Harga BBM dan Rokok
Gue punya ide lain (yang agak gila :p) mengenai masalah kenaikan harga BBM.
Pemerintah tidak perlu mencabut subsidi BBM, tapi naikkan saja cukai rokok dan buat perjanjian agar menaikkan harga rokok dan tidak memperkecil gaji karyawan pabrik rokok. Kenaikan cukai rokoknya dimasukkan untuk APBN.
Perhatikan fakta ini :
Jumlah perokok aktif di Indonesia yang pada tahun 1990-an sekitar 22,5 persen naik menjadi 60 persen dari jumlah penduduk pada tahun 2000 (kompas.com, 21/7/2005).
Lebih mencengangkan lagi adalah fakta bahwa Indonesia mencetak rekor yakni sebagai negara dengan jumlah perokok remaja tertinggi di dunia. Hakim Sorimuda Pohan seusai acara peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2006 menuturkan bahwa saat ini tak kurang dari 13,2 persen anak-anak di Indonesia menjadi penghisap rokok. (republika.co.id, 1/6/2006).
Menurut KORAN TEMPO hari ini, dari total populasi pria Indonesia, sebanyak 69% merokok. Angka ini paling tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya seperti Cina yang 53.4%, India 29.4% dan Thailand 39.3%. (jalansutera.com)
Orang merokok kan gak sekonyong-konyong bisa berhenti tuh? Kalau pun mereka mau pada berhenti merokok, itu pertanda bagus. Pemerintah Indonesia tidak lagi dibebani dengan orang-orang yang sakit paru-paru karena rokok. Di samping itu juga, remaja yang merokok cenderung lebih mudah terjerumus pada narkoba. Artinya jika remaja berhenti merokok, peluang mengkonsumsi narkoba menjadi lebih kecil. Manfaat ini dapat meringankan beban anggaran kesehatan negara. Betul gak? Sama saja kan efeknya dengan pencabutan subsidi BBM yang katanya akan juga disalurkan untuk subsidi kesehatan rakyat miskin? Dengan cara seperti ini tidak ada peluang korupsinya kan?
Upaya yang perlu dilakukan adalah mengawasi produsen rokok agar menaikkan harga rokok dan agar tidak memangkas gaji dan tunjangan kesejahteraan para karyawannya.(Buat saya sendiri sih merokok itu adalah HARAM hukumnya. Secara, dia udah jelas bikin badan gak sehat dan menzhalimi orang lain (kalau merokok dilakukan dimuka umum atau di hadapan bayi dan anak-anak). Seorang muslim diharamkan untuk menzhalimi diri sendiri apalagi menzhalimi orang lain.)
Allahu ‘alam

bagus sekali, namun bos rokok sangat mungkin sudah mengantisipasi dengan jaringannya, lobi ke pemerintah, mendukung tim thomas-uber berlaga, mendirikan pusat pelatihan bulutangkis, memberi beasiswa sekian banyak orang, mensponsori konser musik, donasi ke sekolah yang roboh, dan…bagi pemerintah itu juga meringankan kerjaan pemerintah, ya ga?
Comment by agung — June 6, 2008 @ 9:19 pm
Setahu saya program CSR itu untuk mengurangi jumlah pajak mereka akh.
Memang sih mengurangi beban pemerintah. Tapi gak bikin orang berhenti merokok. Secara, merokok itu kan udah jelas bikin penyakit yang juga memberatkan beban pemerintah. Jadi impas antara jasa yang diberikan dengan dosa yang dibuat =D
Comment by detri — June 7, 2008 @ 11:24 am
“Gue punya ide lain (yang agak gila :p) mengenai masalah kenaikan harga BBM.”
Sejak kapan Detri ber-gue ria?
Comment by Yustika — June 11, 2008 @ 4:03 pm
udah lama teh……..=D
Comment by detri — June 11, 2008 @ 8:02 pm
sebenarnya ada cara yang lebih ‘kena’, yaitu rokok di fatwakan haram. sekarang kan masih ada yang me-makruh-kan. Kayanya lumayan mengurangi jumlah besar perokok di negeri ini.
Comment by agung — June 16, 2008 @ 2:46 pm
masalahnya masih banyak juga para Ustaadz yang gak bisa hidup tanpa rokok akhi…
makanya rokoknya hukumnya makruh
masa ustadz melakukannya yang haram?
(mode sebellll!)
Comment by Administrator — June 16, 2008 @ 4:02 pm
makanya juga pemerintah males mikirin ngelarang rokok, selain duitnya masuk, ternyata (sebagian) ustadz yang masih bisa berfatwa pun masih butuh rokok. Secara internal saja kita ga kompak, jadi masih panjang cerita rokok ini kayanya. Sudahlah, diganti permen saja rokoknya. Atau diganti saja ustadznya…walah.
Comment by agung — June 17, 2008 @ 8:46 am
hahaha….
sok atuh ustadz agung, saya tunggu ya fatwa nya =)
Comment by Administrator — June 17, 2008 @ 8:54 am
Hehe…sahabatku yang satu ini emang cerdas…betul juga usul ente…kalau yang naik harga rokok, orang akan berpikir berkali-kali untuk merokok. Terus, dengan BBM yang nggak perlu naik harus bisa mendorong produktifitas dunia industri, so nggak perlu takut kekurangan lapangan kerja karena iklim investasi kondusif dan banyak lapangan kerja bisa dibuka. Cerdas…cerdas…aku sepakat dengan idemu ukh…atau gue sepakat dah sama loe…:P
Comment by ika — July 1, 2008 @ 9:09 pm
wahahahaa….
sekarang kita loe gue-an ya ka
aku kangen banget sama ika……….
hug
Comment by Administrator — July 7, 2008 @ 1:12 pm