pengen membludak… di sini tempatnya. Bisa sembunyi di tiang-tiang mesjid, trus nangis dan berdoa sepuas-puasnya.

Yea… for me Masjid yang satu ini menyimpan berjuta kenangan indah dan akan menjadi tempat yang akan selalu kurindukan… 

 

maaf juga sama temen-temen panitia My Camp atas ketidakkonkritan saya di kepanitiaan. kalian jadi g dtg STQ karna cape tacking ruhiyah ya? afwan jiddan.moga amal antum semua mendapat balasan yang lebih baik…

makasih buat fitri yang udah daftarin saya di STQ

 

Bertanya

July 7, 2007

Dalam dunia pendidikan Indonesia, bertanya hampir menjadi aktivitas yang tabu. Seperti pengalaman kita semua, apabila dosen mengajar di kelas dan berkata: ada pertanyaan? yang terjadi adalah kesenyapan… itulah yang seringkali terjadi.
Pelajar dan mahasiswa Indonesia memang tidak dibiasakan untuk bertanya. Mereka dibiasakan untuk menjawab pertanyaan.
Padahal bertanya adalah tanda bahwa seseorang berfikir.
Saat seorang mahasiswa atau pelajar tidak bertanya ada dua kemungkinan: sangat mengerti atau tidak mengerti sama sekali.

Ada sebuah kisah yang unik soal pertanyaan. Seorang mahasiswa grad school di Auburn, Alabama, US hijrah ke University of Florida dan diberi waktu setahun untuk membaca hasil-hasil penelitian yang sudah sudah. Setahun hanya untuk membaca. Demi tahu apa yang masih tersisa untuk ditanyakan.

Dalam mata kuliah Scientific method and measuring technique kami disuruh untuk mengalisis literatur, membuat hipotesis dan mendesain experimen untuk menjawab hipotesis. Diakhir quarter, ternyata >50% siswa gagal menuntaskan mata kuliah ini. Batu penghalangnya adalah membuat hipotesis!!!

Ternyata membuat pertanyaan itu memang tidak mudah. Apalagi membuat pertanyaan yang bermutu. Tidak hanya jawaban yang harus bermutu, tapi pertanyaan pun harus bermutu.

Tapi ini tidak harus menjadi penghambat seorang mahasiswa untuk bertanya. orang-orang eropa dan amerika dalam diskusi akademiknya pun tidak selalu mengemukakan pertanyaan yang bermutu. dr Emma Kaisi pernah berkisah mengenai pengalamannya di LA. Saat itu beliau menemani anaknya berobat di RS. Tanpa sengaja beliau mendengar diskusi antara residen dan dr spesialis. Ternyata, pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan pada dr spesialis pembimbingnya tidak jauh berbeda dengan mahasiswa kedokteran tingkat 2 di Indonesia.

Bagi Thomas Schlathölter- dosen RUG, memastikan bahwa mahasiswa tetap bekerja dengan tugas-tugas belajarnya merupakan hal yang penting (walaupun hasilnya kelak tidak istimewa). Salah satu parameter bekerja atau tidaknya mahasiswa adalah dengan mengemukakan pertanyaan. Dia tidak mengharamkan pertanyaan secupu apapun.

Begitu juga dengan Ibu Ami Hamidah Salman -Dosen Teknik Elektro ITB, beliau pernah menuturkan bahwa beliau justru akan marah jika ada mahasiswa yang menertawakan mahasiswa lain yang bertanya (dengan pertanyaan yang cupu). Bagi beliau feedback dari mahasiswa sangatlah penting. Dengan feedback dari mahasiswa, beliau bisa tahu sejauh mana kualitas dia dalam mengajar dan mengasahnya kembali.

Dalam wawancara kerja, salah satu aspek yang dinilai adalah curiousity.
Biasanya di akhir wawancara, interviewer akan bertanya: adakah yang ingin anda tanyakan mengenai perusahaan kami? Jika kita memiliki segudang pertanyaan, kita akan mendapat nilai plus.

Sejarah pun telah memberikan pelajaran tentang bertanya. Pengenalan Ibrahim akan tuhannya dimulai dari sebuah pertanyaan. Saat dia melihat bulan dia bertanya: apakah ini Tuhanku? Ketika rembulan berganti mentari, dia berpikir tak mungkin tuhan tenggelam dan dia bertanya untuk kedua kalinya: mungkinkah mentari ini Tuhanku? dari pertanyaan-pertanyaan inilah akhirnya ibrahim menemukan Tuhannya dan menjadi bapak para Nabi.

Ketidakmampuan untuk bertanya akan mengiring bangsa ini pada kebodohan yang berkepanjangan. Betapa merananya negara-negara dunia ketiga yang tak mampu melepaskan dirinya dari pengendalian bangsa barat. Mau-maunya menggulirkan program-program yang hanya menguntungkan industri dan ekonomi bangsa barat…begitulah akibat tidak ada rakyat yang berani bertanya.

Bertanyalah…
Jika tangan kananmu begitu berat untuk diacungkan, bantulah ia dengan tangan kirimu. Sesungguhnya pertanyaan yang paling bodoh adalah pertanyaan yang tak pernah dikemukakan.

(tausiyah untuk diri sendiri)

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Viewfinder Design