Kenali Alloh

November 6, 2009

 Saat Hatim al-’Asham baru menjejak kota Mekah, kabar kepandaian seorang Yahudi sampai ke telingannya. Alim yang satu ini tak menyisakan waktu untuk menemui orang tersebut.

    Hatim ingin menantangnya berdebat.

    Si Yahudi menyambut Hatim dengan enam pertanyaan:

    "Apa yang tidak diajarkan oleh Allah?"

    "Apa yang tidak dimiliki Allah?"

    "Apa yang ada di kedai Allah?"

    "Apa perintah Allah terhadap para hamba-hamba-Nya?"

    "Apa yang diikat Allah?"

    "Apa yang dilepas Allah?"

    "Saya akan menjawabnya dengan cara Islam," kata Hatim mula-mula.

    "Silahkan," yang bertanya mempersilahkan.

    Hatim lalu menjelaskan:

    "Yang tidak diajarkan Allah adalah mengenai adanya sekutu dengan Dia dan bahwa Allah mempunyai anak. Sungguh Allah tidak pernah mengajarku itu.

    "Yang tidak dimiliki Allah adalah sifat zalim. Dia tidak pernah menzalimi hamba-Nya dengan sesuatu apapun."

    "Yang tidak ada dalam kedai Allah adalah kefakiran. Dia Allah Yang Mahakaya dan kalian fakir."

    "Yang diminta pada para hamba-Nya adalah hutang nazar (barang siapa berhutang kepada Allah dengan hutang yang baik)."

    "Yang diikat Allah adalah orang kafir dengan tali panggang api neraka."

    "Dan yang dilepaskan-Nya dari tali panggang api neraka adalah hamba-Nya yang dicintai."

    Argumentasi ini rupanya dapat menggugah hati dan menerangi langkah lawan debat Hatim. Dia akhirnya sukarela memeluk Islam.

CANGKIR YANG CANTIK

 

 

Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik.”Lihat cangkir itu,” kata si nenek kepada suaminya. “Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat,’ ujar si kakek.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara “Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.

Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop!Stop! Aku berteriak, tetapi orang itu berkata “belum!” lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop! Teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas! Panas! Teriakku dengan kera. Stop! Cukup! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata “belum!’.

Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop! Stop! Aku berteriak.

Wanita itu berkata “belum!” lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya!. Tolong! Hentikan penyiksaan ini! Sambil nangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku. Ia terus membakarku. Setelah puas “menyiksaku” kini aku dibiarkan dingin.

Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena dihadapanku berdiri sebuah cangkir yang bergitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.

Bisa dibaca di sini juga

KISAH TUKANG CUKUR

Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat. Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang TUHAN. Si tukang cukur bilang,”Saya tidak percaya kalau TUHAN itu ada”. “Kenapa kamu berkata begitu ?” tanya si konsumen. “Begini, coba kamu perhatikan di depan sana, di jalanan…. untuk menyadari bahwa TUHAN itu tidak ada”. “Katakan kepadaku, jika TUHAN itu ada. Adakah yang sakit? Adakah anak-anak terlantar? Adakah yang hidupnya susah?” . “Jika TUHAN ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan”. “Saya tidak dapat membayangkan TUHAN Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi”. Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon apa yang dikatakan si tukang cukur tadi, karena dia tidak ingin terlibat adu pendapat. Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur. Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar (Jawa : mlungker-mlungker – Red), kotor dan brewok, tidak pernah dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat. Si konsumen balik ke tempat tukang cukur tadi dan berkata : “Kamu tahu, sebenarnya di dunia ini TIDAK ADA TUKANG CUKUR..!” Si tukang cukur tidak terima, dia bertanya : ”Kamu kok bisa bilang begitu?”. “Saya tukang cukur dan saya ada di sini. Dan barusan saya mencukurmu!” “Tidak!” elak si konsumen. “Tukang cukur itu TIDAK ADA! Sebab jika tukang cukur itu ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana“, si konsumen menambahkan. “Ah tidak, tapi tukang cukur itu tetap ada!”, sanggah si tukang cukur. “Apa yang kamu lihat itu adalah SALAH MEREKA SENDIRI, kenapa mereka tidak datang kepada saya untuk mencukur dan merapikan rambutnya?”, jawab si tukang cukur membela diri. “COCOK, SAYA SETUJU..!” kata si konsumen. “Itulah point utamanya!.. Sama dengan TUHAN. “Maksud kamu bagaimana?”, tanya si tukang cukur tidak mengerti. Sebenarnya TUHAN ITU ADA ! Tapi apa yang terjadi sekarang ini.? Mengapa orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU mencari-NYA..? Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.” Si tukang cukur terbengong !!!! Dalam hati dia berkata : “Benar juga apa kata dia..kenapa aku tidak mau datang kepada TUHANKU, untuk beribadah dan berdoa, memohon agar dihindarkan dari segala kesusahan dalam hidup ini..?” JIKA ANDA BERPIKIR TUHAN ADA , SAMPAIKAN CERITA INI KEPADA ORANG LAIN…SEMOGA KITA SELALU DIBERI KEBAIKAN DAN KEBAHAGIAAN HIDUP INI..AMIEN..
 
Postingan ini ada juga di sini

Cinta Tanpa Syarat

Ada seorang pemuda yang telah dikirim menjadi prajurit dalam sebuah peperangan. Setelah sekian lama bertempur di medan perang, akhirnya diperbolehkan pulang. Sebelum kembali ke kampung halamannya, pemuda itu menelpon terlebih dahulu kedua orang tuanya.
“Ibu, Ayah… Aku sedang menuju pulang. Tapi, sebelum sampai, aku ingin menanyakan dulu satu hal. Aku punya seorang teman yang ingin kubawa pulang bersamaku. Bolehkah ? “
“Tentu..”, jawab kedua orang tua sang pemuda.
“Tapi, ada satu hal yang harus Ibu dan Ayah ketahui…”, lanjut sang pemuda, “Temanku ini sedang terluka akibat perang. Ia kehilangan satu tangan dan satu kakinya. Ia tak tahu ke mana harus pulang, dan aku ingin dia tinggal bersama kita”.
“Oh, kasihan sekali..”, ujar kedua orang tuanya. “Mungkin kita bisa mencarikannya suatu tempat untuk tinggal”.
“Tidak, Ibu, Ayah… Aku ingin dia tinggal bersama kita”.
“Anakku..”, ujar sang Ayah. “Kamu tak tahu apa yang sedang kamu minta. Seseorang yang cacat akan menjadi beban untuk kita. Kita punya kehidupan sendiri, dan sesuatu seperti ini tidak bisa mencampuri kehidupan kita. Menurut Ayah, sebaiknya kamu pulang saja dan lupakan temanmu itu. Ia pasti akan menemukan sendiri cara untu hidup”.Sang pemuda terdiam beberapa saat, lalu ia menutup gagang teleponnya.
Beberapa hari kemudian, Ayah dan Ibu pemuda itu mendapat kabar dari kepolisian. Seorang pemuda telah bunuh diri dan menurut identitas yang ada, pemuda itu adalah putra mereka. Dengan sedih kedua orang tua itu menuju tempat kejadian. Mereka berharap kabar itu salah alamat. Saat mereka tiba di ruang jenazah, ternyata benar. Mereka yakin bahwa jenazah itu adalah anaknya. Namun, yang membuat mereka terkejut adalah jenazah itu hanya memiliki satu tangan dan satu kaki. Oh, betapa teririsnya hati kedua orang tua itu. Hancur sehancur-hancurnya.

Postingan ini dapat juga dilihat di : http://mutiaraterserak.blogspot.com/2009/11/cinta-tanpa-syarat.html

Ibuku Seorang Pembohong??? ?

September 24, 2009

sekadar buat renungan…

Sukar untuk orang lain percaya,tapi itulah yang terjadi, ibu
saya memang seorang pembohong!! Sepanjang ingatan saya
sekurang-kurangnya 8 kali ibu membohongi saya. Saya perlu catatkan
segala pembohongan itu untuk dijadikan renungan anda sekalian.
Cerita ini bermula ketika saya masih kecil. Saya lahir sebagai seorang
anak lelaki dalam sebuah keluarga sederhana. Makan minum serba kekurangan.
Kami sering kelaparan. Adakalanya, selama beberapa hari kami terpaksa
makan ikan asin satu keluarga. Sebagai anak yang
masih kecil, saya sering merengut. Saya menangis, ingin nasi dan
lauk yang banyak. Tapi ibu pintar berbohong. Ketika makan, ibu sering
membagikan nasinya untuk saya. Sambil memindahkan nasi ke
mangkuk saya, ibu berkata : “”Makanlah nak ibu tak lapar.”

–PEMBOHONGAN IBU YANG PERTAMA.
Ketika saya mulai besar, ibu yang gigih sering meluangkan watu
senggangnya untuk pergi memancing di sungai sebelah rumah. Ibu
berharap dari ikan hasil pancingan itu dapat memberikan sedikit makanan
untuk membesarkan kami. Pulang dari memancing, ibu memasak ikan segar yang mengundang selera. Sewaktu saya memakan ikan itu, ibu duduk disamping kami dan memakan sisa daging ikan yang
masih menempel di tulang bekas sisa ikan yang saya makan tadi.
Saya sedih melihat ibu seperti itu. Hati saya tersentuh lalu memberikan
ikan yg belum saya makan kepada ibu. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya. Ibu berkata : “Makanlah nak, ibu tak suka makan ikan.”

– PEMBOHONGAN IBU YANG KEDUA.
Di awal remaja, saya masuk sekolah menengah. Ibu biasa membuat kue
untuk dijual sebagai tambahan uang saku saya dan abang. Suatu saat,
pada dinihari lebih kurang pukul 1.30 pagi saya terjaga dari tidur. Saya melihat ibu membuat kue dengan ditemani lilin di hadapannya. Beberapa kali saya melihat kepala ibu terangguk karena ngantuk. Saya berkata : “Ibu, tidurlah, esok pagi ibu kan pergi ke kebun pula.” Ibu tersenyum dan berkata : “Cepatlah tidur nak, ibu belum ngantuk.”

– PEMBOHONGAN IBU YANG KETIGA.
Di akhir masa ujian sekolah saya, ibu tidak pergi berjualan kue seperti biasa supaya dapat menemani saya pergi ke sekolah untuk turut menyemangati. Ketika hari sudah siang, terik panas matahari mulai menyinari, ibu terus sabar menunggu saya di luar. Ibu seringkali saja tersenyum dan mulutnya komat-kamit berdoa kepada Illahi agar saya lulus ujian dengan cemerlang. Ketika lonceng berbunyi menandakan
ujian sudah selesai, ibu dengan segera menyambut saya dan menuangkan kopi yang sudah disiapkan dalam botol yang dibawanya. Kopi yang kental itu tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang ibu yang jauh lebih kental. Melihat tubuh ibu yang dibasahi peluh, saya segera memberikan cawan saya itu kepada ibu dan menyuruhnya minum. Tapi ibu cepat-cepat menolaknya dan berkata : “Minumlah nak, ibu tak haus!!”

– PEMBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT.
Setelah ayah meninggal karena sakit, selepas saya baru beberapa
bulan dilahirkan, ibulah yang mengambil tugas sebagai ayah kepada kami
sekeluarga. Ibu bekerja memetik cengkeh di kebun, membuat sapu lidi
dan menjual kue-kue agar kami tidak kelaparan. Tapi apalah daya seorang ibu. Kehidupan keluarga kami semakin susah dan susah.
Melihat keadaan keluarga yang semakin parah, seorang tetangga yang baik hati dan tinggal bersebelahan dengan kami, datang untuk membantu ibu. Anehnya, ibu menolak bantuan itu… Para tetangga sering kali menasihati ibu supaya menikah lagi agar ada seorang lelaki yang menjaga dan mencarikan nafkah untuk kami sekeluarga.. Tetapi ibu yang keras hatinya tidak mengindahkan nasihat mereka. Ibu berkata : “Saya tidak perlu cinta dan saya tidak perlu laki-laki.”

– PEMBOHONGAN IBU YANG KELIMA.
Setelah kakak-kakak saya tamat sekolah dan mulai bekerja, ibu pun sudahtua. Kakak-kakak saya menyuruh ibu supaya istirahat saja di rumah. Tidak lagi bersusah payah untuk mencari uang. Tetapi ibu tidak mau. Ibu rela pergi ke pasar setiap pagi menjual sedikit sayur untuk memenuhi keperluan hidupnya. Kakak dan abang yang bekerja jauh di kota besar sering mengirimkan uang untuk membantu memenuhi keperluan ibu, pun begitu ibu tetap berkeras tidak mau menerima uang tersebut. Malah ibu mengirim balik uang itu, dan ibu berkata : “Jangan susah-susah, ibu ada uang.”

– PEMBOHONGAN IBU YANG KEENAM.
Setelah lulus kuliah, saya melanjutkan lagi untuk mengejar gelar sarjana di luar Negeri. Kebutuhan saya di sana dibiayai sepenuhnya oleh sebuah perusahaan besar. Gelar sarjana itu saya sudahi dengan cemerlang, kemudian saya pun bekerja dengan perusahaan yang telah membiayai sekolah saya di luar negeri. Dengan gaji yang agak lumayan, saya berniat membawa ibu untuk menikmati penghujung hidupnya bersama saya
di luar negara. Menurut hemat saya, ibu sudah puas bersusah payah
untuk kami. Hampir seluruh hidupnya habis dengan penderitaan, pantaslah kalau hari-hari tuanya ibu habiskan dengan keceriaan dan keindahan pula. Tetapi ibu yang baik hati, menolak ajakan saya. Ibu tidak mau menyusahkan anaknya ini dengan berkata ; “Tak usahlah nak, ibu tak bisa tinggal di negara orang.”

– PEMBOHONGAN IBU YANG KETUJUH.
Beberapa tahun berlalu, ibu semakin tua. Suatu malam saya menerima
berita ibu diserang penyakit kanker di leher, yang akarnya telah menjalar kemana-mana. Ibu mesti dioperasi secepat mungkin. Saya yang ketika itu berada jauh diseberang samudera segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Saya melihat ibu terbaring lemah di rumah sakit, setelah menjalani pembedahan. Ibu yang kelihatan sangat tua, menatap wajah saya dengan penuh kerinduan. Ibu menghadiahkan saya sebuah senyuman biarpun agak kaku karena terpaksa menahan sakit yang menjalari setiap inci tubuhnya. Saya dapat melihat dengan jelas betapa kejamnya penyakit itu telah menggerogoti tubuh ibu, sehingga ibu menjadi terlalu lemah dan kurus. Saya menatap wajah ibu sambil berlinangan air mata. Saya cium tangan ibu kemudian saya kecup pula pipi dan dahinya. Di saat itu hati saya terlalu pedih, sakit sekali melihat ibu dalam keadaan seperti ini. Tetapi ibu tetap tersenyum dan berkata : “Jangan menangis nak, ibu tak sakit.”

– PEMBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.
Setelah mengucapkan pembohongan yang kedelapan itu, ibunda tercinta menutup matanya untuk terakhir kali. Dibalik kebohongannya, tersimpan cintanya yang begitu besar bagi anak2nya. Anda beruntung karena masih mempunyai orangtua… Anda boleh memeluk dan menciumnya. Kalau orangtua anda jauh dari mata, anda boleh menelponnya sekarang, dan berkata, ‘Ibu / Ayah,saya sayang ibu / ayah.’ Tapi tidak saya, hingga kini saya diburu rasa bersalah yang amat sangat karena biarpun saya mengasihi ibu lebih dari segala-galanya, tapi tidak pernah sekalipun saya membisikkan kata-kata itu ke telinga ibu, sampailah saat ibu menghembuskan nafasnya yang terakhir. Ibu, maafkan saya. Saya sayang ibu….…

“Ada satu KISAH pada jaman Rasulullah SAW, seorang sahabat bertanya kepada Rasul, ” Ya, Rasulullah, saya membawa Ibu saya dgn cara Menggendongnya (dr daerahnya yg jarak tempuhnya lbh krg 2 bulan berjalan kaki) ke Tanah Suci ini (Mekkah-utk Berhaji), apakah saya sdh dpt membalas budi kpd Ibu saya. Rasulullah bertanya :”Apakah dlm perjalananmu ada … tetes darah yg keluar dr Tubuhmu?”, “Tidak”, jawab sahabat. Rasulullah Berkata :”Tahukah kamu berapa Tetes darah yg dikeluarkan Ibumu disaat ia melahirkanmu, dan berapa Tetes air susu yg telah diberikannya kepadamu”.

 

Diambil dari : http://asisma.blog.plasa.com/2009/09/11/ibuku-seorang-pembohong/

BLOG DIVERSIFICATION

June 30, 2009

Wah… apaan nih?

Menurut kamus, diversification artinya pembedaan. 

Nah.. kalau yang aku maksud di sini sih… mengambil istilah diversifikasi dalam pertanian. Halah… apaan coba? Istilah diversifikasi dalam pertanian artinya menanam berbagai jenis tanaman. Dalam hal ini yang dibuat ‘berbagai’ adalah blog. Sekarang aku punya berbagai blog dengan berbagai cita rasa (emangnya makanan???)

BISNIS ONLINE tempatnya sharing belajar ngedapetin uang dari internet

JOURNEY TO THE LIGHT tempatnya sharing kehidupan spiritual. Aiih… sok spiritual banget. =p 

LEARNING SPOT tempatnya belajar teknologi informasi dan komunikasi

Diantara ketiga blog baru ini yang paling bagus backgroundnya yang LEARNING SPOT. Tapi yang ini yang paling males diisi. Hehehe… susah mengekspresikan ilmu ICT dalam bentuk tulisan. Tepatnya belum menguasi banget bidang ICT ini, jadi susah nulisnya, wong yang mau ditulis aja gak tahu apa… hahaha…

Kalau yang paling aku suka widgetnya yang BISNIS ONLINE. Kenapa? soalnya widget feed. Kan aku nge-link-in blog ini, JOURNEY TO THE LIGHT dan LEARNING SPOT di BISNIS ONLINE. Setiap kali ada update, update-annya akan tampil. Keren.. suka banget deh sama widget ini. ;)

Nah… kalau si JOURNEY TO THE LIGHT apanya yang disukain? masa dianaktirikan? kasihan banget sih! JOURNEY TO THE LIGHT paling ok contentnya. Walaupun cuman copy paste, tapi isinya penuh dengan tazdkiroh yang mengingatkan kita pada Allah. Hmm… amin amin… mudah2an istiqomah menulis untuk kebaikan. Soal lay out… aku suka lay out 3 column dan ornamen butterfly nya apalagi warna biru nya. Imut banget. Sayangnya layoutnya terlalu dominan di kanan jadi kurang enak dipandang di layar. Pingin ganti yang lebih bagus, tapi belum ketemu.

Lalu… apa kabar AHSANUL KALAM? ya tentu saja.. dikau blog tersayang. My 1st blog. Walaupun layoutnya paling berantakan, tapi ttp aja sayang banget sama blog ini. Sayangnya gak bisa diungkapin dengan kata-kata. 

Hmm … seperti seorang lelaki yang memiliki 4 istri. Ngaco deh. Astaghfirullah …

Menyelami Dunia Para Gamers

May 8, 2009

Salah satu market potensial untuk layanan speedy ternyata adalah game online. Awalnya gak tertarik sama sekali mengetahui dunia para gamers. Why? yang aku tahu game itu banyak dampak negatif nya. Bikin orang lambat lulus kuliah, anak2 jadi kecanduan, belum lagi muatan gamenya yang banyak mengandung kekerasan. Hiiiiiii… serem banget

Ada sebuah game yang menurut saya cukup menarik. Katanya sih namanya Trivia (CMIIW). Goal dari game ini adalah membangun sebuah kota. Pemain dituntut untuk mambu membangun koalisi dgn pemain2 lainnya dalam mencapai goal ini. Disamping itu, pemain jg dituntut untuk cerdik membangun strategi. Persis banget lah seperti upaya sebuah negara menguasai negara lainnya. Membangun benteng, mempersiapkan logistik, mengatur strategi dan lain sebagainya. Seperti sebuah simulasi peperangan. Menurutku ini bagus.Tapi… yang namanya simulasi peperangan gak akan lepas dari acara bunuh2an. Nah ini dia yang bahaya, adegan bunuh2an ini lo… kalau yang main anak2 dan mereka tidak dibekali dengan pemahaman yang baik. Bisa gawat! 

Sebuah game bisa bikin orang kecanduan, mirip narkoba. Kalau udah sakau… gak bisa deh dihalang2in. Orang bisa begadangan semalaman demi mencapai level tertentu dalam game tersebut.

Ada lagi level yang lebih parah dari kecanduan, gengsi. Biasanya gamers punya komunitas dan saling bersaing antarsesama anggotanya. Yang sukses mencapai level tertinggi, itulah yang paling hebat. Nah…… ternyata… peluang ini dilihat oleh gamer2 yang ulung untuk mencari dolar. Muncullah isitilah joki game. Ternyata joki gak cuman di UMPTN aja. Seorang gamer membayar joki untuk mencapai level game yang diinginkan. Wah… ada2 aja bisnis yang tercipta dari jaringan internet ini. karena jaringan joki ini sudah bersifat internasional, bayarannya pun tak tanggung-tanggung, DOLAR!

Ternyata, dunia gamers tidak sesederhana yang dibayangkan, bukan hanya kesenangan semata, tapi ada motivasi ekonomi yang melatarbelakanginya. Begitu juga bagi ISP, game online ini menjadi sebuah titik pendongkrak revenue.

Dilematis memang…Dalam kasus ini ISP menjadi pemegang kunci hidup dan mati game online. Tidak ada ISP, tidak ada game online. Begitu juga sebaliknya, ISP membutuhkan game online untuk kelangsungan hidupnya. Berdasarkan pengamatanku ISP menutup matanya rapat2 atas dampak buruk yang menghinggapi para gamers. Namanya juga perusahaan, orientasinya profit! 

Yang bisa kita lakukan sekarang adalah membentangi orang2 yang kita sayangi dari dampak buruk game online. Lebih jauh lagi… kita ditantang untuk membuat game2 online edukatif yang jauh lebih ‘menggemaskan’ daripada game online existing. 

Bagaimana menurut pendapat anda?

Ukhuwah Itu …

April 15, 2009

Ukhuwah itu …

Bukan sekadar pertemanan atau persahabatan

Ukhuwah itu …

Bahkan lebih kuat daripada persaudaraan yang diikat dengan pertalian darah

Ukhuwah itu …

Indah

Ukhuwah itu …

Membuat kita bahagia

Ukhuwah itu …

Ketulusan dan cinta

Ukhuwah itu …

Rugi banget kalo lo gak ngerasain !!! =p

Ukhuwah itu …

Dahsyat! Luar biasa!

Alhamdulillah… Terima Kasih Ya Allah atas ukhuwah yang Engkau karuniakan

Beruntung aku Kau pililh termasuk diantara orang-orang yang Kau beri nikmat seindah ini

Jadikan aku bagian dari golongan orang-orang yang bersyukur padaMu

@ Rumah Keluarga Yuri/K Wien/K Anne

Syukron Jazakumullah Khair untuk ahlul bait yang luar biasa baiknya. Semoga Allah menjadikan rumah ini rumah yang barokah dan senantiasa diliputi rahmatNya. Amiin

Rahasia Kecerdasan Orang Yahudi

February 26, 2009

Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, "Mengapa Yahudi Pintar?"

Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?

Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.

Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.

Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.

Stephen bertanya, “Apakah ini untuk anak kamu?”

Dia menjawab, "Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius."

Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya.

Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.

Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.

Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.

Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, “Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),”
ungkapnya.

Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.

Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk.
Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.

Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka.

Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.

Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).

Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban.
Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar.

Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak.

Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.

Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, “Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!! !” katanya.

Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari.
Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.

Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius.
Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.

Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya.
Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!

Anda terperanjat?

Itulah kenyataannya.

Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?

Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza.

Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak.

Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran.

Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. "Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?" demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.

Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur’an. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka.
Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.

Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya.

Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.

Benarkah merokok dapat melahirkan generasi “Goblok!” kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini.
“Lihat saja Indonesia,” katanya seperti dalam tulisan itu.

Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts !!!

“Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Ditangga berapakah kedudukan mereka di pertandingan matematika sedunia?
Apakah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri?” http://sabili. co.id/

sumber: http://main.man3malang.com/

ME!!???

July 29, 2008

http://www.itb.ac.id/news/2167

TFT SSDK 2008 : Kriteria Sukses Ditentukan Diri Sendiri

kristiono
Jumat, 25 - Juli - 2008, 13:56:09

BANDUNG, itb.ac.id – Bisakah mahasiswa tetap aktif diberbagai kegiatan namun tetap berprestasi cemerlang di bidang akademik? Jawabannya BISA. Hal ini dibuktikan oleh dua sosok mahasiswa ITB – kini sudah lulus – Djunaedi, Informatika 1997, dan Detri, Elektro 2002.

Kang Djunaedi dan Teh Detri, Kamis, 24 Juli 2008, meluangkan waktu berbagi pengalaman mereka bersama 97 mahasiswa ITB calon trainer Strategi Sukses di Kampus (SSDK) 2008, di Ruang Multimedia GKU Timur ITB. Uniknya, Ketua panitia SSDK 2008, Julian (IF’04), mengundang Kang Djunaedi melalui facebook! Padahal, sesama mahasiswa Informatika ini tak saling kenal sebelumnya.

Panitia TFT SSDK mengundang Kang Djunaedi dan Teh Detri sebagai role model mahasiswa/i yang berhasil menjalani kuliah. Kehidupan akademik seimbang dengan kegiatan ekstrakulikuler.
Djunaedi baru kembali ke Indonesia setelah belum lama ini memperoleh gelar master dari Harvard Business School, Amerika Serikat. Selain sudah master pada usia muda, Djunaedi juga langsung diterima bekerja di Boston Consulting Group, Jakarta, segera setelah lulus dari Informatika ITB. Teh Detri, perempuan aktivis dari Teknik Elektro yang Juli lalu mendapat gelar master dari program studi yang sama kini bekerja di PT Telkom.

Menurut Kang Djunaedi, kunci sukses dirinya adalah dia telah menetapkan tujuan hidupnya selama kuliah di ITB. Kang Djunaedi mematok jatah kiriman uang bulanan dari orang tuanya pada kisaran yang wajar. Konsekuensinya, ungkap Djunaedi, dia harus pandai mengatur keuangan bulanan bahkan kreatif mencari sendiri uang saku tambahan.

Dalam paparannya, Kang Djunaedi membagi resep suksesnya kedalam empat poin, Drive your own success, Have faith, Develop yourself, dan Continuous improvement. Namun, dengan rendah hati, Ia menekankan bahwa kisahnya di kampus ITB, jika kemudian di kategorikan sukses, tidak lepas dari peranan orang tua dan teman–temannya. “Kita tidak bisa sukses sendirian”, katanya. Pertemanan sangat penting untuk memberikan feedback dan saling berbagi. Sebagai penutup, Kang Djunaedi berpesan Don’t compromise your integrity!

Teh Detri, baru saja menjuarai lomba baca Qur’an antar karyawan Telkom se–Indonesia, bercita–cita menggapai sukses yang hakiki, sukses dunia dan akhirat. Perempuan yang siang itu memakai jilbab lebar warna putih ini menekankan pentingnya menjalin hubungan dengan semua kalangan. “Ketika memasuki dunia kerja, saya jadi tau banyak orang yang hebat, dan tidak harus selalu alumni ITB, jadi kita harus terbuka sama orang lain”. Pentingnya menjalin hubungan dan relasi dirasakan Teh Detri ketika dia mengurus kelengkapan dokumen menjelang keberangkatannya ke Belanda beberapa waktu lalu. Ketika itu sudah sangat mepet, namun karena pembimbingnya memiliki hubungan yang baik, proses mengurus dokumen yang sedianya memakan waktu tujuh hari dapat diselesaikan hanya dalam waktu dua hari saja. “Ini bukan kolusi lho”, katanya. Dalam kesempatan ini Teh Detri berpesan kepada semua peserta untuk mulai mengurangi waktu tidur dan bengong!

Mengenai kriteria sukses, kedua pembicara sepakat setiap orang haruslah memiliki kriteria sukses masing–masing yang sesuai dengan visi hidupnya. “Bagi saya ketika kita bahagia, kita sukses”, kata Kang Djunaedi.

Sebelum sesi experience sharing dengan Kang Djunaedi dan Teh Detri, Para calon trainer SSDK 2008 telah mendapatkan sesi pelatihan menjadi trainer dasyat, yang dibawakan oleh Kang Arfi, Trainer Muda mantan Ketua Himpunan Teknik Sipil ITB.

Pelatihan SSDK (Strategi Sukses Di Kampus) adalah salah satu program Tim Percepatan Transformasi ITB untuk meningkatkan prestasi akademik mahasiswa ITB. Pada awalnya, Tim Percepatan Transformasi ITB menerbitkan sebuah buku “Strategi Sukses di Kampus” yang isinya memaparkan kiat–kiat untuk meraih kesuksesan di bidang akademis dan nonakademis. Dari buku tersebut, disusun sebuah pelatihan yang awalnya diutamakan bagi mahasiswa baru. Akan tetapi dalam perkembangannya, pelatihan ini juga diberikan pada mahasiswa tingkat 2 dan tingkat 3

Survei tahun 2004 menunjukkan hanya 23,4% mahasiswa S1 ITB yang lulus tepat waktu. Hal ini cukup mengejutkan karena secara logika mahasiswa ITB memiliki potensi akademik yang baik. Timbul pemikiran, perlu dicari cara untuk melejitkan potensi akademik tersebut dengan tetap memberi kesempatan untuk berorganisasi dan bersosialisasi

Pelaksanaan SSDK 2008 akan berlangsung pada tanggal 16 Agustus 2008 dan merupakan yang kelima sejak SSDK mulai diadakan pada Tahun 2004

 

Belajar Bahasa Persia

June 14, 2008

Kata guru tahfiz ana, kalau pengen pinter belajarlah bahasa persia.

Kenapa?

Kata beliau banyak manuskrip ilmu pengetahuan yang gak diterjemahin ke bahasa lain. Kemungkinan sengaja dilakukan untuk memelihara kejayaan bangsa Persia. Tahu kan zaman dahulu kala Persia dan Romawi pernah menjadi pusat peradaban dunia. Pada saat itu Persia masih menjadi bangsa penyembah matahari.

Iseng-iseng ana cari-cari di internet free lesson bahasa persia. Ana dapat yang satu ini nih:

http://www.easypersian.com/index.html

Lumayan juga. Baru lihat lesson 1-10. Isinya tentang alfabet Persia. Mirip alfabet arab, tapi ada huruf ze, pa dan che.

 

kodok tuli

May 22, 2008

jadi kodok tuli kadang lebih baik daripada menjadi kodok normal masihkah kawan ingat kisah dua ekor kodok yang terjatuh ke dalam sumur? ternyata yang bisa melompat keluar sumur adalah kodok yang tuli. sementara kodok yang normal malah mati tak sanggup untuk melompot keluar. why? coz, kodok normal kehabisan energi akibat MENDENGAR perkataan kawan2nya di atas sumur. kodok2 di atas sumur mengejeknya bahwa dia tak akan mungkin bisa selamt dan kembali ke atas sumur. sebaliknya, kodok tuli bisa kembali ke daratan karena KETULIANNYA! dia mengira bahwa kawan2 kodok di atas memotivasi dia melompat keluar sumur. akibatnya di aberusaha sekuat tenaga untuk melompat. hasilnya? dia sukses dan selamat. saat ini… aku ingin menjadi kodok tuli! kodok yang selalu berpikiran baik walaupun terhadap kodok yang mengejeknya! subhanallah…Maha Suci Allah yang telah menciptakan kodok

Untuk Bersyukur…

December 27, 2007

Something to share, take a moment to read….it should make you smile as deep in your heart you know that is how we should live our life.

Aku tak selalu mendapatkan apa yang kusukai, oleh karena itu aku selalu menyukai apa pun yang kudapatkan. Kata - kata di atas merupakan wujud syukur.

 

Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tenteram dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita.Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia…..

Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur. Pertama : Kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki. Anda telah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang terbaik. Tetapi anda masih merasa kurang. Pikiran anda dipenuhi berbagai target dan keinginan. Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah, mobil mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang. Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya. …. Tapi anehnya, ketika keinginan itu sudah didapatkan,kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tidak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi betapapun banyaknya harta yang kita miliki, kita tak pernah menjadi "KAYA" dalam arti yang sesungguhnya. Orang yang "kaya" bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang kaya adalah orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki.

Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan, tapi kita perlu menyadari bahwa berbagai keinginan inilah yang menjadi akar perasaan tidak tenteram. Kita dapat mengubah perasaan kurang berkecukupan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki. Cobalah lihat keadaan di sekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dan syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya hidup. Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat - sifat baik atasan, pasangan, maupun orang - orang di sekitar Anda. Mereka akan menjadi lebih menyenangkan. Seorang pengarang pernah mengatakan , " Menikahlah dengan orang yang Anda cintai, setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi. " Ini perwujudan rasa syukur.

Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang mengeluh karena tak dapat membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak. Ini sebenarnya suatu keinginan yang wajar. Suatu sore ia melihat seseorang yang tak mempunyai kaki, tetapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek berhenti mengeluh dan mulai bersyukur. Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah kecenderungan membanding - bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih beruntung.

Kemana pun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita. Saya ingat , pertama kali bekerja saya senantiasa membandingkan penghasilan saya dengan rekan - rekan semasa kuliah. Perasaan ini membuat saya resah dan gelisah. Sebagai mantan mahasiswa teladan di kampus, saya merasa gelisah setiap mengetahui ada kawan satu angkatan yang memperoleh penghasilan di atas saya. Nyatanya, selalu saja ada kawan yang penghasilannya melebihi saya. Saya menjadi gemar bergonta - ganti pekerjaan, hanya agar tidak kalah dengan rekan - rekan saya. Saya bahkan tak peduli dengan jenis pekerjaannya, yang penting gajinya lebih besar. Sampai akhirnya saya sadar bahwa hal ini tak akan pernah ada habisnya. Saya berubah dan mulai mensyukuri apa yang saya dapatkan. Kini saya sangat menikmati pekerjaan saya.

Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri. Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit jiwa. Pasien pertama sedang duduk termenung sambil menggumam, "Lulu, Lulu…" Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang ini. Si dokter menjawab, "Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Lulu." Si pengunjung manggut-mangggut, tetapi begitu lewat sel lain ia terkejut melihat penghuninya terus menerus memukulkan kepalanya di tembok dan berteriak , "Lulu, Lulu .., " " Orang ini juga punya masalah dengan Lulu ?" tanya pengunjung itu keheranan. Dokter kemudian menjawab, "Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan Lulu…. ".

Hidup kita akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi. Saya ingin mengakhiri tulisan ini dengan cerita mengenai seorang ibu yang sedang terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap bahagia. Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab, " Saya mempunyai dua anak laki - laki. Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup di seberang lautan ini. Kalau berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya di surga……. ."

 

Bersyukurlah. .. Bersyukurlah bila kamu belum memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan .. Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan? Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu tentang sesuatu Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar.. Bersyukurlah untuk masa - masa yang sulit..Di masa itulah kamu tumbuh….. Bersyukurlah untuk keterbatasanmu. .. Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang.. Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru … Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu.. . Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat … Itu memberi pelajaran yang berharga … Mungkin mudah untuk kita bersyukur ketika mengalami hal - hal baik … Namun, hidup yang berkelimpahan justru datang pada mereka yang tetap dapat bersyukur pada masa masa yang sulit … Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif .. Karena itu, temukan cara bersyukur ketika menghadapi permasalahan, maka semua itu akan menjadi berkat bagimu ..

 

sumber: milis kafe muslimah 

Orang-Orang Rabbani

November 7, 2007

Alquran menyuruh kita menjadi orang-orang rabbani. Siapakah orang-orang rabbani itu?

”..Tetapi hendaklah kalian menjadi orang-orang Rabbani, disebabkan kalian terus mengajarkan Al Kitab, dan kalian senantiasa mempelajarinya.” (Ali ‘Imran 79)

 Mereka adalah orang-orang yang senantiasa mengajarkan dan belajar alquran. Mereka adalah orang-orang yang terbaik, seperti yang diungkapkan dalam hadits:

“Yang terbaik di antara kalian adalah yang mempelajari dan mengajarkan al-qur’an.”
(HR Bukhari, Muslim, Ahmad, dan Ashabus Sunan)

Ada tafsiran yang mendalam tentang siapakah orang-orang rabbani ini yang datang dari salah satu tokoh yang paling dirujuk dalam Ilmu Tafsir, Al Imam Ibnu Jarir Ath Thabar.
Jadi… saya gak perlu membahas tentang tafsirnya. Saya cuman pengen berbagi kekaguman saya pada ayat ini. Terutama akan perintah belajar dan mengajarkan.

Betapa belajar dan mengajarkan sesuatu itu memberikan keuntungan yang bagi diri kita sendiri.

Hari ini dan hari senin saya diminta untuk menggantikan Bu Tati mengajar mata kuliah Pengolahan Citra Biomedika untuk S1. Bab yang dibahas adalah rekonstruksi citra dari proyeksi. Humm… pertama kalinya ngajar di kelas… anak-anak tingkat 4 lagi… Malahan pas hari senin, perintah datang begitu mendadak, 30 menit sebelum kelas dimulai. Waduh! cuman dikasih power point bahan kuliahnya. Serem juga… Tapi, gak apa-apa… hadapi saja. Pengalaman…

Alhamdulillah… ternyata gak semengerikan yang dibayangkan. Justru dengan mengajarkan pada orang lain, saya sendiri belajar dan jadi lebih paham apa yang saya ajarkan. Terus terang, sebenarnya ada beberapa hal yang belum saya pahami tentang bab ini. Tapi ternyata, justru saat mengajarlah saya jadi mengerti. Mungkin ini cara Allah membuat saya paham dengan pelajaran ini. Unik ya?

Begitu juga dengan menjadi seorang murabbi atau mentor. Sebenarnya adik-adik binaan kitalah guru yang sebenarnya bagi kita. Bukan kita yang mengajari mereka, tapi mereka yang mengajari kita dan menjaga diri kita. Beruntunglah orang-orang yang dititipi Allah SWT adik-adik binaan, merugilah orang-orang yang menolak ketika diberi adik-adik binaan emoticon.

Gimana ya mendeskripsikannya??? Gini deh, saat gak mentoring atau halaqoh binaan libur… ruhiyah jadi ‘kering’, walaupun liqo sendiri tetap jalan. Kalau ada liqo binaan jadi belajar. Minimal buka-buka buku tentang materi yang akan disampaikan. Trus, karena mengevaluasi ibadah harian binaan, kita juga jadi mengevaluasi ibadah harian sendiri. Karena, membimbing binaan menghafal alquran, kita juga jadi menghafal (terpaksa emoticon). Sering kali dari binaan dapat tausiyah dan pengalaman yang penuh hikmah. Pokoknya indah lah… Gak kebayang gimana kalo gak punya binaan emoticon pasti sedih banget.

Ya… kesimpulannya mah bener banget bahwa perintah untuk belajar dan mengajarkan itu gak bikin kita rugi.

SCIENCE HERO: Tom Chau-Biomedical Engineer

October 5, 2007

this article is taken from this site

 "He who has a "why" to live for, can endure almost any "how." - Dr. Victor Frankyl, Psychiatrist

SCIENCE HERO: TOM CHAU BIOMEDICAL ENGINEER

by Wendy Jewell Tom Chau 

Tom Chau learned compassion at a very young age. His family instilled in him a strong sense of the importance of contributing to the well-being of others. The need to make a difference. Well, he has certainly made a difference in the lives of children living with disabilities. His technological inventions have made it possible for kids with no mobility in their hands to play music. He’s designed devices that make it possible for kids that cannot speak to communicate their thoughts with eye blinks, head turns or hand gestures. His inventions have enabled kids in wheelchairs to fetch something from their closet or under the bed using a joystick or headswitch to control a small robot.

The list of his accomplishments is long and getting longer. His innovation in the emerging field of rehab engineering recently won him the 2005 Young Engineer Award in Canada. What is rehab engineering? Tom says, "…it’s about using science and technology to maximize opportunities for individuals with disabilities. Our goal is to create devices that learn about the child and evolve with their needs, rather than casting them into some kind of ‘typical’ mould. It is inherently an interdisciplinary field, where therapists, physicians, educators, social workers and engineers come together to think and work collaboratively." Asked about how the award has changed his life, Tom replied, "The award has served to awaken in me a sense of pride in engineering. It is not that I was ashamed of it, but one doesn’t typically think of engineers as playing a role in health care. Over time, my identity as an engineer was becoming a bit diluted as we dealt with more and more issues outside the traditional realm of engineering. However, the award has reaffirmed for me the prominent and important role of engineering in 21st century health care, and particularly rehabilitation. It has also helped increase the visibility of our work and to raise awareness about childhood disability. One can only hope that somewhere down the road it will also help to raise funds for research."

Tom with Deane trying his swallowing device. (Bloorview MacMillan - Photographer - Mike Cassese)

MY HERO spoke with Tom Chau recently in Toronto, Canada, where he had just returned from paternal leave to welcome his third child. He is a biomedical engineer who impulsively fled the IBM fast-track 6 years ago to start what has become the highly regarded, innovative PRISM LAB, at the Bloorview MacMillan Medical Centre. What made you become a scientist? "The scientist title is a new one, so I am still getting used to it. I think my gravitation to the profession stems from my engineering background and interest in devices, machines and computers. As a child, I always wondered about how things work and developed a notorious reputation for irreversibly taking apart household items. In addition to taking things apart, I also liked to build things. I think LEGO must be among the top contenders for favorite toy." You have created so many things that help kids be kids…do you have a favorite or top several? "It’s hard to pick a favorite. The virtual music instrument would be among the top choices. It was designed to give children who have physical impairments an opportunity to learn and play music. The technology consists of custom developed software, a web cam and a computer. The camera captures the child’s movements and the software in the computer transforms movements into musical notes. In addition the child sees an image of him or herself overlaid with colored shapes. By interacting with these shapes, the child is able to play musical notes. By simply moving one’s body in space, one is able to create pleasant sounding music. We have designed the instrument such that a child has an opportunity to learn to play increasingly more challenging melodies in time and in the likeness of a desired instrument, such as a piano or flute. In this sense the instrument provides mastery motivation."

 Patient Kajan playing with virtual instrument. (Bloorview MacMillan - Photographer - Mike Cassese)

 "Another favorite is the non-contact, intelligent communication aid. It was designed to facilitate communication when a child loses their ability to speak for a temporary period of time, possibly along with other motor functions. The technology has been implemented on a desktop computer and a tablet computer. In the former case, a touch screen is mounted on a portable pole, like an IV pole, but much sturdier. The screen extends out to a child in a hospital bed. The screen displays a number of pictures representing different messages, such as, "I am cold", "My head hurts" or "I want Mommy." Depending on the child’s function, he or she may select a desired message in a number of different ways. These include touching the screen, activating a single switch (such as a button or eye-blink switch) or using gestures (e.g., drawing a circle with one finger). The idea is that the technology will allow a child to continue communicating even though their function may be declining." How does your lab’s state of the art prosthetic hand work and who can use it? "The prosthetic hand you refer to is powered by muscle sounds. When you voluntarily contract your muscles, they vibrate. Using miniature microphones, this vibration can be measured as sound at the skin surface. We take these sounds and send them into a mini-computer embedded in the hand. This mini-computer is "trained" to recognize the specific signals of each individual user. In this sense, the hand learns about the child’s unique muscle activations. Once trained, the mini-computer then deciphers new sounds that it hears and tries to understand what the user is intending to do. Right now, we have only created a number of prototype prostheses. We are hoping that in the future, people who currently use prostheses, as well as those who have never used a powered prosthesis before, will be able to take advantage of this type of technology."

Grace & Tom at their 1997 wedding (Tom Chau)

What would you do or say if you had the attention of the world for 10 minutes? "This is a tough question. I think I would draw attention to the fact that our time on this world is limited, not to be overly morbid, but to challenge people to live with urgency. We are always in the mode of putting things off until "tomorrow." Charity and service to others should not be held back, but delivered at every first opportunity, for "tomorrow" we may not have such an opportunity. When we think about our lives in these finite terms, we tend to value others more, be quicker to forgive, be more tolerant of others and to be more accepting of differences." Tom Chau certainly seems to be living with urgency and many, many people are glad he is and are benefiting from his tremendous drive and enthusiasm for scientific discovery. What brings him joy? "I enjoy working with children and families, graduate students and interdisciplinary teams. The greatest joy is to see a smile on a child’s face when he or she is able to participate in something previously inaccessible. I also love spending time with my kids, just doing silly things like playing house or pretending we are on a boat." What makes him laugh? "The innocent questions and explanations that children come up with never fail to make me laugh. Partly, the laughter is a celebration of their purity of heart and innocent thought and partly it is a realization of how complicated, we as adults, have made our lives."

Left to right: sister Vicky, Dad Frank, brother James, Mom Irene, and Tom

Tom Chau Asked about heroes, Tom replied: "I think I have a number of different heroes. One would be my father. He is also an engineer and always applied science to solving real life problems. However, the most important thing I learned from him is to treat all individuals with equal respect. As a successful entrepreneur, my father never overlooked the humblest individuals, taking much interest in their lives and well-being. Another one of my heroes is Reverend Tom McKillop who was recently inducted into the Order of Canada for his pioneering work with young people. He is a role model leader for me personally, a living example of "Servant Leadership." How do parents get kids interested in science? "The Magic School Bus series of books is an excellent source of digestible science for children. Further, a trip to the local science centre usually does a great job at stimulating interest. My own children thoroughly enjoy exhibits at the science centre. I think it is also important to ask questions and to encourage children to wonder why things are the way they are. I think children are naturally inquisitive and it’s important for parents and teachers to support that explorative development." Part engineer, part toymaker, Tom Chau’s inventions give kids undergoing severe health crises an opportunity they might not otherwise have: the chance to just be a kid. To paint with no hands, to sing with no voice, to play. And when the very sick child loses the ability to speak, to reach out to his or her mom or dad, when their state of decline severs all ties to the outside world and that child begins to die, Tom Chau’s inventions give them the ability to not be so alone, to not be so afraid. To these kids and to this writer, Tom Chau is much much more than a scientist. He is a god-send. He is the best of men. He is a hero.

Jadi Orang Netral

September 3, 2007

Allah menciptakan alam ini dengan berpasang-pasangan. Ada kanan ada kiri. Ada timur ada barat. Ada baik ada buruk. Semua ada pasangannya. Coba deh… pikirkan, apa yang gak ada pasangannya di muka bumi ini?

Dalam kehidupan sosial, kita menemukan banyak golongan. Jika kita klasifikasikan lagi seringkali kita bisa mengklasifikasikan menjadi dua golongan.

Dilemanya kalau kita berada diantara dua golongan tersebut. Keduanya berusaha menarik kita menjadi bagian darinya.

Ini tuh sering banget terjadi sama aku. Dicurhatin sama orang dan sering jadi subjektif. Ujung-ujungnya jadi terbawa pada suasana hati orang yang curhat.

Ternyata ya, kondisi seperti ini nih bahaya banget. Seharusnya kita sebagai orang yang dicurhatin bersikap netral dan berusaha untuk menetralisir suasana. Bukan pekerjaan yang mudah. Apalagi untuk perempuan yang emang bawaannya perasa. Kita dituntut untuk membuat alternatif-alternatif yang positif dan menggiring curhat negatif itu jadi netral.

Begitulah…

(gak jelas ya…ngomong apa sih ini?)

Berbagi Mimpi

August 20, 2007

Kalau kita punya cita-cita atau mimpi jangan simpan mimpi itu sendirian. Bagilah mimpi itu pada orang di sekeliling anda. Entah itu kawan, sahabat, saudara, guru, siapapun…

Percayalah dengan membagi mimpi langkah anda menuju terwujudnya mimpi anda akan semakin dekat. Minimal anda akan mendapat inspirasi baru dalam mencapai mimpi anda. Pengalaman telah membuktikan ini.

Adalah seorang alumni ITB angkatan 2000 bernama Arif. Dia mempunyai mimpi menguasai Asia tenggara. Iseng-iseng dia mengontak kawan lamanya dan bercerita tentang mimpinya. Saat itu dia tidak punya gambaran sama sekali langkah apa bisa dilakukan untuk mencapai mimpinya. Rupanya tak disangka, sahabat lamanya ini mmberi tanggapan yang luar biasa. Mengapa tidak sekalian menguasai dunia saja?? tanggung amat menguasai Asia Tenggara donk?? Tak hanya berkata-kata, sahabatnya ini menawarkan bisnis CMS (content management system). Dia punya CMS yang lebih canggih daripada CMS yang ada sekarang. Sayangnya CMS jenis ini tidak laku di Indonesia. Singkat cerita mereka berdua dapet link ke Singapura dan Malaysia. Mereka menawarkan produk ini ke perusahaan di sana. Produk ini disambut baik di kedua negara. Akhirnya mereka menjual produk tersbut ke Malaysia. Satu langkah menuju terwujudnya mimpi menguasai Asia Tenggara.

Tentunya masih banyak lagi pengalaman yang membuktikan bahwa berbagi mimpi mendekatkan anda pada terwujudnya mimpi tersebut. 

Selesai tidak selesai kumpulkan….

July 17, 2007

Kalimat ini sering sekali terdengar saat ujian. Waktu kita terbatas, sementara masih ada banyak soal yang belum terjawab. Makin banyak yang tak terjawab makin kecil kemungkinan kita untuk lulus. Sebaliknya, makin banyak yang terjawab dengan benar, makin besar kemungkinan kita untuk lulus.

Kalau kita renungkan, hidup kita tak jauh berbeda dengan ujian. Ujian-ujian akademik kita seperti sebuah simulasi hidup.

Pertemuanku kemarin siang dengan seorang teteh mengingatkan aku akan cepatnya waktu bergulir. Beliau dulu pernah mengisi acara keputrian Annisa ME, waktu aku masih jadi MPO ME. Sekarang, aku sudah tidak lagi mengelola Annisa ME. Satu tahun kepengurusan terasa begitu cepat dan banyak program yang tidak tereksekusi. Waktulah yang membatasi keberadaanku di ME. Selesai tidak selesai aku harus keluar dari ME dan memberikan kesempatan bagi adik-adik angkatanku mengelola ME.

Waktu hidup kita terbatas. Tiap orang punya jatah hidup dan ujian masing-masing.
“Apakah manusia mengira bahwa mereja akan dibiarkan hanya dengan  mengatakan, “Kami telah beriman”, dan mereka tidak diuji?
(QS Al-Ankabut 29:1)

Hidup ini seperti cerita misteri yang dulu pernah popular: Ghostbumps. Ada pilihan-pilihan jalan yang mengantarkan kita pada akhir cerita.

“maka Dia mengilhamkan jalan kejahatan dan ketaqwaannya“
(QS Asy-syams 91:8).

Ada yang memilih jalan jahat ada yang memilih jalan taqwa. Ada yang berpindah-pindah. Tapi semuanya tetap dibatasi oleh waktu. Inilah yang menentukan keberhasilan seseorang dalam mencapai misinya sebagai manusia: beribadah dan menjadi khalifah di muka bumi.Jika waktu habis, tercapai atau tidak tercapai, habislah kesempatan untuk berusaha. Setelah zaman kita berlalu akan ada orang-orang yang baru yang menggantikan kita.

Alangkah bahagianya orang-orang yang menjadi juara dalam hidup ini…seperti Rasulullah. Beliau diwafatkan sesaat setelah menuntaskan misinya menyebarkan risalah yang telah sempurna secara kuantitatif maupun kualitatif.

Mode: gak bisa ngelawan keinginan buat nulis… padahal h-2 ujian dan masih buanyak tugas kuliah. Caiyo Detri! This is only a little part of your life ;)

STQ or Ash-Q???

July 15, 2007

Teriring permohonan maaf yang sebesar-besarnya pada sahabat-sahabatku di Ashabul Quran (Ash-Q), terutama ukh Rida yang gak bosen-bosennya buat hadir di halaqoh Ash-Q. Punten pisan…berhubung selalu bentrok dengan jadwal liqo akhirnya saya memutuskan untuk pindah spektrum dan bergabung dengan STQ Habiburrahman. Aduuuuh… punten pisan nya Ukh Rida, Ukh Dika dan semua-mua pejuang Ash-Q.

Keuntungan gabung di Ash-Q adalah tempatnya dekat dan teman-temannya udah kenal semua. 

Tapi… karena teman-teman yang udah dikenal hafalannya udah pada buanyaaaaaaaaaak, jadi minder surinder emoticon . Kalah sama angkatan yang muda-muda emoticon euy. Gak cuma saya aja tapi Ika dan Echa juga merasakan hal yang sama. Maklum sama-sama pemula dan sama-sama punya otak yang susah dimasukin hafalan alquran emoticon. Jadi kita bertiga sama-sama exodus ke STQ.

Keuntungan bergabung dengan STQ adalah dapet temen-temen baru dan dapet materi tambahan: aqidah, tafsir, tahsin dan bahasa arab. Lengkap bukan? Plus dapet qiyamul lail dan shalat bareng-bareng. Dan yang paling seru adalah dapet makan malem dan pagi emoticon… Padahal iurannya cuman 60ribu/bulan. Puas deh…

Di STQ juga semuanya dianggap sama, semua dianggap gak punya hafalan sama sekali. Semua harus nyetor dari juz 30. Fiuhh… ternyata ya… pas setor… eh disuruh ngulang donk emoticon. Padahal udah ngerasa itulah hafalan yang bener2 kepegang dibanding juz-juz lainya emoticon… sedih pisan… berarti emank parah otak nih…

Tapi gak apa-apa sih, kejadian itu bikin saya mengevaluasi diri… emang jarang murajaah, hafalannya jadi pada kabur. Mulai dari nol lagi itu lebih baik daripada kita gak sadar ada yang salah dari diri kita…

Tahfiz di STQ Habiburrahman memang didesain seperti perkuliahan yang serius. Untuk masing-masing materi ada lembar absensinya. Ada penugasan2  dan evaluasi, bahkan ada ujian tengah semester dan ujian akhir semesternya. Administrasinya juga ketat banget, musti pake fotokopi ijazah segala. Minggu depan bakal ada sesi pemotretan (kayak model aja… emoticon) untuk pembuatan ID Card. Pesertanya juga bener-bener dibatasin. Padahal banyak yang pgn ikut… yang telat daftar ada sampe ditolak.

Ya… sebenernya sih pengen membagi kebahagiaan  merasakan pengalaman spiritual yang didapet di pertemuan pertama STQ kemaren. Gak cuman dapet ilmu yang menjadi bekal hidup, semangat untuk maningkatkan ketaatan, tapi juga sebuah suasana yang tidak bisa digantikan. Setiap menginjakkan kaki di masjid raya habiburrahman, yang kurasakan adalah nuansa itikaf yang syahdu, di sepertiga akhir Ramadhan… aduh kangen…

Kalo udah merasa cape (cape hate tepatnya)…pengen nangis dan pengen membludak… di sini tempatnya. Bisa sembunyi di tiang-tiang mesjid, trus nangis dan berdoa sepuas-puasnya.

Yea… for me Masjid yang satu ini menyimpan berjuta kenangan indah dan akan menjadi tempat yang akan selalu kurindukan… 

 

maaf juga sama temen-temen panitia My Camp atas ketidakkonkritan saya di kepanitiaan. kalian jadi g dtg STQ karna cape tacking ruhiyah ya? afwan jiddan.moga amal antum semua mendapat balasan yang lebih baik…

makasih buat fitri yang udah daftarin saya di STQ

 

MENDADAK DA(ngdut)URAH

June 20, 2007

Kalo film ada yang judulnya Mendadak Dangdut, kejadian yang aku alamin kemeren adalah mendadak daurah.

Daurah jam 13, dikasih taunya jam 11.30. Alhamdulillah, dikasih kesempatan untuk ikut. Sebenernya sih awalnya karna gak tega sama Abdul yang udah nelpon dan memohon-mohon supaya ikut emoticon. Karena tidak ada alasan yang syar’iy untuk tidak ikut, ya ikut saja. Untuk menyenangkan hati saudara-saudaraku di ashabul quran.

Perasaan rada-rada gak enak, soalnya belum konkrit di halaqoh tahfiz Ustadz Herfi emoticon Futur(istik) wae… Tapi… luruskan niat aja. Semoga dengan ikut daurah alquran kali ini bisa dapet pencerahan.

Ternyata bener… dapet banget walaupun materinya baru muqadimah. Rasanya seperti ikutan training motivasi. Lebih meledak-ledak daripada ESQ. Bahkan mungkin lebih berefek daripada ikutan trainingnya Reza ‘Supertrainer’ Syarif.

Emang sih sakit hati banget dengan kata-kata Ustadz Herfi yang super ngejleb-jleb-jleb-jleb emoticon. Apa yang beliau omongin bener-bener nusuk-nusuk di hati, terutama buat yang banyak alasan gak dateng di halaqoh alquran dan halaqoh tarbawi. Kita bisa aja cari-cari alasan buat gak dateng. Guru ngaji atau guru tahfiz kita pasti akan mengizinkan. Tapi sebenernya kita telah menjadi seorang PECUNDANG. Kita sendiri yang rugi kalo gak dateng ke halaqoh tarbawi atau halaqoh tahfiz. Ah… ngejleb pisan emoticon

Kemudian ustadznya nanya: Umpamanya semua yang ada di dalam masjid ini akan dibunuh, kukunya dicabutin satu-satu trus dikasih air garem, kecuali orang yang bisa megang lampu yang ada di langit-langit masjid. Apa yang akan kalian lakukan?

Satu per satu peserta menjawab. Ada yang akan naik ke mimbar, ada yang akan melompat, ada yang akan naik ke lantai 2, dan beragam jawaban yang lainnya.

Dapat disimpulkan bahwa dalam keadaan terancam kita bisa melakukan segala sesuatu yang sepertinya tidak mungkin, berbagai ide akan bermunculan untuk keluar dari ancaman tersebut.

Selama ini kita gak merasa terancam kalo gak ikut halaqoh tarbawi atau halaqoh quran. Kita merasa itu hal yang biasa. Padahal sebenernya kalo kita gak deket dengan alquran kita akan TERSESAT. Dan ini seharusnya disadari sebagai ancaman yang besar!!!

Kita jangan mau disamakan dengan KABAYAN, tokoh fiktif yang pemalas dan penuh alasan. Kalau kita beralasan gak dateng tahfiz karena kita sibuk, sama aja kita menganggap orang-orang yang hafiz itu sebagai orang-orang yang gak ada kerjaan!!! Kalau kita beralasan bahwa kita bukan keluarga ustadz, itu adalah salah besar!!! Banyak sekali hafiz yang berasal dari keluarga orang biasa (bukan ustaz). Kalau kita beralasan, latar belakang pendidikan kita umum (bukan  IAIN atau pesantren) sama aja dengan menganggap bahwa yang bisa jadi hafiz itu orang-orang yang gak mampu kuliah di ITB, Unpad, dll… Padahal… muridnya Ustaz abdul aziz ada yang kuliah di kedokteran UI!

Haha… kejleb pisan… emoticon  intinya mah, gak ada alasan!!! kecuali kalo kita udah terbaring sakit dan tak berdaya…

Satu lagi pelajaran yang diambil dari Daurah kemaren: bangunlah mental juara!!!

Hanya orang-orang yang bermental juara yang akan sukses dalam kehidupannya.

Berfikirlah positif. Misalnya: kita menanamkan sikap mental JANGAN MALAS dalam diri kita. Kita tidak akan pernah jadi rajin, justru yang terjadi kita akan benar-benar jadi malas. Ketika kita pejamkan mata dan fokuskan untuk tidak memikirkan seekor kelinci, apalagi kelincinya berwarna putih, berdiri di atas rumput yang hijau… yang terbayang dalam pikiran kita justru seekor kelinci putih di atas rumput!!!

Lihat yang sudah kita capai bukan yang belum kita miliki. Seperti filosofi 1/2 isi 1/2 kosong. Dari 1/2 gelas air, apa yang terpikir dalam benak kita: kurang 1/2 atau udah berisi 1/2?? Orang yang bermental juara akan memilih jawaban yang kedua.

Terakhir, orang yang bermental juara itu tidak mudah menyerah!!! Ustadz menyuruh kami menggambar seekor ikan. Mayoritas menggambar ikan yang menghadap ke kiri. Sedikit saja peserta yang menggambar ikan yang menghadap ke kanan, ke depan, atau ke belakang. Ternyata, orang yang menggambar ikan yang menghadap ke kiri itulah golongan orang yang mudah menyerah. Saat kita menggambar ikan, kita melakukannya di alam bawah sadar kita. Secara otomatis kita menggambar ikan ke arah kiri!

Ya… begitulah pengalamanku mendadak daurah. Seneng… jadi semangat… seperti menemukan oase di tengah padang pasir. Walopun hati udah di jleb-jleb, tapi jleb-jlebannya membuat karat-karat dihati sedikit meluruh emoticon

 

< ![endif]–><!–[if !vml]–><!–[endif]–>

PUDARNYA PESONA CLEOPATRA

June 12, 2007

Masih seperti Ayat-ayat Cinta, Kang Abik (Habiburrahman El Shirazi) menghadirkan aura Mesir dalam novel Pudarnya Pesona Cleopatra. Hafalan Alquran, kuliah di Al-Azhar, kisah cinta karena Allah, da’wah  seperti menjadi ciri khas yang tak pernah lepas dari novel Kang Abik, termasuk dalam novel Pudarnya Pesona Cleopatra ini.

Jujur saja, aku bukan tipikal pembaca novel yang sabar menikmati paragraf demi paragraf hingga mencapai akhir cerita. Aku lebih tertarik membaca awal dan akhir cerita tanpa mempedulikan klimaks cerita. Hanya Kang Abik yang membuatku menjadi seorang penyabar. Pudarnya Pesona Cleopatra dan Ayat-Ayat Cinta saja yang tahan kubaca paragraph demi paragraph. Seperti ada gravitasi yang menarikku dan menenggelamkanku dalam tulisannya. Tanganku tak bisa lepas dari lembaran-lembaran novel Kang Abik hingga aku sampai di akhir cerita.

Memang luar biasa novel Pudarnya Pesona Cleopatra ini. Walaupun banyak orang yang berpendapat Ayat-Ayat Cinta jauh lebih ‘hidup’, aku tetap terkesan dengan novel yang satu ini. Kesederhanaan alur cerita tidak membuat pesan moral novel ini pudar.

Setelah membaca novel ini yang terbersit di benakku adalah sebuah kalimat : Allah Maha membolak-balikkan hati…

Pria tokoh utama dalam novel ini begitu tergila-gila dengan kecantikan gadis Mesir dan tidak mencintai Raihana istrinya. Padahal Raihana adalah wanita yang super shalihah dan hanya ada satu hal yang tak ingin terjadi pada dirinya: diceraikan  oleh suaminya. Meskipun suaminya memperlakukan Raihana dengan buruk, Raihana tetap setia. Dengan kekuatan doa Raihana dalam setiap tahajudnya, suaminya akhirnya berubah 1800. Dia benar-benar jatuh cinta pada Raihana dan membenci kecantikan gadis-gadis Mesir. Sayangnya, cinta terlambat dan tak kan pernah terbalas. Raihana meninggal sebelum suaminya mengungkapkan cintanya dan menebus segala ‘kezalimannya’ pada Raihana.

Aku benar-benar tersadarkan akan KeMahaKuasan Allah SWT. Dia benar-benar menggengam hati-hati kita. Mudah bagi Allah untuk mengubah kebencian menjadi cinta dan mengubah cinta menjadi kebencian.

Saudara kita yang saat ini bergelimang maksiat bisa jadi suatu saat menjadi orang yang sangat taat. Bisa jadi orang yang sekarang kita anggap taat esok menjadi ahli maksiat, jika Allah berkehendak. Putaran waktu akan memperlihatkan pada kita kebenaran pernyataan di atas.

Aku sendiri melihat fenomena ini terjadi pada saudara-saudaraku. Ada seorang akhawat yang melejit secepat kilat. Dulu beliau adik mentorku yang lucu, belum berjilbab dan polos. Sekarang beliau berjilbab rapi, sudah punya adik mentor, hafalannya jauh lebih banyak, amalan hariannya lebih berkualitas, menjadi tokoh mahasiswa di kampus, prestasi akademiknya luar biasa, sudah punya maisyah. Di sisi yang lain aku melihat beberapa akhawat yang sudah duluan berjilbab dari beliau malah mengalami kemunduran (terlalu menyedihkan untuk disebutkan :( )

Ada sebuah doa yang sangat indah yang dapat mengokohkan kita dalam ketaatan:
                Ya Muqallibal qulub, Tsabbit qalbi ‘alaa tha’atik
                Ya Muqallibal qulub, Tsabbit qalbi ‘alaa dinik
Wahai Yang membolak-balikkan hati, palingkanlah hati ini pada ketaatan padaMU
Wahai Yang membolak-balikkan hati, palingkanlah hati ini pada DinMU
               
Karena Allah yang menggenggam hati kita, pada Allahlah kita meminta agar hati kita menjadi taat….

resensi

Idle Hands

May 4, 2007

Ha… kalo yang ini judul film ya…

Ini pengalaman waktu ngerjain tugas bareng temen-temen. Saat itu aku mengalami idle hands… entah kenapa tangan ini iseng megang-megangin kalung. Tanpa sadar tiba-tiba aja kalungnya putus dan manik2 nya berhamburan ke lantai…aduh!!! malu-maluin. Trus temen-temen pada heboh nyariin… emoticon

Nah… ibrohnya adalah:

1. Jangan melakukan hal yang tidak bermanfaat / sia-sia

"sebagian dari baiknya iman seseorang adalah meniggalkan hal yang sia-sia" (HR Tirmizi)

2. Berhati-hati dalam bertindak

Gara-gara gak hati-hati, sesuatu yang seharusnya tidak dilihat orang lain jadi dilihat. Kalung adalah perhiasan yang harus disembunyikan (lihat QS AnNur:31). Karena gak hati-hati jadi diliat deh kalungnya sama orang-orang.

Kata Umar bin Khatab : Taqwa adalah seperti berjalan di sebuah tempat yang banyak durinya. Artinya kehati-hatian adalah salah satu wujud ketaqwaan kita.

 

Ukhuwah II : Tafahum

April 30, 2007

Alhamdulillaah…

Seneng banget bisa belajar tentang yang satu ini.

Bener kata murabbiyahku. Ukhuwah adalah ketika kita tidak lagi jaim di hadapan sahabat/saudara kita. Ini adalah penjelasan sederhana dari makna ukhuwah yang terendah yaitu berlapang dada. Berlapang dada dengan kekurangan yang dimiliki oleh sahabat/saudara. Kekurangan itu tak mungkin terungkap jika kita jaim di hadapan saudara kita.

Akhirnya aku menemukan sahabat-sahabat yang aku tidak jaim pada mereka dan meraka tidak jaim padaku =D

Mereka datang di waktu yang tepat. Saat aku siap dengan kekacauan-kekacauan pada diri mereka dan mereka siap dengan kekacauan-kekacauan dalam diriku.Hahaha…Tapi gak cuman itu aja, kami sama-sama siap mengelola potensi masing-masing bersama-sama.

Awalnya emang rada kaget pas tau ‘belangnya’ sahabat kita. Tapi akhirnya aku paham bahwa itulah peran kita. Manfaat kita bagi sahabat kita adalah sebagai pengingat apabila dia salah dan sebagai orang yang setia memperbaiki kekurangan dalam dirinya. Kuncinya jangan jaim. Kalo jaim acara kritik mengkritik akan kacau balau dan tak ada artinya. Berani mengkritik, bersedia dikritik juga.

Ya… aku teringat sama daurah pra kampus. Di atas bukit perkebunan teh di kawasan jayagiri … kami mendapat sebuah pelajaran berharga tentang bekal dawah yang harus kami miliki: iman, ukhuwah, amal jamai. Kini aku semakin mengerti tiga kata ini. Iman yang menjadi sumber kekuatan terbesar. Ukhuwah yang mengubah panjang dan beratnya jalan dawah menjadi indah. Amal jamai yang membuat dawah jadi profesional.

Aku pun ingat… sudah dua kali aku menjadi trainer di daurah pra kampus untuk adik-adik angkatanku. Di tempat yang sama aku menyampaikan materi tersebut. Aku pernah mengatakan pada adik-adikku : "Jangan biarkan saudara kita terlepas dari jalan da’wah ini. Relakah kita kehilangan kesempatan untuk berkumpul di surga kelak karena saudara kita insilakh? " saat itu tak ada satu pun yang mampu menahan lelehan airmatanya… termasuk aku sendiri… mengingat saudara-saudaraku yang sudah (dan hampir) berguguran.

Beberapa waktu lalu aku pun hampir saja ‘terjatuh’… tapi dengan ukhuwah aku bisa tetap bertahan.

Kini aku sadar betul… sahabat-sahabatku adalah anugerah yang tak boleh kusia-siakan.

Bercermin dari Ibu Orang Lain

April 15, 2007

Pagi ini Mama Ida tak sanggup membendung air matanya. Ia begitu kecewa pada putranya. Dia begitu berharap putranya bisa sukses di sekolah. Dia masih ingat, waktu SD putra bungsunya selalu jadi juara kelas. Putranya ini cerdas, IQ nya 130. Hanya saja… saat ini putranya sedang kurang bergairah belajar. Rasa tanggung jawabnya masih belum tumbuh. Begitu menurut pengakuan sang ibu. Mama Ida begitu sayang pada Ida. Segala keperluannya dipenuhi. Ida harus ada di sekolah favorit. Dengan segala daya upaya, Ida dipindahkan ke sekolah favorit. Mama Ida ingin Ida sukses. Tapi… harapannya itu kandas ketika melihat raport tengah semester putranya ini hancur lebur. Nilai pelajaran IPA nya tidak memenuhi standar KBK, padahal Ida ingin masuk kelas 2IPA. Mama Ida ingin berteriak, melampiaskan kesedihannya yang mendalam. Betapa tidak.. dalam setiap doanya, selalu ada kebaikan Rizki yang dia harap. Pakaian Ida mamanya yang mencuci, makan kadang masih disuapi, sampai mengunting kuku pun sama Mama. Tadi malam Ida kabur ke rumah tantenya setelah berseteru dengan Mamanya soal buku pelajaran. Setelah tahu Ida tidak punya buku Fisika dan Kimia, Mama Ida menegur Ida dengan keras. Ida merasa disalahkan. Mama Ida merasa kecewa karena Ida selalu diberikan uang saku yang cukup dan selalu ada uang cadangan di dompetnya untuk membeli buku. Kisah ini mengingatkanku akan mamaku sendiri… Aku beruntung aku dan mamaku seperti sahabat. Tertawa bersama, saling berbagi kisah, berbagi tausiyah, saling mengimami dalam sholat, saling mengajari… aku cinta mama… Mama memberiku kepercayaan untuk mengelola keuangan sendiri, memanage aktivitas sendiri, mencoba hal-hal baru, kadang beliau membiarkanku berbuat nakal agar aku belajar dari kesalahanku. Di balik itu tentunya mamaku punya harapan yang sama dengan Mama Ida… melihatku sukses dan berbakti pada Mama Papa… Meskipun beliau tidak pernah mengungkapkan secara melankolis. Mama Papa selalu bilang setiap keputusan yang kita ambil menjadi tanggung jawab kita sendiri. Jika kita sukses orang tua hanya turut berbangga… Yap… Berbaktilah pada orang tua sebelum terlambat. Selalu ada kita dalam doa-doa mereka dalam sujud dan deraian air mata mereka… Ridho Allah ada di ridho orang tua… Pastikan kita dapat berjumpa lagi di JannahNya kelak, memadu cinta di hijaunya Surga, menyanyikan senandung para bidadari, menghempas seluruh benci, memandang wajah Ilahi Robbi …

Sebuah Kerinduan

Membeli mie dog-dog di samping indomaret mengingatkanku pada suatu masa yang begitu indah.

Tukang mie dog-dog itu mendirikan tenda warungnya di jalan yang selalu kulalui untuk menuju ke masjid.

Paving blok merah itu membangkitkan memoriku pada suasana subuh yang sunyi senyap. Berjalan bertiga bersama mama papa berlomba dengan azan, mengejar tahiyatul masjid dan qabla subuh.

Ada kebahagiaan yag membuncah saat menginjakkan kaki di karpet masjid yang hangat, mendengar iqamat yang dikumandangkan, lantunan quran dari lisan imam…

Semoga besok aku bisa mengulang kenangan indah ini. Melawan hawa dingin, dan rasa malas yang bergulung.

Teringat akan tausiyah papa : salah satu ciri orang munafik adalah lalai dalam mendirikan shalat subuh dan isya…. 

Ngelamun di Masjid Pindad

April 12, 2007

Jam 07.50

kok sepi ya…. kajiannya jam 08.00 kan? bukannya ustadznya strict banget soal waktu?

08.00

di samping masjid ada sekumpulan ikhwan yang lagi latihan Thifan. Duh.. jadi salting uy! soalnya di sekitar masjid itu bener-bener ikhwan semua, termasuk anak-anak kecil yang lagi maen petak umpet.

08.15

sms ke T Ratna : teh kajian ust habib masih ada g? di msjid pindad sebelah mana?

 T Ratna : masih ada kok. biasanya di aula.

Setelah baca sms dari T Ratna aku dengan sabar menanti pintu aula di buka. Aku duduk di tangga sebelah utara masjid (ngumpet biar gak keliatan sama ikhwan2 yang latihan thifan). Bolak balik ngintip.  Gak di buka-buka. 

Sabar… sabar…

Anak-anak kecil yang lagi main petak umpet terlihat begitu menikmati dunianya…

Jadi teringat masa kecilku…. (ngutip lagunya ada band dan gita gutawa)

Dulu suka main petak umpet juga dan suka dikocok (jadi ucingnya terus hehe :D ) soalnya yang paling kecil diantara yang lain.

Wah zaman skarang masih ada ternyata yang main petak umpet. 

Kulihat memang lingkungan masjid Pindad memang masih  asri. Lapangannya luas. Ada pohon beringin yang berdiri tegak dan menaungi halaman. Masih terdengar suara turaes yang bersembunyi entah di mana. Seperti berada di tengah hutan….

Mungkin ini yang membuat anak-anak senang bermain di sana. Selesai mengaji mereka tidak langsung  pulang. Mereka menikmati masa anak-anaknya dengan bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya. Normal… dan lebih baik dari pada bersosialisasi dengan play station atau game online bahkan situs porno di internet….

08.30 

Bener-bener gak konkret nih….

Gak ada tuh kajiannya…

Semoga ALLAH menerima perjuanganku menyempatkan diri untuk datang kajian (yang akhirnya gak ada) 

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Viewfinder Design