Salah satu market potensial untuk layanan speedy ternyata adalah game online. Awalnya gak tertarik sama sekali mengetahui dunia para gamers. Why? yang aku tahu game itu banyak dampak negatif nya. Bikin orang lambat lulus kuliah, anak2 jadi kecanduan, belum lagi muatan gamenya yang banyak mengandung kekerasan. Hiiiiiii… serem banget
Ada sebuah game yang menurut saya cukup menarik. Katanya sih namanya Trivia (CMIIW). Goal dari game ini adalah membangun sebuah kota. Pemain dituntut untuk mambu membangun koalisi dgn pemain2 lainnya dalam mencapai goal ini. Disamping itu, pemain jg dituntut untuk cerdik membangun strategi. Persis banget lah seperti upaya sebuah negara menguasai negara lainnya. Membangun benteng, mempersiapkan logistik, mengatur strategi dan lain sebagainya. Seperti sebuah simulasi peperangan. Menurutku ini bagus.Tapi… yang namanya simulasi peperangan gak akan lepas dari acara bunuh2an. Nah ini dia yang bahaya, adegan bunuh2an ini lo… kalau yang main anak2 dan mereka tidak dibekali dengan pemahaman yang baik. Bisa gawat!
Sebuah game bisa bikin orang kecanduan, mirip narkoba. Kalau udah sakau… gak bisa deh dihalang2in. Orang bisa begadangan semalaman demi mencapai level tertentu dalam game tersebut.
Ada lagi level yang lebih parah dari kecanduan, gengsi. Biasanya gamers punya komunitas dan saling bersaing antarsesama anggotanya. Yang sukses mencapai level tertinggi, itulah yang paling hebat. Nah…… ternyata… peluang ini dilihat oleh gamer2 yang ulung untuk mencari dolar. Muncullah isitilah joki game. Ternyata joki gak cuman di UMPTN aja. Seorang gamer membayar joki untuk mencapai level game yang diinginkan. Wah… ada2 aja bisnis yang tercipta dari jaringan internet ini. karena jaringan joki ini sudah bersifat internasional, bayarannya pun tak tanggung-tanggung, DOLAR!
Ternyata, dunia gamers tidak sesederhana yang dibayangkan, bukan hanya kesenangan semata, tapi ada motivasi ekonomi yang melatarbelakanginya. Begitu juga bagi ISP, game online ini menjadi sebuah titik pendongkrak revenue.
Dilematis memang…Dalam kasus ini ISP menjadi pemegang kunci hidup dan mati game online. Tidak ada ISP, tidak ada game online. Begitu juga sebaliknya, ISP membutuhkan game online untuk kelangsungan hidupnya. Berdasarkan pengamatanku ISP menutup matanya rapat2 atas dampak buruk yang menghinggapi para gamers. Namanya juga perusahaan, orientasinya profit!
Yang bisa kita lakukan sekarang adalah membentangi orang2 yang kita sayangi dari dampak buruk game online. Lebih jauh lagi… kita ditantang untuk membuat game2 online edukatif yang jauh lebih ‘menggemaskan’ daripada game online existing.
Bagaimana menurut pendapat anda?