Kontribusi Karyawan BUMN terhadap Kebangkitan Bangsa
Untuk turut membangun bangsa dan negara, para karyawan BUMN seluruh Indonesia harus memiliki keselarasan antara kata dan perbuatan. Hal tersebut dapat mendukung peningkatan daya saing bangsa Indonesia di kancah internasional. Apalagi kini mulai banyak kekuatan ekonomi ngara asing yang masuk ke Indonesia dan menjadi pesaing bagi bisnis perusahaan milik ngara.
Dirut Telkom Rinaldi Firmansyah mengatakan hal tersebut saat membuka kegiatan Forum Silaturahmi Nasional Karyawan BUMN bertema “Membangun Hubungan Industri di Lingkungan BUMN untuk Kemajuan BUMN dan Ketahanan Nasional” di Ruang Infocom Gedung Kantor Perusahaan Telkom di Jl. Japati Bandung , Kamis 8 Mei 2008. Kegiatan yang diikuti perwakilan serikat karyawan dan serikat pekerja BUMN seluruh Indonesia ini masih merupakan rangkaian kegiatan Sewindu Sekar Telkom serta dalam rangka memperingati 100 Tahun Hari Kebangkitan Nasional.
“Kita harus satu kata dan perbuatan. Setidaknya, para karyawan BUMN ini harus menggunakan produk-produk yang dihasilkan oleh BUMN di Indonesia. Jadi kalau menggunakan telepon, gunakan Flexi atau produk Telkomsel. Kalau mau akses internet, gunakan Telkom Speedy,” ujar Rinaldi.
Rinaldi juga mengatakan, saat ini mulai bermunculan kekuatan-kekuatan baru dunia di luar Amerika Serikat. Banyak ngara yang mampu bangkit dan melaju pesat ekonominya, termasuk ngara-negara Asia . Para karyawan BUMN harus dapat menjaga perusahaannya agar memberikan kontribusi yang baik kepada negara. Dengan demikian, Indonesia dapat pula bangkit dan memperbaiki tingkat ekonomi masyarakatnya.
Sebelumnya, Ketua Serikat Karyawan (Sekar) Telkom Wartono Purwanto dalam sambutannya mengatakan, karyawan BUMN Indonesia tidak pantas mendapatkan gaji tinggi bila tidak mampu menciptakan nilai tambah yang tinggi bagi perusahaannya. “Serikat pekerja dan serikat karyawan BUMN harus senantiasa mendorong BUMN agar berkemampuan meningkatkan kinerja finansialnya,” tegas Wartono yang akrab dipanggil Ipung.
Selain itu, Ipung mengingatkan bahwa banyak kepentingan global masuk mempengaruhi kondisi di Indonesia termasuk pengelolaan BUMN. Untuk itu, serikat pekerja dan serikat karyawan BUMN harus pula mendorong BUMN agar mampu menjawab tantangan global tersebut.
Setelah dibuka oleh Dirut Telkom, silaturahmi dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan lomba menulis yang untuk pelajar yang diselenggarakan Sekar Telkom. Lalu, kegiatan dilanjutkan dengan seminar yang menghadirkan narasumber Sekretaris Meneg BUMN Said Didu dan Staf Ahli Lemhanas Brigjen TNI Hadi Suprapto. Seminar itu dimoderatori oleh pembawa acara Metro TV Mutia Hafid. *

Asw. Detri…huah,,selamat berkarya di BUMN..semoga mbawa perubahan yg lbh baik..
Comment by Nanda — May 18, 2008 @ 6:42 pm