Mbosenin

June 3, 2009

Sebenernya gak harus peduli dengan nasib para vendor yang barangnya gak akan lulus QA. Bikin bosen.

Rasanya ingin melompat ke pekan depan. Ngetes perangkat yang baru. Minggu ini perangkat yang dites bermasalah semua. Kemungkina besar g akan lulus.

PEMILU DPD Sekar Wilsus RDC

May 19, 2009

Barusan abis ada acara pemilu balon ketua sekar DPD Wilsus RDC perwakilan bidang RDNM. Fiuuuh…

Ada2 aja, masa aku dicalonin. Heuh… gak tahu apa2. Tapi… ya udah lah, maju aja. Latihan Public Speaking. Heuheu… Hasilnya.. Alhamdulillah gak kepilih. Hehehe …. Wong baru setahun kerja di sini. Belum tahu apa2. Di depan forum nyablak aja. Entah dari mana inspirasi itu datang.

Lesson learned nya adalah udah bisa ngomong di depan public secara mendadak. Ternyata bisa juga. Selain itu, berani menerima tantangan. Bisa aja sih mengundurkan diri. Tapi ternyata udah gak boleh. Heu.. terpaksa deh. Alhamdulillah pas di depan forum bisa mengendalikan emosi. Gak malu dan kehilangan kata-kata. 

Ada2 aja ya… kejadian di kantor.  emoticon

Yah… sudahlah… Diambil positifnya aja. Semoga ketua Sekar yang terpilih nanti yang amanah dan mebela kepentingan umat. Amiin

Menyelami Dunia Para Gamers

May 8, 2009

Salah satu market potensial untuk layanan speedy ternyata adalah game online. Awalnya gak tertarik sama sekali mengetahui dunia para gamers. Why? yang aku tahu game itu banyak dampak negatif nya. Bikin orang lambat lulus kuliah, anak2 jadi kecanduan, belum lagi muatan gamenya yang banyak mengandung kekerasan. Hiiiiiii… serem banget

Ada sebuah game yang menurut saya cukup menarik. Katanya sih namanya Trivia (CMIIW). Goal dari game ini adalah membangun sebuah kota. Pemain dituntut untuk mambu membangun koalisi dgn pemain2 lainnya dalam mencapai goal ini. Disamping itu, pemain jg dituntut untuk cerdik membangun strategi. Persis banget lah seperti upaya sebuah negara menguasai negara lainnya. Membangun benteng, mempersiapkan logistik, mengatur strategi dan lain sebagainya. Seperti sebuah simulasi peperangan. Menurutku ini bagus.Tapi… yang namanya simulasi peperangan gak akan lepas dari acara bunuh2an. Nah ini dia yang bahaya, adegan bunuh2an ini lo… kalau yang main anak2 dan mereka tidak dibekali dengan pemahaman yang baik. Bisa gawat! 

Sebuah game bisa bikin orang kecanduan, mirip narkoba. Kalau udah sakau… gak bisa deh dihalang2in. Orang bisa begadangan semalaman demi mencapai level tertentu dalam game tersebut.

Ada lagi level yang lebih parah dari kecanduan, gengsi. Biasanya gamers punya komunitas dan saling bersaing antarsesama anggotanya. Yang sukses mencapai level tertinggi, itulah yang paling hebat. Nah…… ternyata… peluang ini dilihat oleh gamer2 yang ulung untuk mencari dolar. Muncullah isitilah joki game. Ternyata joki gak cuman di UMPTN aja. Seorang gamer membayar joki untuk mencapai level game yang diinginkan. Wah… ada2 aja bisnis yang tercipta dari jaringan internet ini. karena jaringan joki ini sudah bersifat internasional, bayarannya pun tak tanggung-tanggung, DOLAR!

Ternyata, dunia gamers tidak sesederhana yang dibayangkan, bukan hanya kesenangan semata, tapi ada motivasi ekonomi yang melatarbelakanginya. Begitu juga bagi ISP, game online ini menjadi sebuah titik pendongkrak revenue.

Dilematis memang…Dalam kasus ini ISP menjadi pemegang kunci hidup dan mati game online. Tidak ada ISP, tidak ada game online. Begitu juga sebaliknya, ISP membutuhkan game online untuk kelangsungan hidupnya. Berdasarkan pengamatanku ISP menutup matanya rapat2 atas dampak buruk yang menghinggapi para gamers. Namanya juga perusahaan, orientasinya profit! 

Yang bisa kita lakukan sekarang adalah membentangi orang2 yang kita sayangi dari dampak buruk game online. Lebih jauh lagi… kita ditantang untuk membuat game2 online edukatif yang jauh lebih ‘menggemaskan’ daripada game online existing. 

Bagaimana menurut pendapat anda?

ehm …

August 20, 2008

alhamdulillah…

akhirnya nemuin sesuatu yang exciting untuk dikerjakan.hehehe… selama ini garing-garing aja. semoga bisa benar2 jadi expert dan bisa berkontribusi untuk umat.

doakan ya… pekan kedua sept ini target mengerti ttg wimax dan pekan ketiga sept ini mengerti ttg GPON. mengerti konsepnya sampai dengan mengerti bagaimana menguji perangkat2nya. huhu…

asik… 

nanti hasil belajarnya diposting di blog ah … (insya Allah) pasti cupu bgt ya.. tapi gpapa deh. namanya juga belajar 

Kontribusi Karyawan BUMN terhadap Kebangkitan Bangsa

May 9, 2008

Untuk turut membangun bangsa dan negara, para karyawan BUMN seluruh Indonesia harus memiliki keselarasan antara kata dan perbuatan. Hal tersebut dapat mendukung peningkatan daya saing bangsa Indonesia di kancah internasional. Apalagi kini mulai banyak kekuatan ekonomi ngara asing yang masuk ke Indonesia dan menjadi pesaing bagi bisnis perusahaan milik ngara.

Dirut Telkom Rinaldi Firmansyah mengatakan hal tersebut saat membuka kegiatan Forum Silaturahmi Nasional Karyawan BUMN bertema “Membangun Hubungan Industri di Lingkungan BUMN untuk Kemajuan BUMN dan Ketahanan Nasional” di Ruang Infocom Gedung Kantor Perusahaan Telkom di Jl. Japati Bandung , Kamis 8 Mei 2008. Kegiatan yang diikuti perwakilan serikat karyawan dan serikat pekerja BUMN seluruh Indonesia ini masih merupakan rangkaian kegiatan Sewindu Sekar Telkom serta dalam rangka memperingati 100 Tahun Hari Kebangkitan Nasional.

Kita harus satu kata dan perbuatan. Setidaknya, para karyawan BUMN ini harus menggunakan produk-produk yang dihasilkan oleh BUMN di Indonesia. Jadi kalau menggunakan telepon, gunakan Flexi atau produk Telkomsel. Kalau mau akses internet, gunakan Telkom Speedy,” ujar Rinaldi.

Rinaldi juga mengatakan, saat ini mulai bermunculan kekuatan-kekuatan baru dunia di luar Amerika Serikat. Banyak ngara yang mampu bangkit dan melaju pesat ekonominya, termasuk ngara-negara Asia . Para karyawan BUMN harus dapat menjaga perusahaannya agar memberikan kontribusi yang baik kepada negara. Dengan demikian, Indonesia dapat pula bangkit dan memperbaiki tingkat ekonomi masyarakatnya.

Sebelumnya, Ketua Serikat Karyawan (Sekar) Telkom Wartono Purwanto dalam sambutannya mengatakan, karyawan BUMN Indonesia tidak pantas mendapatkan gaji tinggi bila tidak mampu menciptakan nilai tambah yang tinggi bagi perusahaannya. “Serikat pekerja dan serikat karyawan BUMN harus senantiasa mendorong BUMN agar berkemampuan meningkatkan kinerja finansialnya,” tegas Wartono yang akrab dipanggil Ipung.

Selain itu, Ipung mengingatkan bahwa banyak kepentingan global masuk mempengaruhi kondisi di Indonesia termasuk pengelolaan BUMN. Untuk itu, serikat pekerja dan serikat karyawan BUMN harus pula mendorong BUMN agar mampu menjawab tantangan global tersebut.

Setelah dibuka oleh Dirut Telkom, silaturahmi dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan lomba menulis yang untuk pelajar yang diselenggarakan Sekar Telkom. Lalu, kegiatan dilanjutkan dengan seminar yang menghadirkan narasumber Sekretaris Meneg BUMN Said Didu dan Staf Ahli Lemhanas Brigjen TNI Hadi Suprapto. Seminar itu dimoderatori oleh pembawa acara Metro TV Mutia Hafid. *

Unjukrasa di Gerbang Telkom, Mahasiswa Justru Semangati Telkom

May 8, 2008

Ratusan mahasiswa mendatangi Gedung Kantor Perusahaan Telkom di Jl. Japati No. 1 Bandung pada Rabu 7 Mei 2008 siang. Datang dengan berjalan kaki serta didukung sebuah truk yang memuat peralatan pengeras suara, para mahasiswa yang datang dengan mengenakan jas almatater dari berbagai kampus itu bersuara lantang layaknya gerombolan mahasiswa yang sedang berunjukrasa. Mereka tak dapat memasuki halaman GKP Telkom karena tertahan pagar dan barisan polisi. Para mahasiswa dari organisasi Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia (Ismahi) tersebut menamai aktivitasnya pada siang itu sebagai “Kegiatan Mimbar Jalanan”. Mereka mengangkat satu isu strategis bagi bangsa ini, yaitu penyelamatan aset bangsa terhadap upaya penjualan kepada bangsa lain. Jadi, kelompok mahasiswa yang kritis itu sengaja mendatangi kantor Telkom karena ingin mendukung perusahaan BUMN ini agar tidak membiarkan siapapun menjual Telkom sebagaimana Indosat dahulu dijual. “Ingat, kedaulatan telekomunikasi terlebih lagi di era pada era penguasaan teknologi informasi sekarang ini adalah sesuatu yang penting dan harga mati. Penguasaan Indosat oleh Singapura membuat bangsa kita sangat rentan untuk dimata-matai. Semoga Telkom tidak seperti Indosat!,” teriak mereka dengan semangat. Apa yang disuarakan para mahasiswa tentunya searah dengan semangat yang ada di internal Telkom. Manajemen dan karyawan Telkom selalu mengupayakan agar perusahaan ini selalu mampu bersaing di kancah kompetisi yang sangat ketat sehingga menjadi perusahaan yang menguntungkan bagi bangsa dan masyarakat. Mahasiswa juga membagi-bagikan selebaran di lokasi unjukrasa, isinya antara lain mendesak pemerintah untuk bertanggung jawab membawa Indosat kembali ke Indonesia serta mengajak semua elemen bangsa bergandengan tangan memperjuangkan kembali aset nasional ke pangkuan ibu pertiwi. Meski tidak diperkenankan masuk ke halaman GKP Telkom, para mahasiswa tetap bersikap santun dalam menyuarakan aspirasinya. Ketika mereka hendak melanjutkan unjukrasa ke Kantor Gubernuran Gedung Sate di seberang GKP Telkom, para satpam Telkom dengan simpatik membekali mereka dengan beberapa dus air minum dalam kemasan. Terima kasih airnya, ini menunjukkan Telkom setuju dan mendukung dengan apa yang kita aspirasikan,” ujar mahasiswa dengan pengeras suara dari atas truk. Selamat berjuang rekan mahasiswa! Telkom tetap milik Indonesia ! *

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Viewfinder Design