AHSANUL KALAM

May 22, 2008

Gak Zakat lebih buruk dari Perampok!

Filed under: Uneg-uneg

Begitulah perumpamaan yang disampaikan oleh salah seorang seniorku di kantor (eeeeeer… aneh juga nyebut kantor! merasa g layak punya kantor emoticon)

Kok bisa? kenapa gak sama dgn perampok?kenapa lebih buruk?

Ada dua jawaban:

1. Perampok mengambil harta dari orang kaya, sementara perampok itu sendiri miskin. Orang yang tidak berzakat pada dasarnya dia mampu/kaya. Pada hartanya ada hak orang miskin dan mustahik zakat lainnya yang wajib dikeluarkannya. Menahan zakat sama aja dengan nyolong harta orang miskin padahal dia sendiri kaya!

2. Perampok itu tidak akan merampok kalau dia mendapat bantuan dari zakat. Artinya orang yang gak berzakat udah menjadi penyebab orang lain merampok!

Nah sekarang, heboh kenaikan harga BBM bikin semua orang panik. Semua sibuk mencari kambing hitam. Pemerintah sendiri seperti gak punya solusi selain BLT yang justru membuka peluang baru untuk korupsi!!!!!! Semua orang merasa jadi orang miskin karen ingin kebagian BLT. Sama persis seperti kasus pembagian kompor gas. Masa tetanggaku yang bermobil dan hidup layak dapat jatah kompor gas sih???!!! emoticon kok gue gak dapat? hahaha…. bercanda ding! Parahnya lagi tetanggaku ini menerima dengan senang hati dan tidak ada itikad untuk menyumbangkan kompor gas itu pada yang lebih butuh. Padahal ya… menurutku mah itu tuh penghinaan! Berarti dia dianggap orang miskin donk. Astaghfirullah.

Menurutku sih simple aja penyebabnya. Kekayaan di dunia ini gak terdistribusi secara adil. Yang kaya, sangat-sangat kaya yang miskin super duper extra ultra tera miskin bangettttttttttttttssssssssssssss. Udah males nyebutin contohnya emoticon.Pada pernah nonton reality show : Tolong, Andai aku menjadi , Uang Kaget, Bedah Rumah???? pasti pernah lah. Pada pernah nonton infotainment kan? pernah liat sinetron kan? sadar gak bahwa kedua tayangan ini memperlihatkan dua sisi kehidupan yang kedanya teramat ekstrim. Kehidupan slebrtitis yang penuh kenikmatan duniawi dan kehidupan rakyat jelata yang penuh keterbatasan. Di snap shoot nya Metro TV juga pernah ditayangkan betapa mewahnya kehidupan pada anggota dewan yang terhormat! Subsidi 80 juta untuk kendaraan, uang tunjangan reses yang diselewengkan, belum lagi amplop-amplop yang beterbangan di seluruh penjuru gedung dewan. Gedung dewan menyerupai show room mobil mewah. Rasa sakit hati rakyat makin menjadi dengan adanya mafia proyek-proyek pembangunan yang menyedot dana APBN dan APBD dalam jumlah yang tak sedikit. Dana ini dinikmati oleh segelintir orang saja. Aaaaaaaargh!!!

Pernahkah yang terhormat Bapak Presiden dan Wapres naik bis? metro mini? angkot? merasakan betapa panasnya Jakarta? Pasti belum kan? Alasannya tentu security. Tapi menurutku itu sih masih bisa diusahakan. Secara Ahmadinejad aja yang jadi incaran AS, pernah sholat di pinggir jalan tuh. Ampe sekarnag dia masih hidup tuh! Apalagi Presiden dan Wapres kita yang masih tunduk sama AS, tentu hidupnya tidak se-terancam Ahmadinejad kan? Lagian SBY kan dari kalangan militer tuh. Masa gak pernah belajar teknik penyamaran sih? hahahaa…..

Inilah yang membuat mereka sulit mengerti hati rakyat. Wong gaya hidupnya aja jauuuuuuuuh betul dari hidup rakyat jelata. Ah! sudahlah capek menyalahkan orang lain terus.

Menurutku sih, mudah aja! Gak usah dinaikin tuh harga BBM. Di situs www.eramuslim.com disinyalir kebijakan kenaikan harga BBM ditempuh untuk memberi peluang pada pemain asing! Aaaaaaaargh lagi2 pelanggaran UUD 45! Bukankah kekayaan alam yang penting bagi orang banyak dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk rakyat???! emoticon (Jadi teringat kasus tambang timah di Bangka dan mata air Babakan Pari Sukabumi emoticon)

Wah jadi makin meluas pembicaraan ini. Kemabli ke jalan yang benar ah…

Yang harus dilakukan adalah mendistribusikan kekayaan dengan adil. Caranya? ya dengan zakat itu! Potensi zakat Indonesia mencapai nilai triliunan per tahunnya (CMIIW) Therefore, kalo ini didistribusikan dengan baik, tentu akan menjadi solusi kemiskinan di Indonesia. Jadi… gak usah ada yang namanya BLT.

BLT disalurinnya lewat jalur pemerintah yang sudah sangat tidak dipercaya, sangat diragukan kredibilitasnya! Kenapa pemerintah gak menjadikan zakat ini menjadi gerakan nasional???!!!  Lembaga zakat di Indonesia sudah bekerja dengan baik dan diaudit oleh akuntan publik. Minimal ada tiga lembaga zakat dengan kredibilitas tinggi : Rumah Zakat Indonesia, Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU), Dompet Dhuafa. Seluruh BUMN, Peg. Negeri, TNI, Perusahaan Swasta, Perkebunan, Perternakan, dll wajib menyetorkan zakat. Zakatnya dikelola oleh lembaga zakat nasional yang kredible. Jangan sama Depag yang udah kebukti jadi Departemen terkorup di Indonesia disusul oleh Depertemen Pendidikan. Lemaba-lembag ini udah berhasil melayani umat dengan santunan pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat (ternak qurban, kursus-kursus, modal usaha kecil), rumah bersalin dan pengobatan gratis dll. Jadi mustahik gak cuma terima  uang trus uangnya dihamburin macam BLT itu!!!!!!!! Dengan kata lain menurutku lembaga zakat udah berhasil menyalurkan dana sosial dengan tepat sasaran. Hal ini yang tidak bisa dilakukan oleh pemerintah.

Buat yang non muslim ‘zakatnya’ boleh dikelola ’lembaga zakat’ masing-masing.

Kita sama-sama membebaskan bangsa ini dari belenggu kefakiran. Ingat sabda Rasul : kefakiran lebih dekat dengan kekufuran.

Ayo zakat kawan-kawan!

Perintah zakat senantiasa disandingkan dengan perintah sholat. Therefore, kewajibannya sama dgn kewajiban sholat.

Kita masih bisa hidup dengan 97,5% gaji kita… insya Allah.

Sesungguhnya harta kita adalh milik Allah, mengapa kita pelit pada Allah saat Allah ‘meminjamnya’ sedikit saja?

(Ya Allah, kokohkan integritas dan kejujuranku…)

kodok tuli

Filed under: Uneg-uneg, Pembelajar, Thesis

jadi kodok tuli kadang lebih baik daripada menjadi kodok normal masihkah kawan ingat kisah dua ekor kodok yang terjatuh ke dalam sumur? ternyata yang bisa melompat keluar sumur adalah kodok yang tuli. sementara kodok yang normal malah mati tak sanggup untuk melompot keluar. why? coz, kodok normal kehabisan energi akibat MENDENGAR perkataan kawan2nya di atas sumur. kodok2 di atas sumur mengejeknya bahwa dia tak akan mungkin bisa selamt dan kembali ke atas sumur. sebaliknya, kodok tuli bisa kembali ke daratan karena KETULIANNYA! dia mengira bahwa kawan2 kodok di atas memotivasi dia melompat keluar sumur. akibatnya di aberusaha sekuat tenaga untuk melompat. hasilnya? dia sukses dan selamat. saat ini… aku ingin menjadi kodok tuli! kodok yang selalu berpikiran baik walaupun terhadap kodok yang mengejeknya! subhanallah…Maha Suci Allah yang telah menciptakan kodok

May 9, 2008

Kontribusi Karyawan BUMN terhadap Kebangkitan Bangsa

Filed under: Telkom

Untuk turut membangun bangsa dan negara, para karyawan BUMN seluruh Indonesia harus memiliki keselarasan antara kata dan perbuatan. Hal tersebut dapat mendukung peningkatan daya saing bangsa Indonesia di kancah internasional. Apalagi kini mulai banyak kekuatan ekonomi ngara asing yang masuk ke Indonesia dan menjadi pesaing bagi bisnis perusahaan milik ngara.

Dirut Telkom Rinaldi Firmansyah mengatakan hal tersebut saat membuka kegiatan Forum Silaturahmi Nasional Karyawan BUMN bertema “Membangun Hubungan Industri di Lingkungan BUMN untuk Kemajuan BUMN dan Ketahanan Nasional” di Ruang Infocom Gedung Kantor Perusahaan Telkom di Jl. Japati Bandung , Kamis 8 Mei 2008. Kegiatan yang diikuti perwakilan serikat karyawan dan serikat pekerja BUMN seluruh Indonesia ini masih merupakan rangkaian kegiatan Sewindu Sekar Telkom serta dalam rangka memperingati 100 Tahun Hari Kebangkitan Nasional.

Kita harus satu kata dan perbuatan. Setidaknya, para karyawan BUMN ini harus menggunakan produk-produk yang dihasilkan oleh BUMN di Indonesia. Jadi kalau menggunakan telepon, gunakan Flexi atau produk Telkomsel. Kalau mau akses internet, gunakan Telkom Speedy,” ujar Rinaldi.

Rinaldi juga mengatakan, saat ini mulai bermunculan kekuatan-kekuatan baru dunia di luar Amerika Serikat. Banyak ngara yang mampu bangkit dan melaju pesat ekonominya, termasuk ngara-negara Asia . Para karyawan BUMN harus dapat menjaga perusahaannya agar memberikan kontribusi yang baik kepada negara. Dengan demikian, Indonesia dapat pula bangkit dan memperbaiki tingkat ekonomi masyarakatnya.

Sebelumnya, Ketua Serikat Karyawan (Sekar) Telkom Wartono Purwanto dalam sambutannya mengatakan, karyawan BUMN Indonesia tidak pantas mendapatkan gaji tinggi bila tidak mampu menciptakan nilai tambah yang tinggi bagi perusahaannya. “Serikat pekerja dan serikat karyawan BUMN harus senantiasa mendorong BUMN agar berkemampuan meningkatkan kinerja finansialnya,” tegas Wartono yang akrab dipanggil Ipung.

Selain itu, Ipung mengingatkan bahwa banyak kepentingan global masuk mempengaruhi kondisi di Indonesia termasuk pengelolaan BUMN. Untuk itu, serikat pekerja dan serikat karyawan BUMN harus pula mendorong BUMN agar mampu menjawab tantangan global tersebut.

Setelah dibuka oleh Dirut Telkom, silaturahmi dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan lomba menulis yang untuk pelajar yang diselenggarakan Sekar Telkom. Lalu, kegiatan dilanjutkan dengan seminar yang menghadirkan narasumber Sekretaris Meneg BUMN Said Didu dan Staf Ahli Lemhanas Brigjen TNI Hadi Suprapto. Seminar itu dimoderatori oleh pembawa acara Metro TV Mutia Hafid. *

May 8, 2008

Unjukrasa di Gerbang Telkom, Mahasiswa Justru Semangati Telkom

Filed under: Telkom

Ratusan mahasiswa mendatangi Gedung Kantor Perusahaan Telkom di Jl. Japati No. 1 Bandung pada Rabu 7 Mei 2008 siang. Datang dengan berjalan kaki serta didukung sebuah truk yang memuat peralatan pengeras suara, para mahasiswa yang datang dengan mengenakan jas almatater dari berbagai kampus itu bersuara lantang layaknya gerombolan mahasiswa yang sedang berunjukrasa. Mereka tak dapat memasuki halaman GKP Telkom karena tertahan pagar dan barisan polisi. Para mahasiswa dari organisasi Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia (Ismahi) tersebut menamai aktivitasnya pada siang itu sebagai “Kegiatan Mimbar Jalanan”. Mereka mengangkat satu isu strategis bagi bangsa ini, yaitu penyelamatan aset bangsa terhadap upaya penjualan kepada bangsa lain. Jadi, kelompok mahasiswa yang kritis itu sengaja mendatangi kantor Telkom karena ingin mendukung perusahaan BUMN ini agar tidak membiarkan siapapun menjual Telkom sebagaimana Indosat dahulu dijual. “Ingat, kedaulatan telekomunikasi terlebih lagi di era pada era penguasaan teknologi informasi sekarang ini adalah sesuatu yang penting dan harga mati. Penguasaan Indosat oleh Singapura membuat bangsa kita sangat rentan untuk dimata-matai. Semoga Telkom tidak seperti Indosat!,” teriak mereka dengan semangat. Apa yang disuarakan para mahasiswa tentunya searah dengan semangat yang ada di internal Telkom. Manajemen dan karyawan Telkom selalu mengupayakan agar perusahaan ini selalu mampu bersaing di kancah kompetisi yang sangat ketat sehingga menjadi perusahaan yang menguntungkan bagi bangsa dan masyarakat. Mahasiswa juga membagi-bagikan selebaran di lokasi unjukrasa, isinya antara lain mendesak pemerintah untuk bertanggung jawab membawa Indosat kembali ke Indonesia serta mengajak semua elemen bangsa bergandengan tangan memperjuangkan kembali aset nasional ke pangkuan ibu pertiwi. Meski tidak diperkenankan masuk ke halaman GKP Telkom, para mahasiswa tetap bersikap santun dalam menyuarakan aspirasinya. Ketika mereka hendak melanjutkan unjukrasa ke Kantor Gubernuran Gedung Sate di seberang GKP Telkom, para satpam Telkom dengan simpatik membekali mereka dengan beberapa dus air minum dalam kemasan. Terima kasih airnya, ini menunjukkan Telkom setuju dan mendukung dengan apa yang kita aspirasikan,” ujar mahasiswa dengan pengeras suara dari atas truk. Selamat berjuang rekan mahasiswa! Telkom tetap milik Indonesia ! *






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Naoko M