AHSANUL KALAM

July 29, 2008

ME!!???

Filed under: Pembelajar

http://www.itb.ac.id/news/2167

TFT SSDK 2008 : Kriteria Sukses Ditentukan Diri Sendiri

kristiono
Jumat, 25 - Juli - 2008, 13:56:09

BANDUNG, itb.ac.id – Bisakah mahasiswa tetap aktif diberbagai kegiatan namun tetap berprestasi cemerlang di bidang akademik? Jawabannya BISA. Hal ini dibuktikan oleh dua sosok mahasiswa ITB – kini sudah lulus – Djunaedi, Informatika 1997, dan Detri, Elektro 2002.

Kang Djunaedi dan Teh Detri, Kamis, 24 Juli 2008, meluangkan waktu berbagi pengalaman mereka bersama 97 mahasiswa ITB calon trainer Strategi Sukses di Kampus (SSDK) 2008, di Ruang Multimedia GKU Timur ITB. Uniknya, Ketua panitia SSDK 2008, Julian (IF’04), mengundang Kang Djunaedi melalui facebook! Padahal, sesama mahasiswa Informatika ini tak saling kenal sebelumnya.

Panitia TFT SSDK mengundang Kang Djunaedi dan Teh Detri sebagai role model mahasiswa/i yang berhasil menjalani kuliah. Kehidupan akademik seimbang dengan kegiatan ekstrakulikuler.
Djunaedi baru kembali ke Indonesia setelah belum lama ini memperoleh gelar master dari Harvard Business School, Amerika Serikat. Selain sudah master pada usia muda, Djunaedi juga langsung diterima bekerja di Boston Consulting Group, Jakarta, segera setelah lulus dari Informatika ITB. Teh Detri, perempuan aktivis dari Teknik Elektro yang Juli lalu mendapat gelar master dari program studi yang sama kini bekerja di PT Telkom.

Menurut Kang Djunaedi, kunci sukses dirinya adalah dia telah menetapkan tujuan hidupnya selama kuliah di ITB. Kang Djunaedi mematok jatah kiriman uang bulanan dari orang tuanya pada kisaran yang wajar. Konsekuensinya, ungkap Djunaedi, dia harus pandai mengatur keuangan bulanan bahkan kreatif mencari sendiri uang saku tambahan.

Dalam paparannya, Kang Djunaedi membagi resep suksesnya kedalam empat poin, Drive your own success, Have faith, Develop yourself, dan Continuous improvement. Namun, dengan rendah hati, Ia menekankan bahwa kisahnya di kampus ITB, jika kemudian di kategorikan sukses, tidak lepas dari peranan orang tua dan teman–temannya. “Kita tidak bisa sukses sendirian”, katanya. Pertemanan sangat penting untuk memberikan feedback dan saling berbagi. Sebagai penutup, Kang Djunaedi berpesan Don’t compromise your integrity!

Teh Detri, baru saja menjuarai lomba baca Qur’an antar karyawan Telkom se–Indonesia, bercita–cita menggapai sukses yang hakiki, sukses dunia dan akhirat. Perempuan yang siang itu memakai jilbab lebar warna putih ini menekankan pentingnya menjalin hubungan dengan semua kalangan. “Ketika memasuki dunia kerja, saya jadi tau banyak orang yang hebat, dan tidak harus selalu alumni ITB, jadi kita harus terbuka sama orang lain”. Pentingnya menjalin hubungan dan relasi dirasakan Teh Detri ketika dia mengurus kelengkapan dokumen menjelang keberangkatannya ke Belanda beberapa waktu lalu. Ketika itu sudah sangat mepet, namun karena pembimbingnya memiliki hubungan yang baik, proses mengurus dokumen yang sedianya memakan waktu tujuh hari dapat diselesaikan hanya dalam waktu dua hari saja. “Ini bukan kolusi lho”, katanya. Dalam kesempatan ini Teh Detri berpesan kepada semua peserta untuk mulai mengurangi waktu tidur dan bengong!

Mengenai kriteria sukses, kedua pembicara sepakat setiap orang haruslah memiliki kriteria sukses masing–masing yang sesuai dengan visi hidupnya. “Bagi saya ketika kita bahagia, kita sukses”, kata Kang Djunaedi.

Sebelum sesi experience sharing dengan Kang Djunaedi dan Teh Detri, Para calon trainer SSDK 2008 telah mendapatkan sesi pelatihan menjadi trainer dasyat, yang dibawakan oleh Kang Arfi, Trainer Muda mantan Ketua Himpunan Teknik Sipil ITB.

Pelatihan SSDK (Strategi Sukses Di Kampus) adalah salah satu program Tim Percepatan Transformasi ITB untuk meningkatkan prestasi akademik mahasiswa ITB. Pada awalnya, Tim Percepatan Transformasi ITB menerbitkan sebuah buku “Strategi Sukses di Kampus” yang isinya memaparkan kiat–kiat untuk meraih kesuksesan di bidang akademis dan nonakademis. Dari buku tersebut, disusun sebuah pelatihan yang awalnya diutamakan bagi mahasiswa baru. Akan tetapi dalam perkembangannya, pelatihan ini juga diberikan pada mahasiswa tingkat 2 dan tingkat 3

Survei tahun 2004 menunjukkan hanya 23,4% mahasiswa S1 ITB yang lulus tepat waktu. Hal ini cukup mengejutkan karena secara logika mahasiswa ITB memiliki potensi akademik yang baik. Timbul pemikiran, perlu dicari cara untuk melejitkan potensi akademik tersebut dengan tetap memberi kesempatan untuk berorganisasi dan bersosialisasi

Pelaksanaan SSDK 2008 akan berlangsung pada tanggal 16 Agustus 2008 dan merupakan yang kelima sejak SSDK mulai diadakan pada Tahun 2004

 

June 14, 2008

Belajar Bahasa Persia

Filed under: Pembelajar

Kata guru tahfiz ana, kalau pengen pinter belajarlah bahasa persia.

Kenapa?

Kata beliau banyak manuskrip ilmu pengetahuan yang gak diterjemahin ke bahasa lain. Kemungkinan sengaja dilakukan untuk memelihara kejayaan bangsa Persia. Tahu kan zaman dahulu kala Persia dan Romawi pernah menjadi pusat peradaban dunia. Pada saat itu Persia masih menjadi bangsa penyembah matahari.

Iseng-iseng ana cari-cari di internet free lesson bahasa persia. Ana dapat yang satu ini nih:

http://www.easypersian.com/index.html

Lumayan juga. Baru lihat lesson 1-10. Isinya tentang alfabet Persia. Mirip alfabet arab, tapi ada huruf ze, pa dan che.

 

May 22, 2008

kodok tuli

Filed under: Uneg-uneg, Pembelajar, Thesis

jadi kodok tuli kadang lebih baik daripada menjadi kodok normal masihkah kawan ingat kisah dua ekor kodok yang terjatuh ke dalam sumur? ternyata yang bisa melompat keluar sumur adalah kodok yang tuli. sementara kodok yang normal malah mati tak sanggup untuk melompot keluar. why? coz, kodok normal kehabisan energi akibat MENDENGAR perkataan kawan2nya di atas sumur. kodok2 di atas sumur mengejeknya bahwa dia tak akan mungkin bisa selamt dan kembali ke atas sumur. sebaliknya, kodok tuli bisa kembali ke daratan karena KETULIANNYA! dia mengira bahwa kawan2 kodok di atas memotivasi dia melompat keluar sumur. akibatnya di aberusaha sekuat tenaga untuk melompat. hasilnya? dia sukses dan selamat. saat ini… aku ingin menjadi kodok tuli! kodok yang selalu berpikiran baik walaupun terhadap kodok yang mengejeknya! subhanallah…Maha Suci Allah yang telah menciptakan kodok

December 27, 2007

Untuk Bersyukur…

Filed under: Pembelajar

Something to share, take a moment to read….it should make you smile as deep in your heart you know that is how we should live our life.

Aku tak selalu mendapatkan apa yang kusukai, oleh karena itu aku selalu menyukai apa pun yang kudapatkan. Kata - kata di atas merupakan wujud syukur.

 

Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tenteram dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita.Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia…..

Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur. Pertama : Kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki. Anda telah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang terbaik. Tetapi anda masih merasa kurang. Pikiran anda dipenuhi berbagai target dan keinginan. Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah, mobil mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang. Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya. …. Tapi anehnya, ketika keinginan itu sudah didapatkan,kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tidak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi betapapun banyaknya harta yang kita miliki, kita tak pernah menjadi "KAYA" dalam arti yang sesungguhnya. Orang yang "kaya" bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang kaya adalah orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki.

Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan, tapi kita perlu menyadari bahwa berbagai keinginan inilah yang menjadi akar perasaan tidak tenteram. Kita dapat mengubah perasaan kurang berkecukupan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki. Cobalah lihat keadaan di sekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dan syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya hidup. Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat - sifat baik atasan, pasangan, maupun orang - orang di sekitar Anda. Mereka akan menjadi lebih menyenangkan. Seorang pengarang pernah mengatakan , " Menikahlah dengan orang yang Anda cintai, setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi. " Ini perwujudan rasa syukur.

Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang mengeluh karena tak dapat membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak. Ini sebenarnya suatu keinginan yang wajar. Suatu sore ia melihat seseorang yang tak mempunyai kaki, tetapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek berhenti mengeluh dan mulai bersyukur. Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah kecenderungan membanding - bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih beruntung.

Kemana pun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita. Saya ingat , pertama kali bekerja saya senantiasa membandingkan penghasilan saya dengan rekan - rekan semasa kuliah. Perasaan ini membuat saya resah dan gelisah. Sebagai mantan mahasiswa teladan di kampus, saya merasa gelisah setiap mengetahui ada kawan satu angkatan yang memperoleh penghasilan di atas saya. Nyatanya, selalu saja ada kawan yang penghasilannya melebihi saya. Saya menjadi gemar bergonta - ganti pekerjaan, hanya agar tidak kalah dengan rekan - rekan saya. Saya bahkan tak peduli dengan jenis pekerjaannya, yang penting gajinya lebih besar. Sampai akhirnya saya sadar bahwa hal ini tak akan pernah ada habisnya. Saya berubah dan mulai mensyukuri apa yang saya dapatkan. Kini saya sangat menikmati pekerjaan saya.

Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri. Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit jiwa. Pasien pertama sedang duduk termenung sambil menggumam, "Lulu, Lulu…" Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang ini. Si dokter menjawab, "Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Lulu." Si pengunjung manggut-mangggut, tetapi begitu lewat sel lain ia terkejut melihat penghuninya terus menerus memukulkan kepalanya di tembok dan berteriak , "Lulu, Lulu .., " " Orang ini juga punya masalah dengan Lulu ?" tanya pengunjung itu keheranan. Dokter kemudian menjawab, "Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan Lulu…. ".

Hidup kita akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi. Saya ingin mengakhiri tulisan ini dengan cerita mengenai seorang ibu yang sedang terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap bahagia. Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab, " Saya mempunyai dua anak laki - laki. Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup di seberang lautan ini. Kalau berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya di surga……. ."

 

Bersyukurlah. .. Bersyukurlah bila kamu belum memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan .. Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan? Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu tentang sesuatu Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar.. Bersyukurlah untuk masa - masa yang sulit..Di masa itulah kamu tumbuh….. Bersyukurlah untuk keterbatasanmu. .. Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang.. Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru … Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu.. . Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat … Itu memberi pelajaran yang berharga … Mungkin mudah untuk kita bersyukur ketika mengalami hal - hal baik … Namun, hidup yang berkelimpahan justru datang pada mereka yang tetap dapat bersyukur pada masa masa yang sulit … Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif .. Karena itu, temukan cara bersyukur ketika menghadapi permasalahan, maka semua itu akan menjadi berkat bagimu ..

 

sumber: milis kafe muslimah 

November 7, 2007

Orang-Orang Rabbani

Filed under: Pembelajar

Alquran menyuruh kita menjadi orang-orang rabbani. Siapakah orang-orang rabbani itu?

”..Tetapi hendaklah kalian menjadi orang-orang Rabbani, disebabkan kalian terus mengajarkan Al Kitab, dan kalian senantiasa mempelajarinya.” (Ali ‘Imran 79)

 Mereka adalah orang-orang yang senantiasa mengajarkan dan belajar alquran. Mereka adalah orang-orang yang terbaik, seperti yang diungkapkan dalam hadits:

“Yang terbaik di antara kalian adalah yang mempelajari dan mengajarkan al-qur’an.”
(HR Bukhari, Muslim, Ahmad, dan Ashabus Sunan)

Ada tafsiran yang mendalam tentang siapakah orang-orang rabbani ini yang datang dari salah satu tokoh yang paling dirujuk dalam Ilmu Tafsir, Al Imam Ibnu Jarir Ath Thabar.
Jadi… saya gak perlu membahas tentang tafsirnya. Saya cuman pengen berbagi kekaguman saya pada ayat ini. Terutama akan perintah belajar dan mengajarkan.

Betapa belajar dan mengajarkan sesuatu itu memberikan keuntungan yang bagi diri kita sendiri.

Hari ini dan hari senin saya diminta untuk menggantikan Bu Tati mengajar mata kuliah Pengolahan Citra Biomedika untuk S1. Bab yang dibahas adalah rekonstruksi citra dari proyeksi. Humm… pertama kalinya ngajar di kelas… anak-anak tingkat 4 lagi… Malahan pas hari senin, perintah datang begitu mendadak, 30 menit sebelum kelas dimulai. Waduh! cuman dikasih power point bahan kuliahnya. Serem juga… Tapi, gak apa-apa… hadapi saja. Pengalaman…

Alhamdulillah… ternyata gak semengerikan yang dibayangkan. Justru dengan mengajarkan pada orang lain, saya sendiri belajar dan jadi lebih paham apa yang saya ajarkan. Terus terang, sebenarnya ada beberapa hal yang belum saya pahami tentang bab ini. Tapi ternyata, justru saat mengajarlah saya jadi mengerti. Mungkin ini cara Allah membuat saya paham dengan pelajaran ini. Unik ya?

Begitu juga dengan menjadi seorang murabbi atau mentor. Sebenarnya adik-adik binaan kitalah guru yang sebenarnya bagi kita. Bukan kita yang mengajari mereka, tapi mereka yang mengajari kita dan menjaga diri kita. Beruntunglah orang-orang yang dititipi Allah SWT adik-adik binaan, merugilah orang-orang yang menolak ketika diberi adik-adik binaan emoticon.

Gimana ya mendeskripsikannya??? Gini deh, saat gak mentoring atau halaqoh binaan libur… ruhiyah jadi ‘kering’, walaupun liqo sendiri tetap jalan. Kalau ada liqo binaan jadi belajar. Minimal buka-buka buku tentang materi yang akan disampaikan. Trus, karena mengevaluasi ibadah harian binaan, kita juga jadi mengevaluasi ibadah harian sendiri. Karena, membimbing binaan menghafal alquran, kita juga jadi menghafal (terpaksa emoticon). Sering kali dari binaan dapat tausiyah dan pengalaman yang penuh hikmah. Pokoknya indah lah… Gak kebayang gimana kalo gak punya binaan emoticon pasti sedih banget.

Ya… kesimpulannya mah bener banget bahwa perintah untuk belajar dan mengajarkan itu gak bikin kita rugi.

October 5, 2007

SCIENCE HERO: Tom Chau-Biomedical Engineer

Filed under: Pembelajar

this article is taken from this site

 "He who has a "why" to live for, can endure almost any "how." - Dr. Victor Frankyl, Psychiatrist

SCIENCE HERO: TOM CHAU BIOMEDICAL ENGINEER

by Wendy Jewell Tom Chau 

Tom Chau learned compassion at a very young age. His family instilled in him a strong sense of the importance of contributing to the well-being of others. The need to make a difference. Well, he has certainly made a difference in the lives of children living with disabilities. His technological inventions have made it possible for kids with no mobility in their hands to play music. He’s designed devices that make it possible for kids that cannot speak to communicate their thoughts with eye blinks, head turns or hand gestures. His inventions have enabled kids in wheelchairs to fetch something from their closet or under the bed using a joystick or headswitch to control a small robot.

The list of his accomplishments is long and getting longer. His innovation in the emerging field of rehab engineering recently won him the 2005 Young Engineer Award in Canada. What is rehab engineering? Tom says, "…it’s about using science and technology to maximize opportunities for individuals with disabilities. Our goal is to create devices that learn about the child and evolve with their needs, rather than casting them into some kind of ‘typical’ mould. It is inherently an interdisciplinary field, where therapists, physicians, educators, social workers and engineers come together to think and work collaboratively." Asked about how the award has changed his life, Tom replied, "The award has served to awaken in me a sense of pride in engineering. It is not that I was ashamed of it, but one doesn’t typically think of engineers as playing a role in health care. Over time, my identity as an engineer was becoming a bit diluted as we dealt with more and more issues outside the traditional realm of engineering. However, the award has reaffirmed for me the prominent and important role of engineering in 21st century health care, and particularly rehabilitation. It has also helped increase the visibility of our work and to raise awareness about childhood disability. One can only hope that somewhere down the road it will also help to raise funds for research."

Tom with Deane trying his swallowing device. (Bloorview MacMillan - Photographer - Mike Cassese)

MY HERO spoke with Tom Chau recently in Toronto, Canada, where he had just returned from paternal leave to welcome his third child. He is a biomedical engineer who impulsively fled the IBM fast-track 6 years ago to start what has become the highly regarded, innovative PRISM LAB, at the Bloorview MacMillan Medical Centre. What made you become a scientist? "The scientist title is a new one, so I am still getting used to it. I think my gravitation to the profession stems from my engineering background and interest in devices, machines and computers. As a child, I always wondered about how things work and developed a notorious reputation for irreversibly taking apart household items. In addition to taking things apart, I also liked to build things. I think LEGO must be among the top contenders for favorite toy." You have created so many things that help kids be kids…do you have a favorite or top several? "It’s hard to pick a favorite. The virtual music instrument would be among the top choices. It was designed to give children who have physical impairments an opportunity to learn and play music. The technology consists of custom developed software, a web cam and a computer. The camera captures the child’s movements and the software in the computer transforms movements into musical notes. In addition the child sees an image of him or herself overlaid with colored shapes. By interacting with these shapes, the child is able to play musical notes. By simply moving one’s body in space, one is able to create pleasant sounding music. We have designed the instrument such that a child has an opportunity to learn to play increasingly more challenging melodies in time and in the likeness of a desired instrument, such as a piano or flute. In this sense the instrument provides mastery motivation."

 Patient Kajan playing with virtual instrument. (Bloorview MacMillan - Photographer - Mike Cassese)

 "Another favorite is the non-contact, intelligent communication aid. It was designed to facilitate communication when a child loses their ability to speak for a temporary period of time, possibly along with other motor functions. The technology has been implemented on a desktop computer and a tablet computer. In the former case, a touch screen is mounted on a portable pole, like an IV pole, but much sturdier. The screen extends out to a child in a hospital bed. The screen displays a number of pictures representing different messages, such as, "I am cold", "My head hurts" or "I want Mommy." Depending on the child’s function, he or she may select a desired message in a number of different ways. These include touching the screen, activating a single switch (such as a button or eye-blink switch) or using gestures (e.g., drawing a circle with one finger). The idea is that the technology will allow a child to continue communicating even though their function may be declining." How does your lab’s state of the art prosthetic hand work and who can use it? "The prosthetic hand you refer to is powered by muscle sounds. When you voluntarily contract your muscles, they vibrate. Using miniature microphones, this vibration can be measured as sound at the skin surface. We take these sounds and send them into a mini-computer embedded in the hand. This mini-computer is "trained" to recognize the specific signals of each individual user. In this sense, the hand learns about the child’s unique muscle activations. Once trained, the mini-computer then deciphers new sounds that it hears and tries to understand what the user is intending to do. Right now, we have only created a number of prototype prostheses. We are hoping that in the future, people who currently use prostheses, as well as those who have never used a powered prosthesis before, will be able to take advantage of this type of technology."

Grace & Tom at their 1997 wedding (Tom Chau)

What would you do or say if you had the attention of the world for 10 minutes? "This is a tough question. I think I would draw attention to the fact that our time on this world is limited, not to be overly morbid, but to challenge people to live with urgency. We are always in the mode of putting things off until "tomorrow." Charity and service to others should not be held back, but delivered at every first opportunity, for "tomorrow" we may not have such an opportunity. When we think about our lives in these finite terms, we tend to value others more, be quicker to forgive, be more tolerant of others and to be more accepting of differences." Tom Chau certainly seems to be living with urgency and many, many people are glad he is and are benefiting from his tremendous drive and enthusiasm for scientific discovery. What brings him joy? "I enjoy working with children and families, graduate students and interdisciplinary teams. The greatest joy is to see a smile on a child’s face when he or she is able to participate in something previously inaccessible. I also love spending time with my kids, just doing silly things like playing house or pretending we are on a boat." What makes him laugh? "The innocent questions and explanations that children come up with never fail to make me laugh. Partly, the laughter is a celebration of their purity of heart and innocent thought and partly it is a realization of how complicated, we as adults, have made our lives."

Left to right: sister Vicky, Dad Frank, brother James, Mom Irene, and Tom

Tom Chau Asked about heroes, Tom replied: "I think I have a number of different heroes. One would be my father. He is also an engineer and always applied science to solving real life problems. However, the most important thing I learned from him is to treat all individuals with equal respect. As a successful entrepreneur, my father never overlooked the humblest individuals, taking much interest in their lives and well-being. Another one of my heroes is Reverend Tom McKillop who was recently inducted into the Order of Canada for his pioneering work with young people. He is a role model leader for me personally, a living example of "Servant Leadership." How do parents get kids interested in science? "The Magic School Bus series of books is an excellent source of digestible science for children. Further, a trip to the local science centre usually does a great job at stimulating interest. My own children thoroughly enjoy exhibits at the science centre. I think it is also important to ask questions and to encourage children to wonder why things are the way they are. I think children are naturally inquisitive and it’s important for parents and teachers to support that explorative development." Part engineer, part toymaker, Tom Chau’s inventions give kids undergoing severe health crises an opportunity they might not otherwise have: the chance to just be a kid. To paint with no hands, to sing with no voice, to play. And when the very sick child loses the ability to speak, to reach out to his or her mom or dad, when their state of decline severs all ties to the outside world and that child begins to die, Tom Chau’s inventions give them the ability to not be so alone, to not be so afraid. To these kids and to this writer, Tom Chau is much much more than a scientist. He is a god-send. He is the best of men. He is a hero.

September 3, 2007

Jadi Orang Netral

Filed under: Pembelajar

Allah menciptakan alam ini dengan berpasang-pasangan. Ada kanan ada kiri. Ada timur ada barat. Ada baik ada buruk. Semua ada pasangannya. Coba deh… pikirkan, apa yang gak ada pasangannya di muka bumi ini?

Dalam kehidupan sosial, kita menemukan banyak golongan. Jika kita klasifikasikan lagi seringkali kita bisa mengklasifikasikan menjadi dua golongan.

Dilemanya kalau kita berada diantara dua golongan tersebut. Keduanya berusaha menarik kita menjadi bagian darinya.

Ini tuh sering banget terjadi sama aku. Dicurhatin sama orang dan sering jadi subjektif. Ujung-ujungnya jadi terbawa pada suasana hati orang yang curhat.

Ternyata ya, kondisi seperti ini nih bahaya banget. Seharusnya kita sebagai orang yang dicurhatin bersikap netral dan berusaha untuk menetralisir suasana. Bukan pekerjaan yang mudah. Apalagi untuk perempuan yang emang bawaannya perasa. Kita dituntut untuk membuat alternatif-alternatif yang positif dan menggiring curhat negatif itu jadi netral.

Begitulah…

(gak jelas ya…ngomong apa sih ini?)

August 20, 2007

Berbagi Mimpi

Filed under: Pembelajar

Kalau kita punya cita-cita atau mimpi jangan simpan mimpi itu sendirian. Bagilah mimpi itu pada orang di sekeliling anda. Entah itu kawan, sahabat, saudara, guru, siapapun…

Percayalah dengan membagi mimpi langkah anda menuju terwujudnya mimpi anda akan semakin dekat. Minimal anda akan mendapat inspirasi baru dalam mencapai mimpi anda. Pengalaman telah membuktikan ini.

Adalah seorang alumni ITB angkatan 2000 bernama Arif. Dia mempunyai mimpi menguasai Asia tenggara. Iseng-iseng dia mengontak kawan lamanya dan bercerita tentang mimpinya. Saat itu dia tidak punya gambaran sama sekali langkah apa bisa dilakukan untuk mencapai mimpinya. Rupanya tak disangka, sahabat lamanya ini mmberi tanggapan yang luar biasa. Mengapa tidak sekalian menguasai dunia saja?? tanggung amat menguasai Asia Tenggara donk?? Tak hanya berkata-kata, sahabatnya ini menawarkan bisnis CMS (content management system). Dia punya CMS yang lebih canggih daripada CMS yang ada sekarang. Sayangnya CMS jenis ini tidak laku di Indonesia. Singkat cerita mereka berdua dapet link ke Singapura dan Malaysia. Mereka menawarkan produk ini ke perusahaan di sana. Produk ini disambut baik di kedua negara. Akhirnya mereka menjual produk tersbut ke Malaysia. Satu langkah menuju terwujudnya mimpi menguasai Asia Tenggara.

Tentunya masih banyak lagi pengalaman yang membuktikan bahwa berbagi mimpi mendekatkan anda pada terwujudnya mimpi tersebut. 

July 17, 2007

Selesai tidak selesai kumpulkan….

Filed under: Pembelajar

Kalimat ini sering sekali terdengar saat ujian. Waktu kita terbatas, sementara masih ada banyak soal yang belum terjawab. Makin banyak yang tak terjawab makin kecil kemungkinan kita untuk lulus. Sebaliknya, makin banyak yang terjawab dengan benar, makin besar kemungkinan kita untuk lulus.

Kalau kita renungkan, hidup kita tak jauh berbeda dengan ujian. Ujian-ujian akademik kita seperti sebuah simulasi hidup.

Pertemuanku kemarin siang dengan seorang teteh mengingatkan aku akan cepatnya waktu bergulir. Beliau dulu pernah mengisi acara keputrian Annisa ME, waktu aku masih jadi MPO ME. Sekarang, aku sudah tidak lagi mengelola Annisa ME. Satu tahun kepengurusan terasa begitu cepat dan banyak program yang tidak tereksekusi. Waktulah yang membatasi keberadaanku di ME. Selesai tidak selesai aku harus keluar dari ME dan memberikan kesempatan bagi adik-adik angkatanku mengelola ME.

Waktu hidup kita terbatas. Tiap orang punya jatah hidup dan ujian masing-masing.
“Apakah manusia mengira bahwa mereja akan dibiarkan hanya dengan  mengatakan, “Kami telah beriman”, dan mereka tidak diuji?
(QS Al-Ankabut 29:1)

Hidup ini seperti cerita misteri yang dulu pernah popular: Ghostbumps. Ada pilihan-pilihan jalan yang mengantarkan kita pada akhir cerita.

“maka Dia mengilhamkan jalan kejahatan dan ketaqwaannya“
(QS Asy-syams 91:8).

Ada yang memilih jalan jahat ada yang memilih jalan taqwa. Ada yang berpindah-pindah. Tapi semuanya tetap dibatasi oleh waktu. Inilah yang menentukan keberhasilan seseorang dalam mencapai misinya sebagai manusia: beribadah dan menjadi khalifah di muka bumi.Jika waktu habis, tercapai atau tidak tercapai, habislah kesempatan untuk berusaha. Setelah zaman kita berlalu akan ada orang-orang yang baru yang menggantikan kita.

Alangkah bahagianya orang-orang yang menjadi juara dalam hidup ini…seperti Rasulullah. Beliau diwafatkan sesaat setelah menuntaskan misinya menyebarkan risalah yang telah sempurna secara kuantitatif maupun kualitatif.

Mode: gak bisa ngelawan keinginan buat nulis… padahal h-2 ujian dan masih buanyak tugas kuliah. Caiyo Detri! This is only a little part of your life ;)

July 15, 2007

STQ or Ash-Q???

Filed under: Pembelajar

Teriring permohonan maaf yang sebesar-besarnya pada sahabat-sahabatku di Ashabul Quran (Ash-Q), terutama ukh Rida yang gak bosen-bosennya buat hadir di halaqoh Ash-Q. Punten pisan…berhubung selalu bentrok dengan jadwal liqo akhirnya saya memutuskan untuk pindah spektrum dan bergabung dengan STQ Habiburrahman. Aduuuuh… punten pisan nya Ukh Rida, Ukh Dika dan semua-mua pejuang Ash-Q.

Keuntungan gabung di Ash-Q adalah tempatnya dekat dan teman-temannya udah kenal semua. 

Tapi… karena teman-teman yang udah dikenal hafalannya udah pada buanyaaaaaaaaaak, jadi minder surinder emoticon . Kalah sama angkatan yang muda-muda emoticon euy. Gak cuma saya aja tapi Ika dan Echa juga merasakan hal yang sama. Maklum sama-sama pemula dan sama-sama punya otak yang susah dimasukin hafalan alquran emoticon. Jadi kita bertiga sama-sama exodus ke STQ.

Keuntungan bergabung dengan STQ adalah dapet temen-temen baru dan dapet materi tambahan: aqidah, tafsir, tahsin dan bahasa arab. Lengkap bukan? Plus dapet qiyamul lail dan shalat bareng-bareng. Dan yang paling seru adalah dapet makan malem dan pagi emoticon… Padahal iurannya cuman 60ribu/bulan. Puas deh…

Di STQ juga semuanya dianggap sama, semua dianggap gak punya hafalan sama sekali. Semua harus nyetor dari juz 30. Fiuhh… ternyata ya… pas setor… eh disuruh ngulang donk emoticon. Padahal udah ngerasa itulah hafalan yang bener2 kepegang dibanding juz-juz lainya emoticon… sedih pisan… berarti emank parah otak nih…

Tapi gak apa-apa sih, kejadian itu bikin saya mengevaluasi diri… emang jarang murajaah, hafalannya jadi pada kabur. Mulai dari nol lagi itu lebih baik daripada kita gak sadar ada yang salah dari diri kita…

Tahfiz di STQ Habiburrahman memang didesain seperti perkuliahan yang serius. Untuk masing-masing materi ada lembar absensinya. Ada penugasan2  dan evaluasi, bahkan ada ujian tengah semester dan ujian akhir semesternya. Administrasinya juga ketat banget, musti pake fotokopi ijazah segala. Minggu depan bakal ada sesi pemotretan (kayak model aja… emoticon) untuk pembuatan ID Card. Pesertanya juga bener-bener dibatasin. Padahal banyak yang pgn ikut… yang telat daftar ada sampe ditolak.

Ya… sebenernya sih pengen membagi kebahagiaan  merasakan pengalaman spiritual yang didapet di pertemuan pertama STQ kemaren. Gak cuman dapet ilmu yang menjadi bekal hidup, semangat untuk maningkatkan ketaatan, tapi juga sebuah suasana yang tidak bisa digantikan. Setiap menginjakkan kaki di masjid raya habiburrahman, yang kurasakan adalah nuansa itikaf yang syahdu, di sepertiga akhir Ramadhan… aduh kangen…

Kalo udah merasa cape (cape hate tepatnya)…pengen nangis dan pengen membludak… di sini tempatnya. Bisa sembunyi di tiang-tiang mesjid, trus nangis dan berdoa sepuas-puasnya.

Yea… for me Masjid yang satu ini menyimpan berjuta kenangan indah dan akan menjadi tempat yang akan selalu kurindukan… 

 

maaf juga sama temen-temen panitia My Camp atas ketidakkonkritan saya di kepanitiaan. kalian jadi g dtg STQ karna cape tacking ruhiyah ya? afwan jiddan.moga amal antum semua mendapat balasan yang lebih baik…

makasih buat fitri yang udah daftarin saya di STQ

 






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Naoko M