Gak Zakat lebih buruk dari Perampok!
Begitulah perumpamaan yang disampaikan oleh salah seorang seniorku di kantor (eeeeeer… aneh juga nyebut kantor! merasa g layak punya kantor
)
Kok bisa? kenapa gak sama dgn perampok?kenapa lebih buruk?
Ada dua jawaban:
1. Perampok mengambil harta dari orang kaya, sementara perampok itu sendiri miskin. Orang yang tidak berzakat pada dasarnya dia mampu/kaya. Pada hartanya ada hak orang miskin dan mustahik zakat lainnya yang wajib dikeluarkannya. Menahan zakat sama aja dengan nyolong harta orang miskin padahal dia sendiri kaya!
2. Perampok itu tidak akan merampok kalau dia mendapat bantuan dari zakat. Artinya orang yang gak berzakat udah menjadi penyebab orang lain merampok!
Nah sekarang, heboh kenaikan harga BBM bikin semua orang panik. Semua sibuk mencari kambing hitam. Pemerintah sendiri seperti gak punya solusi selain BLT yang justru membuka peluang baru untuk korupsi!!!!!! Semua orang merasa jadi orang miskin karen ingin kebagian BLT. Sama persis seperti kasus pembagian kompor gas. Masa tetanggaku yang bermobil dan hidup layak dapat jatah kompor gas sih???!!!
kok gue gak dapat? hahaha…. bercanda ding! Parahnya lagi tetanggaku ini menerima dengan senang hati dan tidak ada itikad untuk menyumbangkan kompor gas itu pada yang lebih butuh. Padahal ya… menurutku mah itu tuh penghinaan! Berarti dia dianggap orang miskin donk. Astaghfirullah.
Menurutku sih simple aja penyebabnya. Kekayaan di dunia ini gak terdistribusi secara adil. Yang kaya, sangat-sangat kaya yang miskin super duper extra ultra tera miskin bangettttttttttttttssssssssssssss. Udah males nyebutin contohnya
.Pada pernah nonton reality show : Tolong, Andai aku menjadi , Uang Kaget, Bedah Rumah???? pasti pernah lah. Pada pernah nonton infotainment kan? pernah liat sinetron kan? sadar gak bahwa kedua tayangan ini memperlihatkan dua sisi kehidupan yang kedanya teramat ekstrim. Kehidupan slebrtitis yang penuh kenikmatan duniawi dan kehidupan rakyat jelata yang penuh keterbatasan. Di snap shoot nya Metro TV juga pernah ditayangkan betapa mewahnya kehidupan pada anggota dewan yang terhormat! Subsidi 80 juta untuk kendaraan, uang tunjangan reses yang diselewengkan, belum lagi amplop-amplop yang beterbangan di seluruh penjuru gedung dewan. Gedung dewan menyerupai show room mobil mewah. Rasa sakit hati rakyat makin menjadi dengan adanya mafia proyek-proyek pembangunan yang menyedot dana APBN dan APBD dalam jumlah yang tak sedikit. Dana ini dinikmati oleh segelintir orang saja. Aaaaaaaargh!!!
Pernahkah yang terhormat Bapak Presiden dan Wapres naik bis? metro mini? angkot? merasakan betapa panasnya Jakarta? Pasti belum kan? Alasannya tentu security. Tapi menurutku itu sih masih bisa diusahakan. Secara Ahmadinejad aja yang jadi incaran AS, pernah sholat di pinggir jalan tuh. Ampe sekarnag dia masih hidup tuh! Apalagi Presiden dan Wapres kita yang masih tunduk sama AS, tentu hidupnya tidak se-terancam Ahmadinejad kan? Lagian SBY kan dari kalangan militer tuh. Masa gak pernah belajar teknik penyamaran sih? hahahaa…..
Inilah yang membuat mereka sulit mengerti hati rakyat. Wong gaya hidupnya aja jauuuuuuuuh betul dari hidup rakyat jelata. Ah! sudahlah capek menyalahkan orang lain terus.
Menurutku sih, mudah aja! Gak usah dinaikin tuh harga BBM. Di situs www.eramuslim.com disinyalir kebijakan kenaikan harga BBM ditempuh untuk memberi peluang pada pemain asing! Aaaaaaaargh lagi2 pelanggaran UUD 45! Bukankah kekayaan alam yang penting bagi orang banyak dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk rakyat???!
(Jadi teringat kasus tambang timah di Bangka dan mata air Babakan Pari Sukabumi
)
Wah jadi makin meluas pembicaraan ini. Kemabli ke jalan yang benar ah…
Yang harus dilakukan adalah mendistribusikan kekayaan dengan adil. Caranya? ya dengan zakat itu! Potensi zakat Indonesia mencapai nilai triliunan per tahunnya (CMIIW) Therefore, kalo ini didistribusikan dengan baik, tentu akan menjadi solusi kemiskinan di Indonesia. Jadi… gak usah ada yang namanya BLT.
BLT disalurinnya lewat jalur pemerintah yang sudah sangat tidak dipercaya, sangat diragukan kredibilitasnya! Kenapa pemerintah gak menjadikan zakat ini menjadi gerakan nasional???!!! Lembaga zakat di Indonesia sudah bekerja dengan baik dan diaudit oleh akuntan publik. Minimal ada tiga lembaga zakat dengan kredibilitas tinggi : Rumah Zakat Indonesia, Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU), Dompet Dhuafa. Seluruh BUMN, Peg. Negeri, TNI, Perusahaan Swasta, Perkebunan, Perternakan, dll wajib menyetorkan zakat. Zakatnya dikelola oleh lembaga zakat nasional yang kredible. Jangan sama Depag yang udah kebukti jadi Departemen terkorup di Indonesia disusul oleh Depertemen Pendidikan. Lemaba-lembag ini udah berhasil melayani umat dengan santunan pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat (ternak qurban, kursus-kursus, modal usaha kecil), rumah bersalin dan pengobatan gratis dll. Jadi mustahik gak cuma terima uang trus uangnya dihamburin macam BLT itu!!!!!!!! Dengan kata lain menurutku lembaga zakat udah berhasil menyalurkan dana sosial dengan tepat sasaran. Hal ini yang tidak bisa dilakukan oleh pemerintah.
Buat yang non muslim ‘zakatnya’ boleh dikelola ’lembaga zakat’ masing-masing.
Kita sama-sama membebaskan bangsa ini dari belenggu kefakiran. Ingat sabda Rasul : kefakiran lebih dekat dengan kekufuran.
Ayo zakat kawan-kawan!
Perintah zakat senantiasa disandingkan dengan perintah sholat. Therefore, kewajibannya sama dgn kewajiban sholat.
Kita masih bisa hidup dengan 97,5% gaji kita… insya Allah.
Sesungguhnya harta kita adalh milik Allah, mengapa kita pelit pada Allah saat Allah ‘meminjamnya’ sedikit saja?
(Ya Allah, kokohkan integritas dan kejujuranku…)

berarti kalau dibalik, perampok itu lebih baik dari orang yg ga zakat ya?
lagi pula, kalau pake anti spam, mending komen-nya di moderatori aja, ngabisin pulsa banyak nih buat yang akses internet dari rumah
btw, captcha-nya kebesaran dan kepanjangan nih…
Comment by rita — May 28, 2008 @ 8:08 pm
weleh… weleh… ckckckck
Artikel yang bagus dan menusuk…
Comment by Ardee — May 29, 2008 @ 10:09 am
teh rita:
ya gak gitu donk teh. tetep aja perampok buruk. kan comparison-nya gini
baik -> kurang baik -> buruk ->lebih buruk -> paling buruk
captcha? teteh pakai spedy aja atuh. skarang udag 1Mbps lho.. (mode: promosi)
ardee : thanks ya…
Comment by Administrator — May 29, 2008 @ 11:19 am
Ide yang bagus untuk dibagikan via lembaga zakat, saya gak kepikiran sama sekali kalo mungkin dikonversi ke penyaluran zakat…kayanya pemerintah juga ga kepikiran, atau lembaga zakat masih kurang populer?
Comment by agung — June 5, 2008 @ 8:10 pm
Eeeer… mungkin pemerintah lebih ingin mengembangkan PT Pos yang sudah berada di ujung tanduk. Dengan ada proyek BLT ini, PT Pos kan jadi ada kerjaan =D
Sebenernya saya punya ide lebih gila lagi…
Liat di postinan baru ya…
Comment by Administrator — June 6, 2008 @ 7:34 am
bukannya pos dipilih karena jaringannya sampai pelosok2? ya, ngasih kerjaan bisa juga sih, meni segitunya gak ada kerjaan pos kita ini
Comment by agung — June 6, 2008 @ 9:13 pm
iya juga sih… jaringannya sampai ke pelosok.
sama seperti Telkom =D
setahu saya sih dengan berkembangnya ICT saat ini, komunikasi dgn surat dan sejenisnya makin kurang peminat. tahu kan berita karyawan PT Pos yang menuntut kelayakan kesejahteraan serta jengjang karir?
Comment by detri — June 7, 2008 @ 11:26 am
ya udah, telkom saja yg bagiin BLT :p..ga, belum tahu berita itu. Emang surat jadi kurang peminat, paket juga banyak saingan. OOT, untuk diversifikasi pos juga punya program sms pesta yang bisa ngirim sms ke sekian banyak nomor untuk iklan atau minta dukungan buat pilkada. Nomor mereka dapat dari operator, jadi bisa kirim ke sekian banyak. Mirip jarkom pake gratisan IM3.
Comment by agung — June 10, 2008 @ 9:42 am
wahaha…
bukan pada tempatnya kalau telkom bagiin BLT atuh
Comment by Administrator — June 10, 2008 @ 9:45 am