Kirim Aku MalaikatMU

November 21, 2007

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan:”Robb kami ialah Allah” kemudian mereka beristiqomah (meneguhkan pendirian mereka), maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan):”Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu” (QS. Fushshilat: 30)

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan:”Robb kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap beristiqomah, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita, mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan (di dunia)” (QS. Al Ahqaaf: 13-14)

Dari Abu ‘Amr atau Abu ‘Amrah Sufyan bin Abdillah rodhiallohu ‘anhu, aku berkata: wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam ajarkanlah kepadaku dalam (agama) islam ini ucapan (yang mencakup semua perkara islam sehingga) aku tidak (perlu lagi) bertanya tentang hal itu kepada orang lain selain engkau, (maka) Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “ucapkanlah: “aku beriman kepada Allah”, kemudian beristiqomahlah dalam ucapan itu” (HR. Muslim, no. hadits: 38)

Istiqomah… luar biasa sulitnya. Oleh karena itu, wajar bila Alloh memberikan janji-janji yang begitu indah bagi orang-orang yang istiqomah. Ada surga yang menanti sebagai bentuk penghormatan Alloh bagi hambaNya yang istiqomah. Ada malaikat-malaikat yang menghiburnya saat dia berduka dan merasa takut. Karena Alloh Maha Tahu bahwa dalam istiqomah akan ada air mata duka yang mendalam dan akan ada ketakutan yang menyelinap dan membayang. Maha Suci Alloh yang telah merancang kehidupan ini dengan segala keindahannya. Dia menciptakan kesedihan sekaligus menciptakan penawarnya. Dia menciptakan ketakutan sekaligus menciptakan ketenangan.

Bayangkanlah ada ribuan malaikat yang turun dan melindungi kita dari aura kesedihan dan ketakutan yang berusaha mendekat.

Malaikat malaikat itu terbuat dari cahaya dan sayapnya beraneka ragam warnanya
 

Aku ingin meminta malaikatku untuk memelukku erat dan membawaku terbang. Jauh… menjauhi tanah bumi. Menuju langit. Melepas semua tarikan duniawi.

Yang menjadi tanya adalah…masukkah aku ke dalam golongan manusia yang istiqomah? yang mendapatkan hiburan dari para malaikat? yang mendapatkan surga sebagai penghormatan? Ya Alloh semoga aku termasuk pada golongan orang yang istiqomah.

Kalau boleh aku meminta… aku ingin Alloh menyegerakan surga untukku.

Sepanjang hari di surga adalah pagi hari yang indah  surga itu berwarna hijau dan mengalir sungai-sungai di bawahnya

 

 

Orang-Orang Rabbani

November 7, 2007

Alquran menyuruh kita menjadi orang-orang rabbani. Siapakah orang-orang rabbani itu?

”..Tetapi hendaklah kalian menjadi orang-orang Rabbani, disebabkan kalian terus mengajarkan Al Kitab, dan kalian senantiasa mempelajarinya.” (Ali ‘Imran 79)

 Mereka adalah orang-orang yang senantiasa mengajarkan dan belajar alquran. Mereka adalah orang-orang yang terbaik, seperti yang diungkapkan dalam hadits:

“Yang terbaik di antara kalian adalah yang mempelajari dan mengajarkan al-qur’an.”
(HR Bukhari, Muslim, Ahmad, dan Ashabus Sunan)

Ada tafsiran yang mendalam tentang siapakah orang-orang rabbani ini yang datang dari salah satu tokoh yang paling dirujuk dalam Ilmu Tafsir, Al Imam Ibnu Jarir Ath Thabar.
Jadi… saya gak perlu membahas tentang tafsirnya. Saya cuman pengen berbagi kekaguman saya pada ayat ini. Terutama akan perintah belajar dan mengajarkan.

Betapa belajar dan mengajarkan sesuatu itu memberikan keuntungan yang bagi diri kita sendiri.

Hari ini dan hari senin saya diminta untuk menggantikan Bu Tati mengajar mata kuliah Pengolahan Citra Biomedika untuk S1. Bab yang dibahas adalah rekonstruksi citra dari proyeksi. Humm… pertama kalinya ngajar di kelas… anak-anak tingkat 4 lagi… Malahan pas hari senin, perintah datang begitu mendadak, 30 menit sebelum kelas dimulai. Waduh! cuman dikasih power point bahan kuliahnya. Serem juga… Tapi, gak apa-apa… hadapi saja. Pengalaman…

Alhamdulillah… ternyata gak semengerikan yang dibayangkan. Justru dengan mengajarkan pada orang lain, saya sendiri belajar dan jadi lebih paham apa yang saya ajarkan. Terus terang, sebenarnya ada beberapa hal yang belum saya pahami tentang bab ini. Tapi ternyata, justru saat mengajarlah saya jadi mengerti. Mungkin ini cara Allah membuat saya paham dengan pelajaran ini. Unik ya?

Begitu juga dengan menjadi seorang murabbi atau mentor. Sebenarnya adik-adik binaan kitalah guru yang sebenarnya bagi kita. Bukan kita yang mengajari mereka, tapi mereka yang mengajari kita dan menjaga diri kita. Beruntunglah orang-orang yang dititipi Allah SWT adik-adik binaan, merugilah orang-orang yang menolak ketika diberi adik-adik binaan emoticon.

Gimana ya mendeskripsikannya??? Gini deh, saat gak mentoring atau halaqoh binaan libur… ruhiyah jadi ‘kering’, walaupun liqo sendiri tetap jalan. Kalau ada liqo binaan jadi belajar. Minimal buka-buka buku tentang materi yang akan disampaikan. Trus, karena mengevaluasi ibadah harian binaan, kita juga jadi mengevaluasi ibadah harian sendiri. Karena, membimbing binaan menghafal alquran, kita juga jadi menghafal (terpaksa emoticon). Sering kali dari binaan dapat tausiyah dan pengalaman yang penuh hikmah. Pokoknya indah lah… Gak kebayang gimana kalo gak punya binaan emoticon pasti sedih banget.

Ya… kesimpulannya mah bener banget bahwa perintah untuk belajar dan mengajarkan itu gak bikin kita rugi.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Viewfinder Design