SERUAN PEDULI PALESTINA !!!

December 31, 2008

Rasulullah saw bersabda: "Sesama muslim itu bersaudara. Oleh karena itu, jangan menganiaya dan jangan mendiamkan. Siapa saja yang memperhatikan kepentingan saudaranya, Allah akan memperhatikannya. Siapa saja yang melapangkan satu kesulitan sesama muslim, niscaya Allah akan melapangkan satu kesulitan dari beberapa kesulitannya pada hari kiamat. Siapa saja yang menutupi kejelakan seorang muslim Allah akan menutupi kejelekannya pada hari kiamat." (HR.Bukhari dan Muslim)

Saudaraku yang dirahmati Allah SWT…

Mungkin sebagian besar di antara kita sudah mengetahui bagaimana kondisi saudara muslim kita di Palestine. Setelah HAMAS menang dalam pemilu beberapa waktu yang lalu, saat ini dunia barat yang diwakili oleh Amerika dan Uni Eropa telah menghentikan bantuan dana (baca : boykot) kepada pemerintah Palestine yang dipimpin oleh HAMAS.

Ketua Persatuan Ulama Dunia, Syaikh Yusuf Qardhawi juga telah mengeluarkan fatwa syar’i yaitu tentang wajibnya membantu saudara-saudara kita di Palestine. Yusuf Qardhawi menganggap bantuan itu sebagai kewajiban (fardhu) atas kaum muslimin.

Saudaraku yang dirahmati Allah SWT, dengan ini kami ingin mengajak Bapak & Ibu untuk berbagi cinta dengan saudara-saudara kita di Palestine sana. Bagi yang ingin menginfaqkan sebagian hartanya untuk Palestine, bisa transfer dana ke rekening sebagai berikut :

KOMITE INDONESIA UNTUK SOLIDARITAS PALESTINA (KODE LEMBAGA: KISPA)

  • Bank Muammalat Indonesia (BMI) no rek 311.01856.22 an Nurdin QQ KISPA (REKOMENDASI)

YAYASAN PORTALINFAQ (KODE LEMBAGA: PORTAL)

  • Bank Syariah Mandiri (BSM) Cab. Warung Buncit No.Rek.0030035790 an Yayasan Portalinfaq
  • Bank Central Asia (BCA) Cab. Arteri Pondok Indah No.Rek.291-300- 5244 an Yayasan Portalinfaq

AKSI CEPAT TANGGAP (KODE LEMBAGA: ACT)

  • Bank Mandiri (BM) No. Rek. 1280004555808 an Aksi Cepat Tanggap
  • Bank Muamalat Indonesia (BMI) No. Rek. 3040022915 an Aksi Cepat Tanggap
  • BCA No. 676.030.2021 an Aksi Cepat Tanggap

DOMPET DHUAFA REPUBLIKA (KODE LEMBAGA: DDR)

  • Bank Nasional Indonesia Syariah (BNIS) No. Rek. 009.153.9002 an Dompet Dhuafa Republika
  • Bank Mandiri (BM) No. Rek. 101.00.81050. 633 an Dompet Dhuafa Republika

LEMBAGA KEMANUSIAAN NASIONAL PKPU (KODE LEMBAGA: PKPU)

  • Bank Negara Indonesia (BNI) Tebet No. Rek. 117.85.951 (Rekening Dollar - SWIFT CODE = BNI NI DJA TEB) an Yayasan PKPU
  • Bank Central Asia (BCA) Soepomo No. Rek. 600.034.7777 an Yayasan PKPU
  • Bank Negara Indonesia (BNI) Tebet No. Rek. 117.85.917 an Yayasan PKPU

 

Bagi yang sudah transfer, mohon dengan sangat untuk mengirimkan konfirmasi via sms ke Kosi di 08128510372, dengan mengetik : "PALESTINE, Kode Lembaga, Nama Bank, Jumlah Bantuan". Bisa juga melalui YM : anak_ngw dan email ukhti.kosi[at] gmail.com

Selagi masih diberi kesempatan, marilah kita senantiasa berlomba-lomba dalam amal kebaikan. Saudara kita di Palestine, sangat membutuhkan dukungan dari kita semua…!!!

Download pamflet klik disini

Info Center
Eko Adi Prasetyo
EMAIL: ekoadip[at]yahoo. com
YM : eko_adi_prasetyo

 

Pesan Seorang Ikhwan Buat Seluruh Akhawat

December 23, 2008

Ukhtifillah, Mungkin aku memang tak romantis tapi siapa peduli?

Karena toh kau tak mengenalku dan memang tak perlu mengenalku.

Bagiku kau bunga, tak mampu aku samakanmu dengan bunga terindah sekalipun.

Bagiku manusia adalah makhluk yang terindah, tersempurna dan tertinggi.

Bagiku dirimu salah satu dari semua itu, karenanya kau tak membutuhkan persamaan.

 

Ukhtifillah, Jangan pernah biarkan aku manatapmu penuh, karena akan membuatku mengingatmu.

Berarti memenuhi kepalaku dengan inginkanmu.

Berimbas pada tersusunnya gambarmu dalam tiap dinding khayalku.

Membuatku inginkanmu sepenuh hati, seluruh jiwa, sesemangat mentari.

Kasihanilah dirimu jika harus hadir dalam khayalku yang masih penuh Lumpur.

Karena sesungguhnya dirimu terlalu suci.

 

Ukhtifillah, Berdua menghabiskan waktu denganmu bagaikan mimpi tak berujung.Ada ingin tapi tak ada henti.

Menyentuhmu merupakan ingin diri, berkelebat selalu, meski ujung penutupmu pun tak berani kusentuh.

Jangan pernah kalah dengan mimpi dan inginku karena sucimu kaupertaruhkan.

Mungkin kau tak peduli

Tapi kau hanya menjadi wanita biasa di hadapanku bila kau kalah.

Dan tak lebih dari wanita biasa.

 

Ukhtifillah, Jangan pernah kau tatapku penuh Bahkan tak perlu kaulirikkan matamu untuk melihatku.

Bukan karena aku terlalu indah, tapi karena aku seorang yang masih kotor.

Aku biasa memakai topeng keindahan pada wajah burukku, mengenakan pakaian sutra emas.

Meniru laku para rahib, meski hatiku lebih kotor dari Lumpur.

Kau memang suci, tapi masih sangat mungkin kau termanipulasi.

Karena kau toh hanya manusia-hanya wanita.

 

Ukhtifillah, Beri sepenuh diri pada dia sang lelaki suci yang dengan sepenuh hati membawamu kehadapan Tuhanmu. Untuknya dirimu ada, itu kata otakku, terukir dalam kitab suci, tak perlu dipikir lagi.

Tunggu sang lelaki itu menjemputmu, dalam rangkaian khitbah dan akad yang indah.

Atau kejar sang lelaki suci itu, karena itu adalah hakmu, seperti dicontohkan ibunda Khadijah

Jangan ada ragu, jangan ada malu, semua terukir dalam kitab suci.

 

Ukhtifillah, Bariskan harapanmu pada istikharah sepenuh hati ikhlas.

Relakan Allah pilihkan lelaki suci untukmu, mungkin sekarang atau nanti, bahkan mungkin tak ada sampai kau mati

Mungkin itu berarti dirimu terlalu suci untuk semua lelaki di fana saat ini

Mungkin lelaki suci itu menanti di istana kekalmu, yang kaubangun dengan segala kekhusyu’an tangis do’amu.

 

Ukhtifillah, Pilihan Allah tak selalu seindah inginmu, tapi itu pilihan-Nya

Tak ada yang lebih baik dari pilihan Allah

Mungkin kebaikan itu bukan pada lelaki yang terpilih itu, melainkan pada jalan yang kaupilih, seperti kisah seorang wanita sudi di masa lalu yang meminta ke-Islam-an sebagai mahar pernikahannya.

Atau mungkin kebaikan itu terletak pada keikhlasanmu menerima keputusan Sang Kekasih Tertinggi.

Kekasih tempat kita memberi semua cinta dan menerima cinta dalam setiap denyut nadi kita.

 

****

Hummm… tiba2 aja teringat dengan puisi ini. Puisi ini dulu pernah didapat dari acara kemuslimahan di kampus dan sekarang mendapatkannya kembali di sebuah blog. Entah siapa yang menuliskannya. Indah banget ya tausiyahnya. Walaupun dalam hati masih berkata, sepertinya ini cocoknya buat remaja atau mahasiswa deh, yang dunianya penuh dengan warn-warna merah jambu. Eeeer… tapi, gak juga sih! (Muncul pertenatangan batin) Di dunia kerja juga tetap harus waspada. Gak boleh merasa aman, sekalipun bergaul dengan bapak2 yang udah tua tua. Justru mereka lebih berbahaya! Tua-tua keladi. Hehehehe… Coba deh telusuri berapa banyak kasus perselingkuhan di perkantoran? Wuih serem. Selingkuhnya udah bukan lagi sekadar sms-an atau telpon2an. Na’udzubillahi min dzalik. Laki2 tuh ada masa puber keduanya. Konon katanya di usia 40-an. Wah! pas masa2 jaya tuh. Bapak2 usia segitu rata2 duitnya lagi banyak2nya, tampang masih ok, banyak relasi, dll. Fuiiiiih… kalau udah begini suka pingin berhenti kerja aja (mode bimbang). Apakah perempuan bekerja itu menimbulkan fitnah? Kalau lah ini disebut darurat, sampai kapan daruratnya? Eeeer… sulit juga menjawabnya. Di sisi lain, perempuan punya potensi dan wajib berdawah pada muslimah lainnya. So.. kalo ga ada aktivis dawah muslimah di perkantoran siapa yang mau da’wahi mereka? Emang c, bisa aja ibu2 rumah tangga menda’wahi ibu2 karir. Tapi… orang akan mengerti suatu kondisi apabila ia pun pernah mengalami kondisi tsb. La kalo ibu RT mau da’wahi ibu2 karir, pasti binun kalo dihadapkan dgn problematika yang dihadapi mad’u nya. Akibatnya g bisa cari solusinya. Jadi pertanyaannya: kalau kerjanya diniatkan untuk menggulirkan da’wah muslimah di tempat kerja, apakah ini sah? Wah, jadi tanda tanya deh!

Jadi sekarang kenapa kerja? Secara pribadi, sy akan menjawab bahwa sy harus mandiri. Walalupun perempuan selalu memiliki wali yang wajib memenuhi segala kebutuhan hidupnya, sy merasa bertanggungjawab thd diri n keluarga agar tidak menjadi beban bagi orang lain. Dengan bekerja dan berpenghasilan, kita bisa bebas berinfaq dan membiayai da’wah dengan kantong kita.

Ngomong2 soal kerja, menjadi pegawai bukanlah kunci sukses untuk menjadi kaya. Lihatlah para sahabat rasul yang milyarder. Adakah diantara mereka yang menjadi pekerja?

Wah jadi ngelantur nih! ^_^V

Me n My Beat

December 19, 2008

Sudah berapa bulan ya aku berteman dengannya? Tepatnya dia telah menjadi teman setiaku. Tiga bulan kali ya. Mendapatnya penuh perjuangan. Nabung, ngirit, mengencangkan ikat pinggang (lebay kaleee c!), lobi2 ke ortu, dll. Akhirnya aku bisa juga punya motor. Alhamdulillah… Banyak cerita yang kulalui bersama beat ku. Yang paling berkesan adalah beat ku mengajari aku tentang bertanggung jawab atas pilihan yang telah kita buat.

Waktu niat beli motor sempat ditentang ortu. Alasannya? motor gak aman! Bikin orang celaka. bahaya banget deh pokoknya. Fiuh… Alternatif lainnya? kost di sekitar gerlong (biar dekat tempat kerja). Tapi… Gak boleh juga dan emang stlh dikalkulasi emang lebih irit tinggal di rumah. Gak usah mikirin makan, bayar kost, belanja bulanan … (namanya jg numpang sama ortu =D) So… aku waktu itu bersikeras mau beli motor. Secara uangnya uang sendiri kok. Gak minta sepeser pun dari ortu. Alhamdulillah… akhirnya dapat restu juga.

Masalah berikutnya adalah motornya apa? yang pasti harus matic. Why? Biar leluasa (baca: gak usah ganti kebiasaan berpakaian). Matic rata2 didesain buat cw, so gak mengubah kepribadian walaupun udah pakai motor. Tapi maticnya yang mana? mio? vario? beat? spin? air blade? sky wave? (nouve g dijadiin pilihan waktu itu). Pilihan dikerucutkan menjadi mio, beat dan spin. Soalnya vario, air blade n sky wave mahal bangetzzzzzzz. Mio udah pasaran banget. Spin cc nya besar, artinya boros. Akhirnya pilihan jatuh pada beat. Apalagi iklannya lagi gencar banget 1L=70km. Irit abissss. (Jadi korban iklan deh!)

Beatnya warna apa? Waktu itu yang available warna pink. Aduh… centil banget ya. Kalo pink kasian papa, jadi aneh kalo pakai. Heuheu, masa Bapak2 pakai motor warna pink c? Risikonya kalau pingin pakai warna lain harus indent hingga 2 pekan. Ya… udah lah gpp. Udah siap mental dan nyiapin ruang hari untuk sedikit bersabar. Kuputuskan untuk memilih warna hitam. Gak usah yang aneh2 lah, yang normal2 aja.

Eh… dasar emang udah jodah kali ya sama honda beat item. Tiba2 aja ada beat hitam yang tersedia di salah satu dealer motor. Waktu itu ketemu mobil bak yang ngangkut motor honda di stopan jl supratman. Trus iseng minta brosurnya dan ngontak ke CP yang tertera di situ. Eh… ternyata ada donk motornya. Padahal udah ke 2 dealer dan mendapatkan jawaban yang sama. Stok honda beat di jawa cuman dikit. Banyaknya di luar jawa. Alhamdulillah  beat hitamnya udah nyampe di rumah hanya selang waktu 1 hari dari pemesanan. Padahal udah siap mental 2 minggu nunggu.

Di sini lah kisahnya bermula. pas lagi senang2nya. Muncullah permasalahan. Ternyata beatnya 1L gak nyampe 70km. Itu semua bull shit! 1L cuma xx km (disensor! karena parah banget performancenya). Menurut keterangan salesnya, itu karena motornya masih baru dan masih stelan pabrik. Ok! akhirnya baru 1 minggu motornya udah di service. Lengkap! langsung ganti oli segala. Padahal, normalnya 2 bulan pemakaian atau 500km, baru di service untuk pertama kali. Entah karena sugesti atau memang salah liat indikator bensin, stlh di service rasanya memang 1L gak lagi xx km, tapi jadi 40km-an (rata-rata). Ternyata, emang 70km itu tergantung dari berbagai faktor: 1) beban yang diangkut, 2) kecepatan dan arah angin, 3) stabilitas kecepatan motor (sering ganti gigi apa gak), 4) jalanan nanjak apa nurun, 5) dll….. hhhhhhhhh! ternyata! beginilah pilihan yang telah aku buat! bikin deg-degan dan cemas. Tapi… lama2 aku udah g mikirin lagi berapa km seliternya. Udah cuek aja. Udah g peduli. Motornya udah jadi miliki. Gak mungkin dibalikin lagi.

Trus … ada lagi! beberapa pekan lalu, tiba2 aja motornya bunyi bunyi kalo diajak jalan pelan. Seperti motor yang udah tua, berderit2. Aduuuuuuh! Malu2in. Rupanya, ada masalah di roda depan. gak terlalu ngerti teknisnya gimana. yang pasti stlh service kedua, deritannya udah hilang. Bagus sih pelayanan bengkelnya (AHASS), memuaskan lah! Sekarang udah makin maklum sama nih motor. Udah makin kelihatan jeleknya. Tapi udah terlanjur sayang n g niat buat ganti. Males!

Walopun baru, beatnya udah bared2. 1) kaca spion kanan dan kiri. Pasalnya jalan masuk dari gerbang ke pintu rumah sempit banget akibat terhalang mobil. Waktu masih baru banget belajar motor, kaca spionnya ngegores ke tembok, ke kusen pintu, dan tempat-tempat lainnya. Habislah catnya menjadi garis2. 2) Cover ban belakang. Pernah 2 kali ke ‘gasruk’ mobil (jenis avanza dan feroza). Trus pernah mundur dan gak liat belakang, jadinya nubruk tembok. 3) ini yang terparah, bagian ujung belakang cover knalpot cacat ketabrak motor (Jadi kayak digigitin tikus). Bodohnya waktu ketabrak motor aku g minta ganti rugi sama penabrak. karena buru2 mu ke kantor. Takut telat!!! Emang stupid c. Tapi justru ini lah yang membuat aku belajar ikhlas dan tanggung jawab atas pilihan dan tindakanku. Untuk kejadian 2 dan 3, seharusnya aku bisa minta ganti rugi sama pelaku. Tapi gak tahu kenapa males banget berurusan soal beginian. Belum dicoba c (dan gak berharap berurusan soal tubrukan atau srempetan di jalanan)

Ya udahlah… motorku ada di bawah kendaliku. Mulai dari beli, penggunaan, maintenance aku yang bertanggungjawab. So.. kalo skrg motornya udah g mulus lagi dan aku g minta ganti rugi sama yg bikin motorku g mulus ya aku musti nanggung sendiri risikonya. Salah sendiri males berurusan! Salah sendiri pingin punya motor. Salah sendiri motornya dipake di jalan raya. Tapi… gara-gara beat ini aku jadi mengerti ttg arti pilihan dan konsekuensi atas pilihan. Ikhlas menerima segala kekurangan yang tiba-tiba muncul di tengah perjalanan. Cepat mengubah setting di pikiran atas persepsi awal ttg segala kebaikan yg ada pada pilihanku.

Aku yakin… ini adalah tarbiyah dari Allah. Ini hanyalah sebuah simulasi kecil yang Allah berikan. Hidup adalah pilihan. Tetapi pililhan ini tidak sendirian, ia dtg bersama dgn konsekuensi yang menyertainya. Mungkin Allah ingin menyiapkan aku akan pilihan2 lain yang jauh lebih besar daripada hanya sekadar membeli motor dan meminta ganti rugi pada ‘perusak’ motor kita.

Ya Allah… tetapkan hati ini dalam keikhlasan dan kesabaran serta tanggung jawab atas segala amanah yang Engkau berikan. Amin.

Wow!!!!!!!!

Hari ini dan kemarin blog ini diklik 82 kali dan 72 kali. Rekor. Banyak pisan. Rata-rata sehari 20an klik aja. Tapi kali ini banyak banget. Terima kasih atas kunjungannya. Moga blognya bermanfaat, ^_^ 

Stand Alone YM Installer

December 15, 2008

YM bisa diinstall secara offline lho. Installernya bisa didownload di sini:

http://download.yimg.com/ycs/msg/dl/msgr9/us/ymsgr900_2034_us.exe

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Viewfinder Design