Pasrah
Ya Allah.. dipenghujung Ramadhan ini yang aku rasakan adalah pasrah….
Pada suatu malam aku pernah menulis di buku harianku sebuah permintaan pada Allah. Ya Allah… pahamkanlah pada kami bahwa kami semua akan kembali padaMu. Rupanya Allah menjawab doaku dengan instan. Esok malamnya, tepat di malam 27 Ramadhan aku mendapat pesan singkat dari teman kantorku. Isinya berita duka bahwa Bu Evi, sekretaris senior manager di kantor meninggal dunia di RSHS.
Rabbana…
Ya Rab.. Engkau lah sebaik-baik murabbi yang memberikan pelajaran pada para binaanNya.
Pada hari ke 27… aku melayat ke rumah Bu Evi. Aku melihat jasadnya terbujur kaku. Aduhai .. minggu lalu aku masih melihat beliau sibuk bekerja di kantor. Kami pulang bersama naik mobil Pak Agus. Masih kuingat senyum bahagianya ketika selesai di operasi pada bulan Juli. Sinar matanya menampakkan optimisme yang begitu besar bahwa kesehatannya akan pulih kembali. Ya Allah… siapa yang menyangka beliau pergi begitu cepat. Di usianya yang ke 37! belum genap 40. Rabbana… Kini beliau telah menutup matanya untuk selamanya. Tak ada lagi sinar mata optimisme. Pada suatu hari jumat kami pernah sama-sama dengan karyawati lainnya sibuk di pantry menyiapkan makanan untuk acara munggahan di kantor.
Sedikit menyesal… kemarin sorenya sebenarnya aku sudah berniat menjenguk Bu Evi di rumah sakit. tapi.. berhubung pekerjaan kantor selesai setelah lewat jam pulang dan mengejar maghrib di Masjid Habiburrahman kuurungkan niatku. Aku berniat pada tanggal 27 itulah aku membesuknya di rumah sakit. Ya Rahmaaan… tak pernah kusangka kau benar-benar menjenguknya, bukan di rumah sakit, tapi di rumahnya. Tapi tak kutemukan sinar mata bahagianya. Yang aku temukan mata yang tertutup rapat dan wajah yang pucat.
Alangkah bahagianya… beliau telah selangkah lebih dulu dari kita. Jalanya tinggal sedikit lagi menuju pertemuan denganNya.
Allhummaghfirlaha, warhamha, wa afiha, wa’fu anha…







